• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 Desember 2025
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Es Krim Zangrandi, Cita Rasa Beda dari Era Kolonial

by Fiani Sukarta
12 Desember 2020
Es Krim Zangrandi, Cita Rasa Beda dari Era Kolonial
127
SHARES
792
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

SURABAYA, KabarSDGs – Yuwan terlihat bersiap menyantap es krim pesanannya. Dia tak ingin es krimnya segera mencair karena terlalu lama digunakan untuk mengambil foto. Ya, sudah tidak aneh lagi bagi masyarakat Indonesia yang memotret makanan atau minuman terlebih dulu sebelum menyantapnya. Biasanya, mereka mengambil foto untuk segera diunggah ke media sosial.

“Segar,” kata Yuwan setelah memasukan satu sendok Noodle Ice Cream ke dalam mulutnya. Es krim vanila dengan bentuk pasta spagethi bergelombang itu langsung lumer di lidahnya. Yuwan memilih es krimya hanya dengan taburan saus cokelat tanpa toping kacang yang semestinya membuat es krim itu tambah gurih. Meski begitu, dia pun tetap merasa es krim yang disantapnya nikmat. “Enak, sepertinya ada yang beda dengan es krimnya,” kata dia.

BACA JUGA

Promosikan Kuliner dan Budaya Joglosemar ke Pasar Malaysia Lewat Famtrip

Promosikan Kuliner dan Budaya Joglosemar ke Pasar Malaysia Lewat Famtrip

10 November 2025
Pemerintah Ingin Bangun Soft Power Industri Game hingga Kuliner

Pemerintah Ingin Bangun Soft Power Industri Game hingga Kuliner

11 Agustus 2025
Bagian Bawah Jembatan Siak IV Disiapkan Jadi Sentra Kuliner dan UMKM Malam Hari

Bagian Bawah Jembatan Siak IV Disiapkan Jadi Sentra Kuliner dan UMKM Malam Hari

17 Mei 2025
Es krim
Noodle ice cream, pilihan menu dari Zangrandi ice cream (KabarSDGs/Fifia )

Yuwan mengaku sudah beberapa kali ke Graha Es Krim Zangrandi yang terletak di Jalan Yos Sudarso No 15, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Biasanya, dia mengajak teman atau tamunya yang berasal dari luar kota. Es krim yang biasanya dia pilih yaitu Banana Split, paduan es krim cokelat crush dengan kesegaran stroberi-kopyor yang disajikan dengan buah pisang.

Es krim Zangrandi memang cukup terkenal di Surabaya. Bisa dibilang, es krim ini merupakan pelopor karena didirikan pada tahun 1930, sebelum Indonesia merdeka. Menjadi salah satu obyek wisata kuliner di Surabaya, es krim ini dibuat menggunakan resep Nyonya Roberto Zangrandi atau dikenal dengan Mevrouw Zangrandi yang berasal dari Italia.

Dengan resep istrinya itu lah, kemudian Roberto Zangardi mendirikan restoran es krim dengan nama R. Zangrandi- Ice Cream Zangrandi-Tutti Frutti. Terdapat tiga pilihan menu yaitu Tutti Frutti, Macedonia, dan es krim Soda. Sementara untuk pilihan rasa terdapat vanila, cokelat, stroberi, dan moka.

Zangrandi
Zangrandi Ice Cream

Di tahun 1960, Roberto Zangrandi dan keluarga memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya. Restoran dan resepnya kemudian dijual kepada pengusaha wine Adi Tanumulia. “Ini sudah generasi ke-3 dari Adi Tanumulia,” kata Public Relation Officer Hanifah Siswanti saat ditemui KabarSDGs, belum lama ini.

Melalui “tangan” Adi Tanumulia kemudian terdapat ragam varian rasa yang dapat dinikmati hingga saat ini di bangunan yang diresmikan sebagai Cagar Budaya pada 2017 itu. Raspberry, chocolate crush, coconut, lychee, rum raisin, mocha chocho flake merupakan tambahan varian rasanya. Sementara dari menu beragam, membuat setiap saat ke sana akan memilih menu yang berbeda agar tak ketinggalan rasanya.

