• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
2 November 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Fadli Zon Dorong Konservasi Geopark Maros-Pangkep

by SDGS Admin
1 November 2026
Fadli Zon Dorong Konservasi Geopark Maros-Pangkep
17
SHARES
108
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Maros, Kabar SDGs – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya pelestarian dan konservasi kekayaan alam serta keanekaragaman hayati Indonesia saat mengunjungi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Kawasan yang menjadi bagian dari Geopark Maros-Pangkep tersebut telah memperoleh pengakuan UNESCO Global Geopark sejak 2023.

Dalam kunjungan itu, Fadli meninjau potensi kawasan yang memiliki bentang alam karst sekaligus kekayaan hayati dan budaya. Menurutnya, berbagai potensi tersebut memiliki nilai penting bagi penelitian, pendidikan, serta pengembangan pengetahuan mengenai sejarah dan keunikan Indonesia.

BACA JUGA

Menpar Pastikan Kesiapan Ijen Jelang Revalidasi UNESCO Global Geopark

Menpar Pastikan Kesiapan Ijen Jelang Revalidasi UNESCO Global Geopark

27 Juli 2026
Belitong Akan Revalidasi UNESCO Global Geopark

Belitong Akan Revalidasi UNESCO Global Geopark

6 Juli 2026
Tim Assesor UNESCO Tiba di Geosite Sibisa Lakukan Evaluasi Kaldera Toba

Tim Assesor UNESCO Tiba di Geosite Sibisa Lakukan Evaluasi Kaldera Toba

27 Juli 2025

Sebagai Ketua Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Fadli turut menekankan perlunya menjaga komitmen pelestarian dan memenuhi ketentuan UNESCO dalam pengelolaan kawasan geopark. Ia menilai kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya merupakan unsur yang saling berkaitan dalam membentuk identitas suatu wilayah.

“Geopark ini memiliki kekayaan yang luar biasa, baik dari bentang alam, keanekaragaman hayati, maupun keunikan yang menjadi bagian dari identitas kawasan. Karena itu, kekayaan ini harus terus dijaga, dilindungi, dan dikonservasi. Sebagai UNESCO Global Geopark, kawasan ini juga memiliki tanggung jawab untuk memenuhi persyaratan pelestarian, edukasi, dan pelaporan secara berkala kepada UNESCO,” ucapnya.

Fadli juga menyoroti nilai historis Bantimurung sebagai lokasi penelitian naturalis Inggris, Alfred Russel Wallace, yang pernah melakukan penelitian kupu-kupu di kawasan tersebut pada abad ke-19. Kekayaan spesies kupu-kupu dan karakteristik vegetasi Sulawesi dinilai menjadi bagian penting dari biodiversitas Indonesia yang perlu terus diteliti dan dilindungi.

“Kupu-kupu Bantimurung merupakan salah satu kekayaan biodiversitas Indonesia yang sangat menarik. Kawasan ini pernah menjadi lokasi penelitian Alfred Russel Wallace dan memiliki keunikan spesies yang menjadi bagian dari kekayaan alam Sulawesi. Kita perlu memastikan bahwa keanekaragaman hayati ini tetap terjaga melalui perlindungan dan konservasi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung merupakan kawasan konservasi yang secara administratif mencakup Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), serta Kabupaten Bone. Kawasan seluas sekitar 43.077,30 hektare ini dikenal dengan formasi karstnya, termasuk bentang alam menara karst yang menjadi ciri khas wilayah Maros-Pangkep.

Pengakuan UNESCO Global Geopark yang diperoleh Maros-Pangkep pada 2023 mencerminkan nilai penting kawasan tersebut dari aspek geologi, keanekaragaman hayati, dan kebudayaan. Selain menjadi habitat bagi beragam flora dan fauna, kawasan ini juga menyimpan jejak kehidupan serta tradisi masyarakat setempat. Keterkaitan ketiga unsur tersebut menjadikan pengelolaan dan pelestarian kawasan perlu dilakukan secara terpadu.

Bantimurung juga dikenal dengan julukan The Kingdom of Butterfly atau Kerajaan Kupu-kupu karena kekayaan spesies kupu-kupunya. Penelitian Alfred Russel Wallace pada 1857 turut memperkenalkan keanekaragaman kupu-kupu di kawasan tersebut kepada dunia melalui kajian sejarah alam. Hingga kini, kekayaan hayati dan bentang alam karst Bantimurung tetap menjadi bagian penting dari kegiatan konservasi, penelitian, dan wisata alam.

Sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark, Maros-Pangkep memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan nilai geologi, hayati, dan budaya yang menjadi dasar pengakuannya. Upaya tersebut meliputi konservasi, edukasi, serta pengembangan kawasan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, Sinatriyo Danuhadiningrat.

Kementerian Kebudayaan mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian kekayaan alam dan budaya di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung serta Geopark Maros-Pangkep. Melalui kerja sama berbagai pihak, kawasan tersebut diharapkan tetap terpelihara dan dapat memberikan manfaat bagi penelitian, pendidikan, serta generasi mendatang.

Share7SendTweet4
Previous Post

Pendapatan Bisnis AI Indosat Tembus USD50 Juta pada 2026

Next Post

Kemenkum Bali Perluas Layanan Pencatatan Hak Cipta Gratis

Next Post
Kemenkum Bali Perluas Layanan Pencatatan Hak Cipta Gratis

Kemenkum Bali Perluas Layanan Pencatatan Hak Cipta Gratis

Suara Segara: Perempuan Gedongmulyo Bercerita

Suara Segara: Perempuan Gedongmulyo Bercerita

Discussion about this post

NEWS UPDATE

CDI Perkuat Bisnis Maritim dengan Kapal Elara Dalimbar 1

CDI Perkuat Bisnis Maritim dengan Kapal Elara Dalimbar 1

2 November 2026
FMTI Makassar 2026 Hidupkan Musik Tradisi Lewat Re’rasa’

FMTI Makassar 2026 Hidupkan Musik Tradisi Lewat Re’rasa’

2 November 2026
Pelanggaran Bus AntarKota Didominasi Penyimpangan Trayek

Pelanggaran Bus AntarKota Didominasi Penyimpangan Trayek

2 November 2026
PGN Bidik Kontrak LNG North Hub Senilai Rp25 Triliun

PGN Bidik Kontrak LNG North Hub Senilai Rp25 Triliun

2 November 2026
Patriot Unpad Perkuat Akses Air Bersih di Bomberay–Tomage dengan Water Treatment Pasoepati Padjadjaran,

Patriot Unpad Perkuat Akses Air Bersih di Bomberay–Tomage dengan Water Treatment Pasoepati Padjadjaran,

2 November 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4482 shares
    Share 1793 Tweet 1121
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4156 shares
    Share 1662 Tweet 1039
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4184 shares
    Share 1674 Tweet 1046
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4193 shares
    Share 1677 Tweet 1048
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4130 shares
    Share 1652 Tweet 1033

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.