Probolinggo, Kabar SDGs – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali menerima kunjungan wisatawan setelah aktivitas wisata sempat dihentikan selama sekitar dua pekan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembukaan kembali kawasan wisata Gunung Bromo tersebut dilakukan sejak Kamis (20/8/2026), berdasarkan surat edaran Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Keputusan itu menjadi langkah untuk kembali menggerakkan aktivitas wisata dengan tetap mengutamakan keamanan serta perlindungan kawasan konservasi.
Seiring dibukanya kembali kawasan tersebut, wisatawan diwajibkan mengikuti seluruh ketentuan dan arahan yang diberikan petugas selama berada di lapangan. Pengunjung juga dilarang membuang puntung rokok secara sembarangan serta menyalakan perapian, api unggun, maupun benda lain yang berpotensi menjadi sumber api.
Selain menjaga keselamatan dari ancaman kebakaran, wisatawan diminta turut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama berada di kawasan TNBTS. Apabila menemukan asap, bara api, atau tanda-tanda lain yang mengarah pada potensi kebakaran, pengunjung diminta segera melaporkannya kepada petugas.
Kewaspadaan tersebut diperlukan agar peristiwa kebakaran yang sebelumnya menyebabkan penutupan kawasan tidak kembali terjadi. Pengunjung dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan konservasi diharapkan ikut bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.
Korem 083/Baladika Jaya, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan, menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi sebelumnya berdampak terhadap kawasan dengan luasan mencapai 1.11,66 hektare.
“Terimakasih atas koordinasi yang baik selama penanganan karhutla ini. Tetap kita harus saling bersinergi untuk bangkit bersama,” katanya.
Dengan kembali dibukanya kawasan Gunung Bromo, aktivitas pariwisata di TNBTS diharapkan dapat berjalan kembali dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Kepatuhan wisatawan terhadap aturan pencegahan kebakaran menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan konservasi sekaligus memastikan destinasi wisata tersebut tetap aman untuk dikunjungi.











Discussion about this post