• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

China Wajibkan Influencer Punya Sertifikat Resmi untuk Bahas Topik Sensitif

by SDGS Admin
5 November 2025
China Wajibkan Influencer Punya Sertifikat Resmi untuk Bahas Topik Sensitif
37
SHARES
231
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Beijing, Kabar SDGs – Pemerintah China resmi memberlakukan aturan baru yang mewajibkan para influencer memiliki kualifikasi profesional sebelum membahas topik sensitif di media sosial. Kebijakan yang mulai berlaku sejak 25 Oktober 2025 itu menjadi langkah terbaru pemerintah dalam memperketat pengawasan terhadap konten digital.

Cyberspace Administration of China (CAC) menetapkan bahwa siapa pun yang ingin mengulas bidang seperti obat-obatan, hukum, pendidikan, atau keuangan harus memiliki sertifikat pendidikan atau lisensi resmi sesuai bidangnya. Platform seperti Douyin, Bilibili, dan Weibo juga diwajibkan memverifikasi kredensial kreator sebelum mereka diizinkan memproduksi konten terkait.

BACA JUGA

China Kembangkan Mesin Rotary Berdaya Tinggi

China Kembangkan Mesin Rotary Berdaya Tinggi

24 Desember 2025
Kerja Sama dan Pertukaran Pariwisata Indonesia-China Terus Berkembang

Kerja Sama dan Pertukaran Pariwisata Indonesia-China Terus Berkembang

6 Juli 2025
China Sumbangkan 5 Perahu Naga Berstandar Internasional untuk Sri Lanka

China Sumbangkan 5 Perahu Naga Berstandar Internasional untuk Sri Lanka

5 Juni 2025

Selain itu, CAC mewajibkan setiap influencer mencantumkan sumber kutipan dan penafian saat menyampaikan informasi ilmiah atau akademis. Kreator juga harus menjelaskan apabila konten yang mereka buat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam aturan yang sama, pemerintah melarang praktik promosi terselubung terhadap produk medis, suplemen, maupun makanan kesehatan. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah penyamaran iklan komersial sebagai konten edukatif.

“Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas informasi publik dan mengurangi penyebaran hoaks di ruang digital,” tulis CAC dalam pernyataan resminya.

Namun kebijakan tersebut menuai kritik dari sejumlah kalangan yang menilai pemerintah terlalu jauh membatasi ruang kebebasan berekspresi. Mereka menilai aturan ini dapat menjadi alat untuk membungkam pandangan independen, terutama dari akademisi atau profesional yang tidak memiliki lisensi negara.

Kebijakan ini hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap penyebaran misinformasi. Berdasarkan Digital News Report 2025 yang dirilis Reuters Institute, influencer dan politisi disebut sebagai dua kelompok yang paling sering menyebarkan informasi menyesatkan di dunia. Laporan itu mencatat sebanyak 47 persen dari 97 ribu responden di 48 negara menilai influencer memiliki pengaruh besar dalam arus hoaks digital.

Dengan regulasi baru ini, pemerintah China berharap ruang digital menjadi lebih terkendali dan informatif. Namun di sisi lain, publik menilai kebijakan tersebut berpotensi menambah ketat sensor internet yang sudah lama berlaku di negeri Tirai Bambu itu.

Share15SendTweet9
Previous Post

ASDP Terapkan Sistem Tiket Digital Penuh untuk Kendaraan di Rute Ulee Lheue–Balohan

Next Post

PNB Angkat Potensi Desa Wisata Pinge Lewat Program ICS Internasional

Next Post
PNB Angkat Potensi Desa Wisata Pinge Lewat Program ICS Internasional

PNB Angkat Potensi Desa Wisata Pinge Lewat Program ICS Internasional

Gebyar UMKM Batam 2025 Siap Gairahkan Semangat Wirausaha

Gebyar UMKM Batam 2025 Siap Gairahkan Semangat Wirausaha

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Kaltim Siapkan Transformasi BUMD Kehutanan

Kaltim Siapkan Transformasi BUMD Kehutanan

12 September 2026
DOOH Bidik Ekosistem AI Indonesia

DOOH Bidik Ekosistem AI Indonesia

12 September 2026
Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

11 September 2026
PLN NP UP Paiton Raih Dua Penghargaan EBTKE

PLN NP UP Paiton Raih Dua Penghargaan EBTKE

11 September 2026
Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

11 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2811 shares
    Share 1124 Tweet 703
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2493 shares
    Share 997 Tweet 623
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2485 shares
    Share 994 Tweet 621
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2460 shares
    Share 984 Tweet 615
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2469 shares
    Share 988 Tweet 617

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.