• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
19 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

BNPB: Masyarakat Harus Pelajari Literasi Kebencanaan

Pemahaman kebencanaan dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan

by Editor
13 Desember 2020
BNPB: Masyarakat Harus Pelajari Literasi Kebencanaan

Warga di Manggarai terdampak banjir keluar rumah sampai menunggu banjir reda yang entah sampai kapan bencana yang mereka alami berakhir. Foto: KabarSDGs I Yaumal Hutasuhut

34
SHARES
213
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengungkapkan, ‘Literasi Kebencanaan’ sangat penting, mengingat Indonesia sangat rentan dengan peristiwa bencana alam.

Berdasarkan data BNPB, 1 Januari-10 Desember 2020, 2676 bencana telah terjadi di Tanah Air, dengan catatan itu kata Lilik, membuat Indonesia dapat disebut sebagai ‘Laboratorium Kebencanaan,’

BACA JUGA

Pesawat Bantuan BNPB Tiba di Riau untuk Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla

Pesawat Bantuan BNPB Tiba di Riau untuk Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla

20 Februari 2026
Hadapi Cuaca Ekstrem, Kemenhub Siapkan Langkah Antisipatif

Hadapi Cuaca Ekstrem, Kemenhub Siapkan Langkah Antisipatif

31 Januari 2026
35 Ribu Armada Transportasi Siap Layani Masyarakat Selama Masa Nataru 2025/2026

35 Ribu Armada Transportasi Siap Layani Masyarakat Selama Masa Nataru 2025/2026

9 Desember 2025

“Sayang rasanya kalau setiap kejadian bencana itu terlewatkan begitu saja, sehingga perlu bagi kita yang ada di Indonesia ini, untuk mempelajarinya. Bukan hanya ancamannya, tetapi juga kerentanan dan kesiapsiagaannya, serta kapasitasnya,” kata Lilik lewat video diskusi daring, Minggu (13/12/2020).

Lilik pun menyebutkan, kebanyakan bencana alam yang terjadi — peristiwa yang berulang. Oleh karenanya bencana-bencana yang terjadi yang penting untuk dinarasikan dalam ‘Literasi Kebencanaan’ sebagai bahan pembelajaran bagi generasi penerus.

“Paling tidak kita bisa melakukan upaya-upaya untuk mengurangi jatuhnya korban. Mengurangi jangan sampai bencana makin besar lagi dampaknya di masa yang akan datang,” ujarnya.

Sementara itu, Wien Muldian dari Perkumpulan Literasi Indonesia menyarankan, Literasi Kebencanaan bukan hanya menjadi sekedar buku bacaan, namun bagaimana dapat mendorong masyarakat untuk bertukar pikiran tentang kebencanaan.

“Jadi bukan sekedar menggunakan panduan dari A dari B dari C, tapi mereka (masyarakat) bisa mengembangkan konten-konten dengan basis pengetahuan dan informasi dan juga kondisi lokal di daerah mereka masing-masing,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Philips Vermonte memiliki pandangan berbeda terkait Literasi Kebencanaan.

Dia menyebutkan, Indonesia seharusnya mengidentifikasikan bencana sebagai systemic vulnerability (Kerentanan sistemik). Karena menurutnya, setiap bencana yang terjadi harus ditransformasikan menjadi kekuatan dan mengerahkan sumber daya untuk maju.

“Dengan kata lain, mitigasi bencana bukan hanya dilakukan untuk bertahan, building back, rehabilitasi, rekonstruksi, recovery, dan aksi humanitarian, tetapi lebih itu, harus diarahkan menjadi cara pandang, bencana adalah systemic vulnerability dan didorong untuk menjadi faktor kemajuan,” jelasnya. YAUMAL HUTASUHUT

Share14SendTweet9
Previous Post

BNPB Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Next Post

Presiden: Kejaksaan Agung Aktor Kunci Selesaikan Pelanggaran HAM

Next Post
Jokowi: Digitalisasi Dunia Usaha Menjadi Keharusan

Presiden: Kejaksaan Agung Aktor Kunci Selesaikan Pelanggaran HAM

Industri Pelayaran Belum Pulih

Industri Pelayaran Belum Pulih

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Festival Kuliner Wonderful Indonesia Perluas Pasar Usaha Kuliner Nusantara

Festival Kuliner Wonderful Indonesia Perluas Pasar Usaha Kuliner Nusantara

19 Oktober 2026
PLN Dorong Ekonomi Sirkular Melalui Bank Sampah Terang

PLN Dorong Ekonomi Sirkular Melalui Bank Sampah Terang

19 Oktober 2026
Warteg on Train di KA Batavia Disambut Baik oleh Penumpang

Warteg on Train di KA Batavia Disambut Baik oleh Penumpang

19 Oktober 2026
BP Batam Perkuat Pasokan Air Bersih Untuk Kawasan Nongsa

BP Batam Perkuat Pasokan Air Bersih Untuk Kawasan Nongsa

19 Oktober 2026
KAI Suguhkan Warteg On Train di KA Batavia

KAI Suguhkan Warteg On Train di KA Batavia

19 Oktober 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4168 shares
    Share 1667 Tweet 1042
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3779 shares
    Share 1512 Tweet 945
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3229 shares
    Share 1292 Tweet 807
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3877 shares
    Share 1551 Tweet 969
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3814 shares
    Share 1526 Tweet 954

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.