• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
16 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Unila Dorong Budidaya Jamur Berbasis Teknologi

by SDGS Admin
16 Agustus 2026
Unila Dorong Budidaya Jamur Berbasis Teknologi
15
SHARES
91
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Pringsewu, Kabar SDGs – Universitas Lampung (Unila) mendorong pengembangan usaha budidaya jamur yang lebih efisien dan berkelanjutan melalui penerapan teknologi tepat guna di Kelompok Wanita Tani (KWT) Pangan Lestari, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Program tersebut menghadirkan sejumlah inovasi, mulai dari sistem pemantauan suhu dan kelembaban kumbung berbasis Internet of Things (IoT), sistem penyiraman otomatis, hingga pengolahan limbah log jamur menggunakan metode biokonversi dengan maggot Black Soldier Fly (BSF).

BACA JUGA

UMKM Seroja Kampar Perkuat Budidaya Jamur Tiram Mandiri

UMKM Seroja Kampar Perkuat Budidaya Jamur Tiram Mandiri

25 Juni 2026
Unila Gelar Riset Festival 2025

Unila Gelar Riset Festival 2025

17 September 2025
Universitas Baturaja Kunjungi Unila Bahas Penguatan Mutu Pendidikan

Universitas Baturaja Kunjungi Unila Bahas Penguatan Mutu Pendidikan

18 Juli 2025

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026.

Melalui program tersebut, Unila berupaya membantu KWT Pangan Lestari beralih dari pola budidaya konvensional menuju sistem pengelolaan yang lebih terukur, efisien, dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

KWT Pangan Lestari merupakan kelompok usaha produktif yang mengembangkan budidaya jamur tiram putih sejak 2019. Saat ini, kelompok tersebut mengelola sekitar 1.000 log jamur dengan produksi sekitar 8 hingga 10 kilogram per hari.

Sebelum penerapan teknologi, kondisi suhu dan kelembaban kumbung masih dipantau secara manual berdasarkan pengalaman anggota kelompok. Pola tersebut membuat kondisi lingkungan pertumbuhan jamur belum dapat diketahui melalui data yang terukur.

Persoalan lainnya berkaitan dengan limbah log jamur setelah masa produksi berakhir. Limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal tersebut sebelumnya sebagian dibakar atau ditimbun sehingga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan sekaligus menghilangkan peluang pemanfaatan sumber daya yang masih bernilai.

Tim Unila kemudian memperkenalkan sistem IoT yang memungkinkan suhu dan kelembaban kumbung dipantau secara lebih terukur. Informasi tersebut dapat digunakan anggota kelompok sebagai dasar dalam menentukan tindakan yang diperlukan untuk menjaga kondisi lingkungan budidaya.

Teknologi tersebut dipadukan dengan sistem penyiraman otomatis untuk mengurangi pekerjaan manual. Sebelumnya, penyiraman dapat dilakukan dua hingga tiga kali dalam sehari dan frekuensinya berpotensi meningkat ketika musim kemarau.

Dengan otomatisasi, pengelolaan kumbung diharapkan menjadi lebih praktis sekaligus membantu menjaga kondisi lingkungan pertumbuhan jamur secara lebih konsisten.

Tim pengabdian juga mengembangkan pendekatan pengelolaan limbah melalui biokonversi menggunakan maggot BSF. Limbah log jamur dimanfaatkan sebagai bagian dari bahan dalam proses tersebut untuk menghasilkan kasgot atau pupuk organik bekas maggot serta maggot yang berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ternak alternatif.

Penggabungan digitalisasi budidaya dan pemanfaatan limbah tersebut menjadi bagian dari penerapan konsep circular economy. Dengan pendekatan ini, sisa produksi tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi dapat diolah kembali sehingga memberikan manfaat dan peluang nilai tambah.

Program tersebut diketuai Nadia Maharani, S.Pt., M.Si., dosen Program Studi Peternakan Unila. Ia bekerja bersama Rizkima Akbar Setiawan, S.T., M.T., dosen bidang Teknik Informatika Unila, serta Ir. Rabiatul Adawiyah, M.Si.

