• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
27 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

BNPB Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Jelang puncak musim penghujan Januari-Februari 2021

by Editor
12 Desember 2020
Banjir Kepung Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah

Banjir melanda Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah menyusul hujan yang terjadisejak Jumat (/12) hingga Minggu (6/12). Foto: BNPB

32
SHARES
200
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Badan Nasional Penanggulangan Becana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya jelang puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021.

“Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 8 Desember 2020 lalu menyebutkan, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami puncak musim hujan di bulan Januari dan Februari 2021. Kondisi ini dipengaruhi anomali iklim La Nina terpantau masih berlangsung di Samudera Pasifik dengan intensitas level ‘moderat’,” jelas Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

BACA JUGA

18.000 Liter Air dan 9 Pompa Air di Salurkan Ke Aceh Besar

18.000 Liter Air dan 9 Pompa Air di Salurkan Ke Aceh Besar

6 Agustus 2026
Ribuan Warga Mojokerto Alami Krisis Air Bersih

Ribuan Warga Mojokerto Alami Krisis Air Bersih

21 Juli 2026
Pembersihan Lumpur Pascabencana Sumatera Hampir Rampung

Pembersihan Lumpur Pascabencana Sumatera Hampir Rampung

23 Mei 2026

Sebelumnya, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal menyebutkan suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah daerah Nino 3.4 menunjukkan anomali sebesar -1.4°C, sehingga perkembangan saat ini menunjukkan Intensitas La Nina moderat yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada periode Januari – Maret 2021, dan kemudian akan melemah pada bulan Mei 2021.

Herizal menambahkan musim hujan di sebagian besar wilayah di Indonesia diprediksikan akan berlangsung hingga bulan April 2021. Peningkatan kewaspadaan diperlukan pada daerah-daerah yang diprediksi akan mendapatkan akumulasi curah hujan dengan kriteria tinggi hingga sangat tinggi atau lebih besar 300 mm per bulan pada bulan Desember 2020 – Januari 2021.

Daerah-daerah yang dimaksud antara lain berpeluang terjadi di pesisir barat Sumatera, sebagian besar pulau Jawa, Bali, sebagian Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan Papua.

“Puncak musim hujan 2020/2021 diprediksikan untuk sebagian besar wilayah akan terjadi pada bulan Januari – Februari 2021 yang umumnya bertepatan dengan puncak Monsun Asia,” ujar Herizal.

Raditya mengatakan, sedangkan melihat kejadian bencana hidrometeorologi, Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari 1 Januari hingga 11 Desember 2020 mencatat bencana banjir mengakibatkan sebanyak 795.563 rumah terendam, serta rumah rusak berat 7.224 unit, rusak sedang 3.479 dan rusak ringan 12.735.

Bencana hidrometeorologi juga berdampak pada jatuhnya korban meninggal 224 jiwa, hilang 26, luka-luka 271 dan mengungsi atau terdampak mencapai 4,19 juta.

Terkait dengan peristiwa bencana hidrometeorologi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengharapkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, baik pemerintah dan masyarakat, dalam mencegah dan mengantisipasi dampak bencana yang mungkin terjadi.

Dampak La Nina dapat memicu curah hujan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal sehingga potensi banjir, banjir bandang dan tanah longsor ke depan perlu diwaspadai. Di samping itu, BMKG memprediksikan puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021. Sekali lagi, kondisi ini membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan setiap individu, setiap anggota keluarga dan komunitas.

Menyikapi potensi bencana ini, BNPB telah menyampaikan arahan kesiapsiagaan kepada seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh provinsi. Tentu hal ini diteruskan hingga BPBD di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Tanah Air. Upaya dini pencegahan dan mitigasi harus dilakukan untuk mengurangi atau pun menghindari dampak bencana.

Pada September 2020 lalu, BNPB melalui Deputi Bidang Pencegahan Lilik Kurniawan memberikan arahan kepada pemerintah daerah untuk melakukan koordinasi secara berkala dengan dinas terkait dan aparatur kabupaten dan kota di daerah setempat.

Ia berharap pemerintah daerah untuk melakukan monitoring terhadap informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana melalui beberapa situs dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) serta BNPB.

BNPB mencatat total jumlah kejadian bencana per 11 Desember 2020 mencapai 2.779 kejadian. Dari jumlah tersebut, bencana hidrometeorologi dominan dibandingkan jenis bencana lain. Tercatat bencana banjir mencapai 1.015 kejadian, disusul angin puting beliung 842, tanah longsor 535 dan kekeringan 29.

Share13SendTweet8
Previous Post

Es Krim Zangrandi, Cita Rasa Beda dari Era Kolonial

Next Post

BNPB: Masyarakat Harus Pelajari Literasi Kebencanaan

Next Post
BNPB: Masyarakat Harus Pelajari Literasi Kebencanaan

BNPB: Masyarakat Harus Pelajari Literasi Kebencanaan

Jokowi: Digitalisasi Dunia Usaha Menjadi Keharusan

Presiden: Kejaksaan Agung Aktor Kunci Selesaikan Pelanggaran HAM

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Maybank Marathon 2026 Dorong Sport Tourism Bali

Maybank Marathon 2026 Dorong Sport Tourism Bali

27 Agustus 2026
Pelindo Perkuat Keselamatan Pelayaran Lewat IMPA Congress

Pelindo Perkuat Keselamatan Pelayaran Lewat IMPA Congress

27 Agustus 2026
Air Bersih Disalurkan bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jawa Tengah

Air Bersih Disalurkan bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jawa Tengah

26 Agustus 2026
Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 103 Orang

Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 103 Orang

26 Agustus 2026
29.000 Liter Air Bersih Dialirkan bagi Warga Terdampak Kekeringan di Wilayah Sungai Bengawan Solo

29.000 Liter Air Bersih Dialirkan bagi Warga Terdampak Kekeringan di Wilayah Sungai Bengawan Solo

26 Agustus 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2369 shares
    Share 948 Tweet 592
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    2054 shares
    Share 822 Tweet 514
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2062 shares
    Share 825 Tweet 516
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2072 shares
    Share 829 Tweet 518
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2110 shares
    Share 844 Tweet 528

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.