• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Khofifah Pimpin Tanam Tebu Perdana Dukung Swasembada Gula

by SDGS Admin
27 Mei 2026
Khofifah Pimpin Tanam Tebu Perdana Dukung Swasembada Gula
19
SHARES
118
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Kediri, Kabar SDGs – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin kegiatan tanam tebu perdana dalam rangka program bongkar ratoon serentak di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat target swasembada gula nasional melalui peningkatan produktivitas dan perluasan lahan tebu.

Kegiatan itu turut dihadiri Pelaksana Tugas Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil, Direktur Utama Sinergi Gula Nusantara Mahmudi, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah kepala daerah yang mengikuti secara daring.

BACA JUGA

Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

27 September 2026
Bendungan Way Apu Capai 86,91 Persen, Dukung Swasembada Pangan di Maluku

Bendungan Way Apu Capai 86,91 Persen, Dukung Swasembada Pangan di Maluku

21 Juni 2026
Pembangunan Sumur Bor di Nganjuk, untuk Mendukung Swasembada Pangan

Pembangunan Sumur Bor di Nganjuk, untuk Mendukung Swasembada Pangan

13 April 2026

Program bongkar ratoon kali ini tidak hanya berfokus pada penanaman ulang, tetapi juga memperluas area tanam tebu. Pada 2026, Jawa Timur mendapat target pengembangan lahan tebu terbesar secara nasional dengan luas mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

“Hari ini kita lakukan bongkar ratoon serentak di 11 Kabupaten di 15 titik tanam. Dari sebelas daerah itu, yang areanya paling luas itu di Kabupaten Kediri, maka hari ini dipusatkan di Desa Ngletih bersama Kelompok Tani Tebu Semoga Jaya. Kita nandur tadi dengan doa, Insya Allah tidak hanya produktif tapi juga berkah,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, program tersebut membawa misi besar untuk mempercepat tercapainya kemandirian gula nasional. Target pemerintah pada tahun ini difokuskan pada swasembada gula konsumsi, sedangkan tahun berikutnya diharapkan dapat mencakup gula konsumsi dan industri.

“Ada niat mulia untuk bisa mencapai swasembada gula. Tahun ini targetnya adalah swasembada gula konsumsi, tahun depan diharapkan swasembada gula konsumsi maupun industri. Salah satu yang diharapkan produktifitas dan luas lahan di Jawa Timur ini,” tambahnya.

Khofifah menilai penguatan sektor hilir juga perlu menjadi perhatian. Ia menyoroti pentingnya kepastian pasar bagi petani setelah proses panen dan penggilingan selesai.

“Bagaimana pasca penggilingan, petani tebu itu berkepastian bahwa hasil panen gulanya itu terserap oleh pasar dengan harga komersial,” terangnya.

Ia juga menyinggung pengalaman sebelumnya saat gula produksi Jawa Timur sulit terserap pasar karena membanjirnya gula rafinasi.

“Waktu itu saya keliling, apa penyebabnya. Rupanya kebanjiran gula rafinasi, sehingga gula dari Jatim tidak bisa keluar Jatim. Artinya bahwa target swasembada gula konsumsi ini harus satu paket,” imbuh Khofifah.

Menurutnya, kebijakan pemerintah saat ini telah mengurangi impor gula rafinasi dan pengelolaannya diserahkan kepada BUMN guna mempermudah pengawasan.

“Kalau gula rafinasi merembes kepasar sangat mengganggu gula petani tebu,” jelasnya.

Khofifah juga mengajak seluruh petani tebu dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi demi memastikan keberhasilan program.

“Oleh karena itu tetap diberseiringi ikhtiar dhahiran wa batinan. Panjenengan menanam, masuknya ke pabrik gula, setelah proses penggilingan gula akan dilelang, kita berharap akan disiapkan ekosistem yang betul-betul terserap oleh market,” katanya.

Secara nasional, Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan lahan tebu seluas 97.970 hektare pada 2026. Dari total tersebut, Jawa Timur memperoleh porsi terbesar dengan target 54.897 hektare.