Kolaborasi tersebut menggabungkan keahlian peternakan, agribisnis, teknologi informasi dan teknologi tepat guna untuk menghasilkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari dua bidang keilmuan. Bagas Pangestu dan Elthon Jhon Kevin dari Teknik Informatika berperan dalam aspek teknologi dan penerapan sistem IoT. Sementara Daffa Fauzan Kamilo dan Muhammad Nur Irwansyah dari bidang Peternakan terlibat dalam pendampingan budidaya, pengelolaan limbah dan penerapan biokonversi maggot BSF.

Kegiatan dilakukan secara bertahap melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan hingga evaluasi. Penyampaian materi disertai praktik langsung agar anggota KWT tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menjalankan dan merawat teknologi yang telah diterapkan.

Ketua tim pengabdian Nadia Maharani mengatakan teknologi yang diperkenalkan dirancang agar dapat digunakan sesuai kemampuan dan kebutuhan kelompok.

“Melalui penerapan IoT, anggota KWT dapat memantau suhu dan kelembaban kumbung secara lebih terukur sehingga pengelolaan budidaya tidak hanya bergantung pada perkiraan. Pada saat yang sama, limbah log jamur yang sebelumnya belum dimanfaatkan dapat diolah melalui biokonversi maggot BSF sehingga memiliki nilai guna dan potensi nilai ekonomi,” jelas Nadia.

Rizkima Akbar Setiawan menilai teknologi untuk masyarakat tidak selalu harus menggunakan sistem yang rumit. Menurutnya, teknologi tepat guna justru perlu mempertimbangkan kondisi pengguna agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Teknologi yang baik bukan hanya teknologi yang canggih, tetapi teknologi yang dapat digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sistem IoT yang diterapkan pada program ini dirancang agar sederhana dan dapat membantu anggota KWT memperoleh informasi kondisi kumbung dengan lebih mudah,” jelas Rizkima.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran langsung. Mahasiswa Teknik Informatika memperoleh pengalaman menerapkan teknologi digital di lingkungan masyarakat, sedangkan mahasiswa Peternakan mendapatkan pengalaman dalam pendampingan budidaya serta pengelolaan limbah melalui pendekatan biokonversi.

Unila berharap kolaborasi antara dosen, mahasiswa dan masyarakat tersebut dapat terus berjalan setelah program selesai. KWT Pangan Lestari didorong untuk mampu mengoperasikan serta mengembangkan teknologi secara mandiri sehingga inovasi yang diterapkan tidak berhenti pada tahap pemasangan.

Melalui program ini, Unila juga memperkuat upaya hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi agar hasil pengembangan di lingkungan akademik dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Integrasi IoT, otomatisasi budidaya dan biokonversi limbah maggot BSF diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan usaha jamur berbasis circular economy yang berpotensi diterapkan oleh kelompok masyarakat lain di Pringsewu maupun daerah lainnya.

Share6SendTweet4
Previous Post

DPRD Jatim Dukung Kendaraan Listrik

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Unila Dorong Budidaya Jamur Berbasis Teknologi

Unila Dorong Budidaya Jamur Berbasis Teknologi

16 Agustus 2026
DPRD Jatim Dukung Kendaraan Listrik

DPRD Jatim Dukung Kendaraan Listrik

16 Agustus 2026
Vega Hotel Pererat Hubungan dengan Mitra Bisnis

Vega Hotel Pererat Hubungan dengan Mitra Bisnis

15 Agustus 2026
UMN Dorong Mahasiswa Kembangkan Karya IP

UMN Dorong Mahasiswa Kembangkan Karya IP

15 Agustus 2026
PPU Gandeng Karo Kendalikan Inflasi

PPU Gandeng Karo Kendalikan Inflasi

15 Agustus 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1755 shares
    Share 702 Tweet 439
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    1725 shares
    Share 690 Tweet 431
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1788 shares
    Share 715 Tweet 447
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1759 shares
    Share 704 Tweet 440
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1757 shares
    Share 703 Tweet 439

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.