• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
28 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Khofifah Pimpin Tanam Tebu Perdana Dukung Swasembada Gula

by SDGS Admin
27 Mei 2026
Khofifah Pimpin Tanam Tebu Perdana Dukung Swasembada Gula
16
SHARES
97
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Kediri, Kabar SDGs – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin kegiatan tanam tebu perdana dalam rangka program bongkar ratoon serentak di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat target swasembada gula nasional melalui peningkatan produktivitas dan perluasan lahan tebu.

Kegiatan itu turut dihadiri Pelaksana Tugas Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil, Direktur Utama Sinergi Gula Nusantara Mahmudi, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah kepala daerah yang mengikuti secara daring.

BACA JUGA

Pembangunan Sumur Bor di Nganjuk, untuk Mendukung Swasembada Pangan

Pembangunan Sumur Bor di Nganjuk, untuk Mendukung Swasembada Pangan

13 April 2026
GM PT SGN MKSO Kebun Dhoho Pastikan Program Tanaman Tebu Berjalan Sesuai Rencana

GM PT SGN MKSO Kebun Dhoho Pastikan Program Tanaman Tebu Berjalan Sesuai Rencana

25 Februari 2026
Irigasi Rawa Semangga, Dukung Swasembada Pangan Papua Selatan

Irigasi Rawa Semangga, Dukung Swasembada Pangan Papua Selatan

10 Februari 2026

Program bongkar ratoon kali ini tidak hanya berfokus pada penanaman ulang, tetapi juga memperluas area tanam tebu. Pada 2026, Jawa Timur mendapat target pengembangan lahan tebu terbesar secara nasional dengan luas mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

“Hari ini kita lakukan bongkar ratoon serentak di 11 Kabupaten di 15 titik tanam. Dari sebelas daerah itu, yang areanya paling luas itu di Kabupaten Kediri, maka hari ini dipusatkan di Desa Ngletih bersama Kelompok Tani Tebu Semoga Jaya. Kita nandur tadi dengan doa, Insya Allah tidak hanya produktif tapi juga berkah,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, program tersebut membawa misi besar untuk mempercepat tercapainya kemandirian gula nasional. Target pemerintah pada tahun ini difokuskan pada swasembada gula konsumsi, sedangkan tahun berikutnya diharapkan dapat mencakup gula konsumsi dan industri.

“Ada niat mulia untuk bisa mencapai swasembada gula. Tahun ini targetnya adalah swasembada gula konsumsi, tahun depan diharapkan swasembada gula konsumsi maupun industri. Salah satu yang diharapkan produktifitas dan luas lahan di Jawa Timur ini,” tambahnya.

Khofifah menilai penguatan sektor hilir juga perlu menjadi perhatian. Ia menyoroti pentingnya kepastian pasar bagi petani setelah proses panen dan penggilingan selesai.

“Bagaimana pasca penggilingan, petani tebu itu berkepastian bahwa hasil panen gulanya itu terserap oleh pasar dengan harga komersial,” terangnya.

Ia juga menyinggung pengalaman sebelumnya saat gula produksi Jawa Timur sulit terserap pasar karena membanjirnya gula rafinasi.

“Waktu itu saya keliling, apa penyebabnya. Rupanya kebanjiran gula rafinasi, sehingga gula dari Jatim tidak bisa keluar Jatim. Artinya bahwa target swasembada gula konsumsi ini harus satu paket,” imbuh Khofifah.

Menurutnya, kebijakan pemerintah saat ini telah mengurangi impor gula rafinasi dan pengelolaannya diserahkan kepada BUMN guna mempermudah pengawasan.

“Kalau gula rafinasi merembes kepasar sangat mengganggu gula petani tebu,” jelasnya.

Khofifah juga mengajak seluruh petani tebu dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi demi memastikan keberhasilan program.

“Oleh karena itu tetap diberseiringi ikhtiar dhahiran wa batinan. Panjenengan menanam, masuknya ke pabrik gula, setelah proses penggilingan gula akan dilelang, kita berharap akan disiapkan ekosistem yang betul-betul terserap oleh market,” katanya.

