• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
16 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Kegiatan ‘Kebaya Menari’ di Kota Yogyakarta, Upaya Menguatkan Karakter Budaya Nusantara

by SDGS Admin
15 Mei 2022
Kegiatan ‘Kebaya Menari’ di Kota Yogyakarta, Upaya Menguatkan Karakter Budaya Nusantara
85
SHARES
533
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

YOGYAKARTA, KabarSDGs – Kegiatan ‘Kebaya Menari’ di Kota Yogyakarta dihadiri oleh 200 perempuan. Acara tersebut diadakan di halaman Balaikota Yogyakarta pada Sabtu (14/05) sore.

Wakil Walikota Yogya, Heroe Poerwadi mengatakan, Perempuan Berkebaya Indonesia adalah gerakan dari kaum di Yogyakarta untuk selalu mengajak membiasakan mengenakan kebaya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebaya penting selalu dimunculkan agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA

KAI Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan KA, Akses ke Yogyakarta, Solo, Cilacap, dan Bandung Semakin Fleksibel

KAI Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan KA, Akses ke Yogyakarta, Solo, Cilacap, dan Bandung Semakin Fleksibel

16 April 2026
Susi Air Resmi Layani Penerbangan ke Karimunjawa

Susi Air Resmi Layani Penerbangan ke Karimunjawa

7 Juli 2025
Salatiga Hadirkan Sanggul dan Kebaya Khas sebagai Simbol Baru Identitas Budaya Perempuan Kota

Salatiga Hadirkan Sanggul dan Kebaya Khas sebagai Simbol Baru Identitas Budaya Perempuan Kota

24 Juni 2025

“Kami meyakini karakter keistimewaaan adalah karakter budaya Yogyakarta (Nusantara). Karakter budaya yang bisa dilihat adalah ageman atau pakaian,” ujarnya dalam sambutan acara tersebut.

Menurut Heroe, Pemkot juga punya program Gandes Luwes, yakni bagaimana membumikan karakter budaya Yogya selalu hidup. Kegiatan itu dimulai dari RT, RW dan kampung, sehingga mewarnai kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini (Berkebaya Menari) adalah upaya bagaimana menguatkan karakter budaya Jawa yakni kebaya. Bukan hanya sebagai alat yang melekat pada diri kita, tetapi juga alat untuk menunjukkan identitas kita, dan sebagai alat untuk berekspresi diri kita,” ujarnya.

Ia melanjutkan, oleh sebab itu, Pemkot Yogyakarta sangat mendukung apa yang telah dilakukan oleh Perempuan Berkebaya Indonesia untuk terus menjadikan berkebaya bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Saya percaya dan yakin, kalau tidak dibatasi jumlahnya, Perempuan Berkebaya yang datang sore ini akan lebih banyak. Karena memang kita lebih hati-hati, maka kita membatasi jumlahnya,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia ‘Kebaya Menari’, Tinuk Suhartini mengatakan, kegiatan ‘Kebaya Menari’ tersebut diadakan dikarenakan semangat dan kecintaan para perempuan Indonesia kepada kebaya sebagau busana nasional Indonesia.

“Event ini (Kebaya Menari) diselenggarakan oleh komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia yang berkedudukan di Yogyakarta yang berkolaborasi dengan Padepokan Seni Omah Cangkem. Event ini diikuti oleh 200 peserta, karena sesuai kuota yang sudah ditentukan pemerintah,” ujarnya.

Tinuk menerangkan, acara ‘Kebaya Menari’ ini diikuti berbagai usia, yang termuda adalah anak yang berusia 9 tahun, dan yang tertua adalah ibu-ibu berusia hampir 69 tahun.

Lagu yang mengiringi kegiatan ‘Berkebaya Menari’ berjudul Kucinta Indonesia merupakan ciptaan Pardiman Djoyonegoro pemilik Padepokan Seni Omah Cangkem. Sedangkan tariannya hasil ciptaan koreografer ternama Anter Asmorotejo.

“Kampanye yang dilakukan oleh komunitas Perempuan Berkebaya ada beragam. Menari adalah salah satu cara yang ditempuh,” terang perempuan yang juga pendiri Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia itu.

Tinuk menjelaskan, selain mengampanyekan kebaya, pihaknya pada acara itu juga mengajak para peserta memakai sanggul bersama-sama. Karena sanggul adalah bagian dari tata cara berkebaya.

Menurutnya, kebaya dan sanggul merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perempuan Indonesia. Kebaya dan tari adalah produk budaya Nusantara, yang satu berupa pakaian, yang satu lagi berupa gerak.

“Perempuan Berkebaya mengajak perempuan-perempuan Yogya, untuk mengaplikasikan keduanya secara bersama-sama. Semoga acara ini memberi kesan yang dalam kepada diri kita semuanya, baik yang terlibat maupun yang melihat,” jelas Tinuk.

Ia juga berharap, dengan adanya event ini, kebaya semakin dicintai oleh perempuan Indonesia dan terbiasa memakai kebaya dalam kehidupan sehari-hari.

Share34SendTweet21
Previous Post

JIS Boleh Dimanfaatkan Kegiatan non Olah Raga. Tunggu Regulasinya!

Next Post

Tesla dan Space X akan Melakukan Kerja Sama dengan Indonesia

Next Post
Tesla dan Space X akan Melakukan Kerja Sama dengan Indonesia

Tesla dan Space X akan Melakukan Kerja Sama dengan Indonesia

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat menghemat penggunaan karbon

Dukung Ekonomi Hijau, Ridwan Kamil Imbau Pelaku UMKM Hemat Karbon

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Transkon Jaya Ekspansi Tangkap Peluang IKN

Transkon Jaya Ekspansi Tangkap Peluang IKN

16 April 2026
KAI Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan KA, Akses ke Yogyakarta, Solo, Cilacap, dan Bandung Semakin Fleksibel

KAI Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan KA, Akses ke Yogyakarta, Solo, Cilacap, dan Bandung Semakin Fleksibel

16 April 2026
Program Makanan Bergizi Balikpapan Dihentikan Sementara

Program Makanan Bergizi Balikpapan Dihentikan Sementara

16 April 2026
Kementerian PU Percepat Bendungan Cijurey dan Cibeet

Kementerian PU Percepat Bendungan Cijurey dan Cibeet

16 April 2026
Kementerian PU Tuntaskan 10 Ruas IJD di Bali

Kementerian PU Tuntaskan 10 Ruas IJD di Bali

16 April 2026

POPULAR

  • Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

    25 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.