• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
28 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

China Wajibkan Influencer Punya Sertifikat Resmi untuk Bahas Topik Sensitif

by SDGS Admin
5 November 2025
China Wajibkan Influencer Punya Sertifikat Resmi untuk Bahas Topik Sensitif
38
SHARES
237
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Beijing, Kabar SDGs – Pemerintah China resmi memberlakukan aturan baru yang mewajibkan para influencer memiliki kualifikasi profesional sebelum membahas topik sensitif di media sosial. Kebijakan yang mulai berlaku sejak 25 Oktober 2025 itu menjadi langkah terbaru pemerintah dalam memperketat pengawasan terhadap konten digital.

Cyberspace Administration of China (CAC) menetapkan bahwa siapa pun yang ingin mengulas bidang seperti obat-obatan, hukum, pendidikan, atau keuangan harus memiliki sertifikat pendidikan atau lisensi resmi sesuai bidangnya. Platform seperti Douyin, Bilibili, dan Weibo juga diwajibkan memverifikasi kredensial kreator sebelum mereka diizinkan memproduksi konten terkait.

BACA JUGA

China Kembangkan Mesin Rotary Berdaya Tinggi

China Kembangkan Mesin Rotary Berdaya Tinggi

24 Desember 2025
Kerja Sama dan Pertukaran Pariwisata Indonesia-China Terus Berkembang

Kerja Sama dan Pertukaran Pariwisata Indonesia-China Terus Berkembang

6 Juli 2025
China Sumbangkan 5 Perahu Naga Berstandar Internasional untuk Sri Lanka

China Sumbangkan 5 Perahu Naga Berstandar Internasional untuk Sri Lanka

5 Juni 2025

Selain itu, CAC mewajibkan setiap influencer mencantumkan sumber kutipan dan penafian saat menyampaikan informasi ilmiah atau akademis. Kreator juga harus menjelaskan apabila konten yang mereka buat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam aturan yang sama, pemerintah melarang praktik promosi terselubung terhadap produk medis, suplemen, maupun makanan kesehatan. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah penyamaran iklan komersial sebagai konten edukatif.

“Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas informasi publik dan mengurangi penyebaran hoaks di ruang digital,” tulis CAC dalam pernyataan resminya.

Namun kebijakan tersebut menuai kritik dari sejumlah kalangan yang menilai pemerintah terlalu jauh membatasi ruang kebebasan berekspresi. Mereka menilai aturan ini dapat menjadi alat untuk membungkam pandangan independen, terutama dari akademisi atau profesional yang tidak memiliki lisensi negara.

Kebijakan ini hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap penyebaran misinformasi. Berdasarkan Digital News Report 2025 yang dirilis Reuters Institute, influencer dan politisi disebut sebagai dua kelompok yang paling sering menyebarkan informasi menyesatkan di dunia. Laporan itu mencatat sebanyak 47 persen dari 97 ribu responden di 48 negara menilai influencer memiliki pengaruh besar dalam arus hoaks digital.

Dengan regulasi baru ini, pemerintah China berharap ruang digital menjadi lebih terkendali dan informatif. Namun di sisi lain, publik menilai kebijakan tersebut berpotensi menambah ketat sensor internet yang sudah lama berlaku di negeri Tirai Bambu itu.

Share15SendTweet10
Previous Post

ASDP Terapkan Sistem Tiket Digital Penuh untuk Kendaraan di Rute Ulee Lheue–Balohan

Next Post

PNB Angkat Potensi Desa Wisata Pinge Lewat Program ICS Internasional

Next Post
PNB Angkat Potensi Desa Wisata Pinge Lewat Program ICS Internasional

PNB Angkat Potensi Desa Wisata Pinge Lewat Program ICS Internasional

Gebyar UMKM Batam 2025 Siap Gairahkan Semangat Wirausaha

Gebyar UMKM Batam 2025 Siap Gairahkan Semangat Wirausaha

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Kutai Timur Perluas Akses Modal Usaha hingga Pelosok Desa

Kutai Timur Perluas Akses Modal Usaha hingga Pelosok Desa

28 Oktober 2026
PGN Perluas Edukasi Jargas untuk Warga Surabaya

PGN Perluas Edukasi Jargas untuk Warga Surabaya

27 Oktober 2026
Penerapan Code Stroke, Sistem Penanganan Komprehensif untuk Stroke Akut

Penerapan Code Stroke, Sistem Penanganan Komprehensif untuk Stroke Akut

27 Oktober 2026
Innova Zenix 2026 Hadir dengan Fitur Kendali Jarak Jauh

Innova Zenix 2026 Hadir dengan Fitur Kendali Jarak Jauh

27 Oktober 2026
Creativillage di Kawasan SCBD, Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global

Creativillage di Kawasan SCBD, Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global

27 Oktober 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3421 shares
    Share 1368 Tweet 855
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4031 shares
    Share 1612 Tweet 1008
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4006 shares
    Share 1602 Tweet 1002
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4059 shares
    Share 1624 Tweet 1015
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4068 shares
    Share 1627 Tweet 1017

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.