• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
1 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Mendikbud: Program Guru Penggerak Cetak ‘Influencer’ Pendidikan

by Editor
7 April 2021
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

49
SHARES
306
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BALIKPAPAN, KabarSDGs — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menegaskan ‘Program Guru Penggerak’ bukan program yang sekadar berisi pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek), tetapi program untuk mencetak calon-calon pemimpin pendidikan di Indonesia.

“Harapan besar saya, setelah sembilan bulan program pendidikan Guru Penggerak, para guru dapat mendukung dinas pendidikan dalam memformulasikan kebijakan-kebijakan. Menurut saya para calon Guru Penggerak sudah terbukti punya pemahaman dan punya batin yang berpihak kepada murid,” jelas Nadiem dalam keterangan resmi yang diterima KabarSDGs, Rabu (7/4/2021).

BACA JUGA

Pemkab Asahan Luncurkan Podcast Asahan Cerdas

Pemkab Asahan Luncurkan Podcast Asahan Cerdas

15 April 2026
105 Santri Rengasdengklok Ikuti Sertifikasi Penghafal Al Quran

105 Santri Rengasdengklok Ikuti Sertifikasi Penghafal Al Quran

16 Maret 2026
Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Jembatan Terpencil Demi Keselamatan Siswa

Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Jembatan Terpencil Demi Keselamatan Siswa

2 Desember 2025

Oleh karena itu, seleksi menjadi Guru Penggerak pun tidak mudah. Beberapa proses seperti tes skolastik, wawancara, hingga membuat esai harus dilalui para calon Guru Penggerak. Bahkan, Mendikbud mengatakan ketatnya seleksi Calon Guru Penggerak itu serupa dengan seleksi guru Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Banyak yang tanya kenapa seleksinya ketat? karena ini calon-calon pemimpin pendidikan masa depan. Makanya sangat selektif,” jelasnya.

Sebelumnya, saat dialog bersama 18 Calon Guru Penggerak dan tujuh pengajar praktik calon Guru Penggerak angkatan I Kabupaten Penajam Paser Utara dan angkatan II Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mendikbud menyebut ada tiga hal yang dicari dari Program Guru Penggerak.

“Pertama, guru yang berpihak kepada murid. Kedua, guru yang selalu haus akan belajar. Guru yang tidak memiliki kemauan belajar itu tidak mungkin guru yang baik. Karena pembelajaran menjadi guru baik itu dinamis luar biasa. Selalu mau mengikuti perubahan teori maupun konsep baru demi melayani muridnya,” kata dia.

Hal ketiga yang dicari dari program ini, lanjut Mendikbud adalah guru yang memiliki tanggung jawab untuk merubah guru-guru lain di sekitarnya. “Guru penggerak harus menjadi influencer. Artinya Bapak/Ibu harus menjadi selebritis yang berdampak baik di dunia pendidikan agar menjadi panutan guru-guru lain,” ujar Mendikbud.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi program Guru Penggerak. “Setelah melihat dan mendengar langsung dari para calon Guru Penggerak, saya yakin bahwa upaya transformasi yang dilakukan di Kemendikbud, khususnya bagi guru, sudah membuahkan hasil,” ujar Hetifah.

Hetifah mengatakan, akan terus mengawasi implementasi program ini. Segala upaya akan kita lakukan untuk meningkatkan efektivitas pendidikan nasional. Kita lihat tadi para calon Guru Penggerak menyuarakan kepentingannya dengan mata yang berbinar-binar dan air mata bahagia.

 

Ubah Pola Mengajar

Mendikbud mempersilakan para calon Guru Penggerak untuk bertanya, bercerita, maupun mengkritik Program Guru Penggerak. Mendikbud juga mempersilakan para guru menyampaikan hal-hal yang masih mengganjal terkait program pendidikan yang ada.

“Ini adalah sesi curhat (curahan hati). Boleh kritik, boleh menanyakan juga pertanyaan yang mengenai apa yang ada di benak Bapak dan Ibu guru,” ujarnya.