Es krim
Es krim Tutti Frutti

Di Graha Es Krim Zangrandi, menu favorit hingga saat ini yaitu Es Krim Tutti Frutti. Tidak seperti bentuk es krim lainnya yang terlihat cantik, Tutti Frutti seperti potongan kue. Membuat siapa pun yang melihatnya untuk pertama kali merasa es krim itu kurang menarik. Tapi ternyata, soal rasa, Tutti Frutti memang tidak ada duanya.

“Enak, seperti ada rasa buahnya,” kata Tika yang tidak menyangka pilihan temannya lebih enak dibandingkan pilihan es krimnya. Dengan suasana ruangan yang klasik, Tutti frutti juga dapat membawa kita membayangkan ke era zaman kolonial dulu. Di mana es krim ini sudah dijajakan dan dinikmati dari zaman Belanda.

Zangrandi
Public Relation Officer Zangrandi Hanifah Siswati

Diakui Hanifah, kunci dari es krimnya yang enak yaitu penggunaan krim kocok atau slagroom yang terbuat dari putih telur yang difermentasi. Namun, tidak semua es krim menggunakan rum dan slagroom. Selain itu, es krim juga tidak menggunakan bahan pengawet sehingga terasa beda dan mudah meleleh.

Selama pandemi, Graha Es Krim Zangrandi buka dari Pukul 10.00 hingga 21.00 WIB, sebelumnya dari pukul 10.00 hingga 22.00, dan 23.00 jika akhir pekan. Saat ini, pengunjung dan karyawan Zangrandi juga harus mengikuti kebiasaan baru yaitu mencuci tangan dengan sabun sebelum memasuki restoran, menggunakan masker, dan duduk berjarak. Begitu pun karyawan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri dan area kasir juga diberi sekat pelindung.

Zangrandi
Terapkan protokol kesehatan (KabarSDGs/Fifia)

Hanifah berharap, Zangrandi ke depan bisa terus berkespansi, berkembang menjadi lebih besar. Saat ini, selain di Jalan Yos Sudarso, Zangrandi dapat ditemui di Pasar Atum Mall, Surabaya. Harga es krim dibanderol dari sekitar 30 an ribu rupiah hingga 69 ribu rupiah.

Es krim
Nutty Monkey

 

Share51SendTweet32
Previous Post

23 Rumah Rusak Akibat Guncangan Gempa M4,2

Next Post

BNPB Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Next Post
Banjir Kepung Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah

BNPB Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi

BNPB: Masyarakat Harus Pelajari Literasi Kebencanaan

BNPB: Masyarakat Harus Pelajari Literasi Kebencanaan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Workshop Tari Nusantara Hadirkan Kolaborasi Gerak sebagai Identitas Budaya IKN

Workshop Tari Nusantara Hadirkan Kolaborasi Gerak sebagai Identitas Budaya IKN

5 Desember 2025
Pembangunan Mini Teater Perpustakaan Bontang Dipastikan Berjalan dengan Pengawasan Ketat

Pembangunan Mini Teater Perpustakaan Bontang Dipastikan Berjalan dengan Pengawasan Ketat

5 Desember 2025
DPMPTSP Bontang Perkuat Layanan Inklusif untuk Warga Berkebutuhan Khusus

DPMPTSP Bontang Perkuat Layanan Inklusif untuk Warga Berkebutuhan Khusus

5 Desember 2025
PMI Kirim 100 Ribu Telur Asin untuk Penyintas Banjir Sumatera dan Aceh

PMI Kirim 100 Ribu Telur Asin untuk Penyintas Banjir Sumatera dan Aceh

5 Desember 2025
Program MBG, Kementerian PU Siapkan Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Program MBG, Kementerian PU Siapkan Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

5 Desember 2025

POPULAR

  • Muara Enim Hadirkan Program Perlindungan dan Beasiswa S2 bagi Guru

    Muara Enim Hadirkan Program Perlindungan dan Beasiswa S2 bagi Guru

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Longsor Putus Akses Jalan Nasional Sipirok

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Aceh Tengah Mulai Merasakan Dukungan Bantuan dan Berharap Infrastruktur Kembali Pulih

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • WEGE Paparkan Tantangan Industri Dan Sesuaikan Dana IPO Untuk Jaga Likuiditas

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kementerian PU Tindak Lanjuti Usulan Jembatan Gantung di Nias Selatan

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.