Mojokerto, Kabar SDGs – Memasuki tahun ajaran 2026/2027, permintaan sepatu safety produksi industri rumahan di Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan pesanan tersebut dirasakan langsung oleh pengrajin sepatu safety, Pahrur Rozi Nasution, yang menyebut permintaan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
Sebagian besar pesanan datang dari sekolah menengah kejuruan (SMK) yang menggunakan sepatu safety sebagai perlengkapan praktik siswa. Kondisi ini membuat produksi sepatu berbahan kulit sapi tersebut meningkat dalam beberapa bulan terakhir untuk memenuhi kebutuhan pasar menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.
“Kalau di kami sepatu sekolah terbuat dari kulit sapi dan kami full kulit untuk produksinya. Permintaan sudah bagus untuk kalangan sekolah. Selama ini ada beberapa sekolah langganan dan ambil ke kami, makanya dari jauh hari menyediakan stok untuk jelang ajaran baru ini supaya sekolah tidak menunggu lama,” ungkapnya, Jumat (19/6/2026).
Untuk memenuhi tingginya permintaan, Rozi dibantu belasan pekerja dalam proses produksi. Setiap harinya, sekitar 120 pasang sepatu safety diproduksi dan sebagian besar dipesan secara kolektif melalui pihak sekolah untuk digunakan siswa dalam kegiatan praktik maupun aktivitas pembelajaran lainnya.
“Kalau peningkatan setiap ajaran baru itu bisa meningkat seratus persen dari hari biasanya,” katanya.
Meski menggunakan bahan kulit sapi asli, harga yang ditawarkan masih tergolong terjangkau. Sepatu safety tersebut dipasarkan mulai dari sekitar Rp100.000 per pasang. Dalam beberapa kesempatan, pesanan dari pihak sekolah bahkan mencapai ratusan pasang sekaligus.
“Permintaan dari sekolah Jawa Tengah, Semarang, Kalimantan dan ada juga dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini kan memakai kulit sapi asli, jadi kualitas bagus. Kalau untuk cewek Rp1.600.000 per kodi,” sebut Rozi.
Selain melayani kebutuhan siswa SMK, produk sepatu safety buatan Rozi juga diminati kalangan pekerja di sektor konstruksi dan pertambangan. Pemasaran yang dilakukan melalui berbagai platform media sosial turut membantu memperluas jangkauan pasar hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
Meningkatnya permintaan tersebut menjadi peluang positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Mojokerto. Di sisi lain, perkembangan usaha ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses produksi sepatu safety berbahan kulit sapi.











Discussion about this post