• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
16 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home AKADEMIKA

Komunikasi Minim Sebabkan Perbendaharaan Bahasa Lemah

Hasil Riset Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta

by Editor
25 Juni 2020
Praktisi Komunikasi dan Pendidikan Universitas Bhayangkara Jaya (UBJ) Metha Madonna, S.Sos, M.IKom

Praktisi Komunikasi dan Pendidikan Universitas Bhayangkara Jaya (UBJ) Metha Madonna, S.Sos, M.IKom

59
SHARES
366
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BEKASI, KabarSDGs – Terjadinya interaksi dalam bentuk komunikasi yang intensif di dalam keluarga, berdampak pada kemampuan anak berbahasa. Riset menunjukan minim berkomunikasi dengan orangtua memiliki perbendaharaan bahasa yang lemah.

“Merujuk hipotesa relasi intensitas komunikasi dengan kemampuan berbahasa, maka pandemi Corona dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seharusnya memberi perbaikan kecerdasan linguistik anak,” ujar Praktisi Komunikasi dan Pendidikan Universitas Bhayangkara Jaya (UBJ) Metha Madonna, S.Sos, M.IKom kepada Kabarsdgs.com, belum lama.

BACA JUGA

PTP Nonpetikemas Sabet INSAN PR INDONESIA 2026

PTP Nonpetikemas Sabet INSAN PR INDONESIA 2026

14 Februari 2026
Bahasa dan Literasi Fondasi Karya Kreatif di Era AI

Bahasa dan Literasi Fondasi Karya Kreatif di Era AI

8 Februari 2026
Pemulihan Koneksi Pascabencana Melalui Layanan Satelit Satria-1

Pemulihan Koneksi Pascabencana Melalui Layanan Satelit Satria-1

2 Desember 2025

Kondisi saat ini memaksa setiap orangtua beraktivitas di rumah dan hikmahnya interaksi dengan anak jadi lebih baik, Apabila sebelumnya intensitas komunikasi rendah kini setiap anak memiliki kesempatan untuk menyampaikan obsesinya dan emosinya.

Karena menurut Dosen Peneliti di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) UBJ tersebut bahwa selama ini durasi bicara bisa dikatakan sangat minim, jarang kontak ditambah kurangnya kepekaan orangtua yang tidak sensitif pada emosional anak membuat intensitas komunikasi dalam keluarga rentan.

Hasil riset yang dilakukan dua dosen Fikom Universitas Bhayangkara Jakarta yaitu Metha Madonna, S.Sos.,M.I.Kom dan Mia Meilina, S.IP.,M.Comm, terhadap anak-anak dari keluarga pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bantargebang beberapa waktu lalu menunjukkan intensitas komunikasi rendah berdampak kemampuan berbahasa rendah.

Survei yang dilakukan dengan populasi 50 anak sebagai responden menunjukan bahwa lebih dari separuh yaitu 26 anak (52 %) intensitas komunikasi dalam keluarganya rendah yang berkorelasi dengan rendahnya kemampuan berbahasa (menulis) pada 45 (90%) anak.

Guna mengukur relasi intensitas komunikasi dalam keluarga dengan kemampuan berbahasa, tim peneliti mengoperasionalisasikan variabel dalam bentuk penulisan cerita pendek (Cerpen). Selanjutnya hasil karyanya anak pemulung tersebut dikategorisasikan menyangkut perbendaharaan kosa kata, struktur kalimat hingga tema dan pesan yang termuat dalam cerpen.

Hasilnya sangat mengejutkan hanya 5 anak (10 %) yang mampu berbahasa dengan baik melalui menulis cerpen dengan baik dan terkonfirmasi intensitas berkomunikasi kelimanya dalam keluarga cukup baik. Sebaliknya kebanyakan anak-anak termarjinalkan tersebut tidak mampu menulis dengan baik yaitu 45 anak (90 %) dan terbukti intensitas komunikasinya dalam keluarganya rendah.

“Namun kemampuan berbahasa tidak semata ditentukan komunikasi dalam keluarga saja, faktor intensitas di lingkungan bermain, di sekolah cukup membantu meningkatkan kecerdasan linguistik anak,” jelas Metha, sapaan akrab Metha Madonna.

Share24SendTweet15
Previous Post

Kemenhub dan Akademisi Bahas Metode Ukur Dampak Positif Transportasi

Next Post

Pelaut Tonggak Distribusi Logistik Nasional

Next Post
Pelaut Tonggak Distribusi Logistik Nasional

Pelaut Tonggak Distribusi Logistik Nasional

Kemendikbud: Orangtua Berperan Penting dalam Pelaksanaan Belajar dari Rumah

Kemendikbud: Orangtua Berperan Penting dalam Pelaksanaan Belajar dari Rumah

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Layanan Kesehatan Door To Door Jangkau Warga IKN

Layanan Kesehatan Door To Door Jangkau Warga IKN

15 April 2026
Pelatihan Anyaman Rotan Dorong Ekonomi Kreatif IKN

Pelatihan Anyaman Rotan Dorong Ekonomi Kreatif IKN

15 April 2026
Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

15 April 2026
Pemkab Asahan Luncurkan Podcast Asahan Cerdas

Pemkab Asahan Luncurkan Podcast Asahan Cerdas

15 April 2026
Gandeng PolTax UI, Kementerian Ekraf Siapkan Usulan Royalti yang Adaptif

Gandeng PolTax UI, Kementerian Ekraf Siapkan Usulan Royalti yang Adaptif

14 April 2026

POPULAR

  • Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

    25 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.