• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
15 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Wisata Alam Tolak Ukur Pariwisata Berkelanjutan

by Riski Yanti
27 Agustus 2022
Wisata Alam Tolak Ukur Pariwisata Berkelanjutan
86
SHARES
538
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menekankan pentingnya prinsip konservasi dalam mengembangkan destinasi wisata alam dan budaya yang ada di Tanah Air.

Sesmenparekraf/Sestama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyanimemberikan sambutan dalam acara “Sustainable Tourism Development Forum (STDev) Forum Seri-2″ secara virtual, Kamis (25/8/2022).

BACA JUGA

Pariwisata Lumajang Tunjukkan Tren Positif 2026

Pariwisata Lumajang Tunjukkan Tren Positif 2026

24 April 2026
Lampung Bangun Akses Wisata Pesisir Tanggamus

Lampung Bangun Akses Wisata Pesisir Tanggamus

22 April 2026
Probolinggo Rafting Hadirkan Wisata Baru Lereng Argopuro

Probolinggo Rafting Hadirkan Wisata Baru Lereng Argopuro

9 April 2026

Dia menjelaskan, sektor pariwisata menjadi sektor yang bergantung pada sumber daya alam, budaya, lingkungan, dan masyarakat sebagai daya tarik utama sekaligus menjadi sistem pendukung pembangunan sektor parekraf.

Prinsip konservasi menjadi hal utama untuk membangun ekosistem pariwisata di Indonesia. Terlebih pembangunan kepariwisataan di era post pandemi harus mempertimbangkan multiple crisis yang sedang dihadapi oleh manusia antara lain krisis lingkungan, krisis kesehatan,

“Juga krisis akibat perubahan iklim yang mengancam sumber daya alam, lingkungan, budaya, dan masyarakat,” ujarnya.

Sesmenparekraf juga mengatakan, prinsip-prinsip konservasi menjadi nilai-nilai yang menjadi acuan bagi Kemenparekraf dalam mengembangkan destinasi alam dan budaya guna menjaga kualitas dan keberlanjutan.

“Strategi konservasi yang dinamis akan menjadi semakin penting terutama sebagai sarana untuk memfasilitasi adaptasi terhadap perubahan iklim dan variabilitas serta ekstrem yang menyertainya, seperti kekeringan yang berkepanjangan,” katanya.

Kemenparekraf sendiri, lanjut Ni Wayan Giri Adnyani memiliki lima cakupan flagship pariwisata berkelanjutan yang terdiri dari Sustainable Tourism Destination (STD), Sustainable Tourism Observatory (STO), Sustainable Tourism Certification (STC), Sustainable Tourism Industry (STI), dan Sustainbale Tourism Management & Marketing.

Selain juga mengembangkan, memperkuat, serta memberlakukan skema Perhitungan Jejak Karbon.

“Sementara pada destinasi disertai dengan aksi pengimbangan karbon, menerapkan kebijakan terkait carrying capacity dan visitor management pada destinasi alam dan budaya, serta mengadakan festival dan event budaya daerah dan nasional,” ujarnya.

Selain Sesmenparekraf, hadir pula sebagai narasumber pada Sustainable Tourism Development Forum (STDev) Forum Seri-2 ini antara lain Anggota Dewan Kepariwisataan Berkelanjutan Indonesia (ISTC) Prof. Jatna Supriatna; Dosen Bidang Akademik dan Perencanaan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Dr. I Nyoman Sukma Arida; Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDE) Dr. Ir. Wiratno; Guru Besar Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada Prof. Baiquni; serta Ketua Umum Indonesian Inbound Tour Operators Association Dr. Paul Talo.

STDev Forum Seri-2 ini dimoderatori oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi/Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Frans Teguh.

Share34SendTweet22
Previous Post

Kenali Cacar Monyet, Gejala, dan Dampak Buruknya

Next Post

Abipraya Bangun Universitas Riau, untuk Dongkrak Kebutuhan Pendidikan Indonesia

Next Post
Abipraya Bangun Universitas Riau, untuk Dongkrak Kebutuhan Pendidikan Indonesia

Abipraya Bangun Universitas Riau, untuk Dongkrak Kebutuhan Pendidikan Indonesia

Ada Pekerjaan Jalan di Tol Cipularang, Pengguna Jalan Harus Waspada

Ada Pekerjaan Jalan di Tol Cipularang, Pengguna Jalan Harus Waspada

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pelaku Ekraf IKN Didorong Kuasai Transaksi Digital

Pelaku Ekraf IKN Didorong Kuasai Transaksi Digital

15 Mei 2026
Astra Perkuat Kepemimpinan Perempuan Lewat AWN 2026

Astra Perkuat Kepemimpinan Perempuan Lewat AWN 2026

15 Mei 2026
Dinkes Tanjungpinang Waspadai Ancaman Hantavirus

Dinkes Tanjungpinang Waspadai Ancaman Hantavirus

15 Mei 2026
Mahasiswa UPER Ciptakan Drone Otonom SkyFast

Mahasiswa UPER Ciptakan Drone Otonom SkyFast

15 Mei 2026
MJO Picu Hujan Tinggi di Riau

MJO Picu Hujan Tinggi di Riau

14 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • KAI Services Buka Lowongan Pramugara dan Pramugari Kereta Api

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Surabaya Perkuat Wisata Event Lewat HJKS 2026

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BPDP Promosikan Produk UMKM Sawit di PALMEX 2026

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.