• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
31 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

China Wajibkan Influencer Punya Sertifikat Resmi untuk Bahas Topik Sensitif

by SDGS Admin
5 November 2025
China Wajibkan Influencer Punya Sertifikat Resmi untuk Bahas Topik Sensitif
33
SHARES
209
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Beijing, Kabar SDGs – Pemerintah China resmi memberlakukan aturan baru yang mewajibkan para influencer memiliki kualifikasi profesional sebelum membahas topik sensitif di media sosial. Kebijakan yang mulai berlaku sejak 25 Oktober 2025 itu menjadi langkah terbaru pemerintah dalam memperketat pengawasan terhadap konten digital.

Cyberspace Administration of China (CAC) menetapkan bahwa siapa pun yang ingin mengulas bidang seperti obat-obatan, hukum, pendidikan, atau keuangan harus memiliki sertifikat pendidikan atau lisensi resmi sesuai bidangnya. Platform seperti Douyin, Bilibili, dan Weibo juga diwajibkan memverifikasi kredensial kreator sebelum mereka diizinkan memproduksi konten terkait.

BACA JUGA

China Kembangkan Mesin Rotary Berdaya Tinggi

China Kembangkan Mesin Rotary Berdaya Tinggi

24 Desember 2025
Kerja Sama dan Pertukaran Pariwisata Indonesia-China Terus Berkembang

Kerja Sama dan Pertukaran Pariwisata Indonesia-China Terus Berkembang

6 Juli 2025
China Sumbangkan 5 Perahu Naga Berstandar Internasional untuk Sri Lanka

China Sumbangkan 5 Perahu Naga Berstandar Internasional untuk Sri Lanka

5 Juni 2025

Selain itu, CAC mewajibkan setiap influencer mencantumkan sumber kutipan dan penafian saat menyampaikan informasi ilmiah atau akademis. Kreator juga harus menjelaskan apabila konten yang mereka buat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam aturan yang sama, pemerintah melarang praktik promosi terselubung terhadap produk medis, suplemen, maupun makanan kesehatan. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah penyamaran iklan komersial sebagai konten edukatif.

“Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas informasi publik dan mengurangi penyebaran hoaks di ruang digital,” tulis CAC dalam pernyataan resminya.

Namun kebijakan tersebut menuai kritik dari sejumlah kalangan yang menilai pemerintah terlalu jauh membatasi ruang kebebasan berekspresi. Mereka menilai aturan ini dapat menjadi alat untuk membungkam pandangan independen, terutama dari akademisi atau profesional yang tidak memiliki lisensi negara.

Kebijakan ini hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap penyebaran misinformasi. Berdasarkan Digital News Report 2025 yang dirilis Reuters Institute, influencer dan politisi disebut sebagai dua kelompok yang paling sering menyebarkan informasi menyesatkan di dunia. Laporan itu mencatat sebanyak 47 persen dari 97 ribu responden di 48 negara menilai influencer memiliki pengaruh besar dalam arus hoaks digital.

Dengan regulasi baru ini, pemerintah China berharap ruang digital menjadi lebih terkendali dan informatif. Namun di sisi lain, publik menilai kebijakan tersebut berpotensi menambah ketat sensor internet yang sudah lama berlaku di negeri Tirai Bambu itu.

Share13SendTweet8
Previous Post

ASDP Terapkan Sistem Tiket Digital Penuh untuk Kendaraan di Rute Ulee Lheue–Balohan

Next Post

PNB Angkat Potensi Desa Wisata Pinge Lewat Program ICS Internasional

Next Post
PNB Angkat Potensi Desa Wisata Pinge Lewat Program ICS Internasional

PNB Angkat Potensi Desa Wisata Pinge Lewat Program ICS Internasional

Gebyar UMKM Batam 2025 Siap Gairahkan Semangat Wirausaha

Gebyar UMKM Batam 2025 Siap Gairahkan Semangat Wirausaha

Discussion about this post

NEWS UPDATE

WHO Peringatkan Wabah Ebola di Tengah Konflik Kongo

WHO Peringatkan Wabah Ebola di Tengah Konflik Kongo

31 Mei 2026
Sentra Songket Silungkang Resmi Beroperasi

Sentra Songket Silungkang Resmi Beroperasi

31 Mei 2026
Program TJSL Pertamina Kalimantan Raih Pengakuan Internasional

Program TJSL Pertamina Kalimantan Raih Pengakuan Internasional

31 Mei 2026
Internet Rakyat Hadir dengan Tarif mulai Rp100 Ribu

Internet Rakyat Hadir dengan Tarif mulai Rp100 Ribu

31 Mei 2026
CSR Pertamina Balikpapan Raih Penghargaan Nasional

CSR Pertamina Balikpapan Raih Penghargaan Nasional

30 Mei 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    394 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    120 shares
    Share 48 Tweet 30
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    120 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    120 shares
    Share 48 Tweet 30

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.