Mendikbud menegaskan, dalam Program Guru Penggerak, guru menjadi faktor penentu dalam menggerakkan transformasi pendidikan. Posisi pemerintah, kata Mendikbud, hanya bisa mendukung kebutuhan dan menyediakan solusi atas tantangan yang dihadapi para guru dalam memajukan pendidikan.

“Tugas saya adalah melepas potensi Bapak Ibu. Bukan memberikan arahan terus. Justru kami yang perlu mengikuti arah perubahan guru,” ujar Mendikbud Nadiem.

Puspani, calon Guru Penggerak angkatan II dari SMAN 1 Balikpapan menceritakan bagaimana ia menangis ketika tanggal 26 Maret 2021 diterima sebagai calon guru penggerak.

“Saya berbahagia Pak Menteri. Kebetulan saya putri asli daerah. Saya orang Dayak. Jadi saya merasa bahwa program ini betul-betul menyentuh Bapak/Ibu guru di seluruh Indonesia dan memberikan kami kesempatan menyampaikan isi hati dan harapan untuk siswa-siswi,” katanya.

Puspani berharap program ini tidak berhenti sampai era Nadiem saja tetapi tetap berlangsung hingga berimplikasi kepada semua guru. “Kami mohon program Guru Penggerak ini tidak hanya berakhir di sembilan bulan pendidikan, tapi bisa berkelanjutan dan bisa berimplikasi kepada seluruh guru di Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan itu, Abdun Nafi, guru agama yang menjadi Calon Guru Penggerak angkatan I dari SMPN 023 Penajam Paser Utara mengakui bahwa program ini harusnya sudah dilakukan sejak dulu karena program ini telah merubah pola pikir para guru dalam mendidik.

“Ketika saya sudah menjalankan pendidikan calon Guru Penggerak selama lima bulan ini, saya merasakan betul ada perubahan pola pikir. Ada perubahan dalam cara berpikir memahami anak-anak dan cara berkomunikasi dengan teman-teman guru. Saya belum pernah mendapatkan visi ini sebelumnya,” ungkap Abdun.

Harapannya, lanjut Abdun Nafi program ini bisa memberikan semangat kepada guru-guru lain karena visi dari program ini luar biasa yaitu memerdekakan cara belajar.

“Saya mempunyai pengalaman mengajar 13 tahun dan saya merasa bodoh karena sebelum mengikuti program Guru Penggerak, saya memaksakan pembelajaran yang harus sesuai dengan keinginan saya. Tidak memfasilitasi murid-murid, tidak mengakui potensi dan kelebihan murid,” ungkapnya.

Share20SendTweet12
Previous Post

BMKG: Siklon Tropis Seroja Diprediksi Meningkat 24 Jam ke Depan

Next Post

Soleman Kamenglet ‘Juru Selamat’ dari Alor

Next Post
Soleman Kamenglet ‘Juru Selamat’ dari Alor

Soleman Kamenglet 'Juru Selamat' dari Alor

20 Orang Meninggal Akibat Banjar Bandang di Flores Timur

Gubernur NTT Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Aceh Apresiasi Pembangunan Kampus LIPIA Banda Aceh

Aceh Apresiasi Pembangunan Kampus LIPIA Banda Aceh

1 Mei 2026
USK Perkuat Industri Nilam Aceh Berkelanjutan

USK Perkuat Industri Nilam Aceh Berkelanjutan

1 Mei 2026
Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

30 April 2026
OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana Dorong Inklusi Investasi

OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana Dorong Inklusi Investasi

30 April 2026
Pelatihan Kopi Wanagiri Dorong Daya Saing Petani

Pelatihan Kopi Wanagiri Dorong Daya Saing Petani

30 April 2026

POPULAR

  • Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Korban Meninggal Dunia Bertambah, KAI Batasi Perjalanan KRL Sampai Stasiun Bekasi

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, KAI Lakukan Evakuasi

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Relaksasi Pelaporan SPT Pajak Diberlakukan Hingga Akhir April

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.