• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
5 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home AKADEMIKA

UNDIP Fasilitasi Dosen Muda ke Jerman lewat CESP

by SDGS Admin
17 April 2025
UNDIP Fasilitasi Dosen Muda ke Jerman lewat CESP
37
SHARES
232
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Semarang, Kabar SDGs – UNDIP telah diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam Circular Economy Scholarship Programme (CESP), sebuah program beasiswa doktoral yang ditujukan bagi dosen muda dari tiga universitas di Indonesia: ITB, UNDIP, dan UGM, dengan dukungan dana dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia.

Pada hari Senin, 7 April 2025 waktu Jerman, Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D., mewakili UNDIP, berperan sebagai salah satu pembicara di Kick-off Meeting untuk Circular Economy Scholarship Programme (CESP) yang diselenggarakan di Ford-Saal, Super C RWTH Aachen University, Aachen, Jerman.

BACA JUGA

UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Atomic Absorption Spectrophotometer untuk Dosen Kimia

UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Atomic Absorption Spectrophotometer untuk Dosen Kimia

11 Agustus 2025
Dosen Muda Sosiologi FISIP USK Dibekali Pelatihan Menulis Buku Ajar

Dosen Muda Sosiologi FISIP USK Dibekali Pelatihan Menulis Buku Ajar

8 Agustus 2025
Universitas Diponegoro Perkuat Kolaborasi dengan BRIN terkait Riset Kimia

Universitas Diponegoro Perkuat Kolaborasi dengan BRIN terkait Riset Kimia

13 Juli 2023

Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D., yang merupakan dosen pada Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri di Sekolah Vokasi UNDIP dan mengemban tugas sebagai Country Coordinator untuk CESP, menyampaikan presentasi mengenai pengelolaan kegiatan akademis dan potensi kerja sama untuk masa mendatang.

Acara ini juga dilaksanakan dalam format hybrid, dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Bapak Atase Pendidikan dan Kebudayaan dari KBRI Berlin, wakil dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Indonesia, Profesor di RWTH Aachen, dewan manajemen, mahasiswa penerima CESP, serta kelompok riset dari masing-masing institusi yang mengambil bagian dalam program Circular Economy.

Saat ini, ada dua pengajar dari Universitas Diponegoro (UNDIP) yang terpilih sebagai penerima CESP, yakni Denis, dosen Fakultas Teknik (Mahasiswa Ph.D. di Institute Production Engineering of E-Mobility Components-PEM) dan Rizka Amalia, dosen di Sekolah Vokasi (Mahasiswa Ph.D. di Thermoprocesses and Emission Control in Waste Management and Recycling Teaching and Research Unit-TEER).

Dalam program ini, mahasiswa Ph.D. akan mendapatkan co-supervisor dari Universitas Asal mereka di Indonesia. Peneliti CESP dari UNDIP berfokus pada topik yang berkaitan dengan Circular Economy in Electronics dengan penekanan pada bidang keahlian masing-masing. Co-supervisor untuk Saudara Denis adalah Prof. Dr. rer. Oec Arfan Bakhtiar, S.T., M.T., sedangkan untuk Saudari Rizka Amalia adalah Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., memberikan dukungan penuh terhadap acara ini dan berharap agar dosen muda UNDIP dapat memperluas jaringan internasional serta mengangkat nama almamater di tingkat global.

Melalui inisiatif CESP ini, diharapkan tidak hanya akan terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga akan memperkuat kerjasama internasional yang dapat meningkatkan reputasi UNDIP di arena internasional.

Share15SendTweet9
Previous Post

PT MOS Launching Kapal Angkut LCU ADRI Milik TNI AD

Next Post

Peternakan UGM dan BPD HIPMI DIY Kerja Sama dalam Pengembangan Pakan Ternak

Next Post
Peternakan UGM dan BPD HIPMI DIY Kerja Sama dalam Pengembangan Pakan Ternak

Peternakan UGM dan BPD HIPMI DIY Kerja Sama dalam Pengembangan Pakan Ternak

Menteri PKP Tegaskan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Tidak Pakai APBN

Menteri PKP Tegaskan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Tidak Pakai APBN

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Karawang Kembangkan Desa Wisata untuk Dorong Ekonomi Warga

Karawang Kembangkan Desa Wisata untuk Dorong Ekonomi Warga

5 Agustus 2026
RSUD Jatisari Resmikan Unit Pengelola Darah dan Layanan MESRA

RSUD Jatisari Resmikan Unit Pengelola Darah dan Layanan MESRA

5 Agustus 2026
PLN UID Kaltimra Raih Platinum Nusantara CSR Awards 2026

PLN UID Kaltimra Raih Platinum Nusantara CSR Awards 2026

5 Agustus 2026
Aceh Raih Penghargaan Transportasi Indonesia Award 2026

Aceh Raih Penghargaan Transportasi Indonesia Award 2026

4 Agustus 2026
Airbnb Catat Tren Wisata Kuliner Terus Meningkat di Bali

Airbnb Catat Tren Wisata Kuliner Terus Meningkat di Bali

4 Agustus 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1370 shares
    Share 548 Tweet 343
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1650 shares
    Share 660 Tweet 413
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1362 shares
    Share 545 Tweet 341
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1370 shares
    Share 548 Tweet 343
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    1350 shares
    Share 540 Tweet 338

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.