“Ini menunjukkan bahwa Jawa Timur dipercaya sebagai garda terdepan dalam penguatan industri gula nasional. Insya Allah, amanah ini akan kita jawab dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif,” tuturnya.

Sebagai provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia, Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Pada 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur tercatat mencapai 1.343.995 ton, angka tertinggi dalam kurun satu dekade terakhir.

“Capaian ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi buah dari gotong royong seluruh elemen, mulai dari petani, pabrik gula, pemerintah, hingga lembaga penelitian dan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Khofifah menyebut Kabupaten Kediri memiliki posisi strategis karena ditopang sekitar 25 ribu hektare lahan tebu serta tiga pabrik gula yang mendukung industri tersebut.

“Ini merupakan kekuatan strategis yang harus terus kita dorong agar Kediri semakin menjadi pusat pertumbuhan industri gula nasional,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat dukungan melalui bantuan alat dan mesin pertanian, penguatan sistem irigasi, serta program mitigasi perubahan iklim.

“Kita menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga persaingan global. Karena itu, kunci keberhasilan kita adalah inovasi dan kolaborasi,” tegasnya.

Khofifah berharap kegiatan tanam tebu perdana tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh daerah sentra tebu di Jawa Timur.

“Saya berharap momentum ini menjadi pengungkit semangat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Mari kita jadikan sektor pergulaan sebagai penggerak ekonomi rakyat dan penguat kesejahteraan petani Jawa Timur,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil menilai Jawa Timur memiliki capaian yang baik dalam sektor pertanian dan optimistis target swasembada dapat tercapai.

“Bersama para petani kita lakukan tanam perdana untuk bongkar ratoon. Kediri ini punya prestasi besar mari kita dorong supaya bisa mewujudkan swasembada gula,” katanya.

“Kinerja Jawa Timur ini sangat keren, produktivitas pasti tinggi untuk komoditas beras gula bahkan jagung. Atas dukungan Ibu Gubernur dan Dirut SGN, harapan kita supaya program ini bisa sukses,” imbuh Ali.

Direktur Utama Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menambahkan program bongkar ratoon merupakan bagian dari strategi meningkatkan produksi gula nasional.

“Ini adalah ikhtiar kita semua supaya apa yang ditargetkan khususnya swasembada gula pada tahun 2026 ini bisa tercapai,” katanya.

“Dalam pelaksanaan tanam perdana ini, ada 11 Kabupaten Kota yang mengikuti, lokasinya ada di 15 titik tanam,” tambah Mahmudi.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani berupa pompa air, paket adaptasi perubahan iklim, rice transplanter, handtractor rotary, dan cultivator untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Share8SendTweet5
Previous Post

Arumi Dorong Anak Muda Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

Next Post

Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim

Next Post
Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim

Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim

Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Discussion about this post

NEWS UPDATE

TPS Catat Arus Peti Kemas Internasional 120.725 TEUs pada September 2026

TPS Catat Arus Peti Kemas Internasional 120.725 TEUs pada September 2026

12 Oktober 2026
Kaltim Revisi RTRW untuk Perkuat Klaster Industri dan Ekonomi Berkelanjutan

Kaltim Revisi RTRW untuk Perkuat Klaster Industri dan Ekonomi Berkelanjutan

12 Oktober 2026
Sambut MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintasan Padangbai–Lembar

Sambut MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintasan Padangbai–Lembar

12 Oktober 2026
Indonesia Logistics Awards 2026, SCI Tekankan Penguatan Rantai Pasok dan Ketahanan Energi Hadari 2027

Indonesia Logistics Awards 2026, SCI Tekankan Penguatan Rantai Pasok dan Ketahanan Energi Hadari 2027

12 Oktober 2026
Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan

Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan

12 Oktober 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3723 shares
    Share 1489 Tweet 931
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3715 shares
    Share 1486 Tweet 929
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3661 shares
    Share 1464 Tweet 915
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3687 shares
    Share 1475 Tweet 922
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4010 shares
    Share 1604 Tweet 1003

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.