Secara nasional, Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan lahan tebu seluas 97.970 hektare pada 2026. Dari total tersebut, Jawa Timur memperoleh porsi terbesar dengan target 54.897 hektare.

“Ini menunjukkan bahwa Jawa Timur dipercaya sebagai garda terdepan dalam penguatan industri gula nasional. Insya Allah, amanah ini akan kita jawab dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif,” tuturnya.

Sebagai provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia, Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Pada 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur tercatat mencapai 1.343.995 ton, angka tertinggi dalam kurun satu dekade terakhir.

“Capaian ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi buah dari gotong royong seluruh elemen, mulai dari petani, pabrik gula, pemerintah, hingga lembaga penelitian dan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Khofifah menyebut Kabupaten Kediri memiliki posisi strategis karena ditopang sekitar 25 ribu hektare lahan tebu serta tiga pabrik gula yang mendukung industri tersebut.

“Ini merupakan kekuatan strategis yang harus terus kita dorong agar Kediri semakin menjadi pusat pertumbuhan industri gula nasional,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat dukungan melalui bantuan alat dan mesin pertanian, penguatan sistem irigasi, serta program mitigasi perubahan iklim.

“Kita menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga persaingan global. Karena itu, kunci keberhasilan kita adalah inovasi dan kolaborasi,” tegasnya.

Khofifah berharap kegiatan tanam tebu perdana tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh daerah sentra tebu di Jawa Timur.

“Saya berharap momentum ini menjadi pengungkit semangat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Mari kita jadikan sektor pergulaan sebagai penggerak ekonomi rakyat dan penguat kesejahteraan petani Jawa Timur,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil menilai Jawa Timur memiliki capaian yang baik dalam sektor pertanian dan optimistis target swasembada dapat tercapai.

“Bersama para petani kita lakukan tanam perdana untuk bongkar ratoon. Kediri ini punya prestasi besar mari kita dorong supaya bisa mewujudkan swasembada gula,” katanya.

“Kinerja Jawa Timur ini sangat keren, produktivitas pasti tinggi untuk komoditas beras gula bahkan jagung. Atas dukungan Ibu Gubernur dan Dirut SGN, harapan kita supaya program ini bisa sukses,” imbuh Ali.

Direktur Utama Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menambahkan program bongkar ratoon merupakan bagian dari strategi meningkatkan produksi gula nasional.

“Ini adalah ikhtiar kita semua supaya apa yang ditargetkan khususnya swasembada gula pada tahun 2026 ini bisa tercapai,” katanya.

“Dalam pelaksanaan tanam perdana ini, ada 11 Kabupaten Kota yang mengikuti, lokasinya ada di 15 titik tanam,” tambah Mahmudi.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani berupa pompa air, paket adaptasi perubahan iklim, rice transplanter, handtractor rotary, dan cultivator untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Share6SendTweet4
Previous Post

Arumi Dorong Anak Muda Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Khofifah Pimpin Tanam Tebu Perdana Dukung Swasembada Gula

Khofifah Pimpin Tanam Tebu Perdana Dukung Swasembada Gula

27 Mei 2026
Arumi Dorong Anak Muda Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

Arumi Dorong Anak Muda Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

27 Mei 2026
Usulan Smart State Trading dan Tata Kelola Ekspor SDA Indonesia

Usulan Smart State Trading dan Tata Kelola Ekspor SDA Indonesia

27 Mei 2026
Nyawöung Dapat Penghormatan Setelah 26 Tahun Berkarya

Nyawöung Dapat Penghormatan Setelah 26 Tahun Berkarya

27 Mei 2026
Astra Motor Kaltim Gelar Donor Darah Libatkan Ratusan Karyawan

Astra Motor Kaltim Gelar Donor Darah Libatkan Ratusan Karyawan

26 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    197 shares
    Share 79 Tweet 49
  • Harga Sawit Kaltim Naik Dipicu Penguatan CPO

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    308 shares
    Share 123 Tweet 77
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    35 shares
    Share 14 Tweet 9

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.