Penajam Paser Utara, Kabar SDGs – Pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan yang semakin pesat. Tingkat kepercayaan investor terhadap proyek ibu kota baru Indonesia itu tercermin dari nilai investasi yang telah mencapai Rp72,39 triliun. Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Nusantara mulai dipandang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masa depan.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa perkembangan investasi tersebut memperlihatkan proses pembangunan yang terus berjalan dan mulai memasuki tahap terbentuknya ekosistem perkotaan yang aktif.
“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat,” kata Troy, Senin (18/5/2026).
Dari total nilai investasi yang tercatat, sebesar Rp60,29 triliun berasal dari investasi swasta murni. Sementara sisanya senilai Rp12,10 triliun bersumber dari pembangunan fasilitas publik dan penugasan Kementerian maupun Lembaga negara.
Data yang ada menunjukkan terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan melibatkan 65 pelaku usaha pada sektor investasi swasta murni. Selain itu, pemerintah juga telah memberikan 15 penugasan kepada Kementerian/Lembaga untuk mempercepat pembangunan di kawasan inti Nusantara.
Komposisi investasi tersebut turut mencerminkan keterlibatan investor dalam dan luar negeri. Sejumlah perusahaan asing dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura ikut ambil bagian dalam pembangunan berbagai sektor di IKN. Di sisi lain, pelaku usaha nasional juga mulai menanamkan investasi di berbagai bidang strategis.
Modal yang masuk tersebar pada sejumlah sektor penting, mulai dari pembangunan hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, sarana olahraga hingga fasilitas komersial. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kawasan Nusantara mulai dipandang sebagai wilayah dengan potensi ekonomi yang menjanjikan pada masa mendatang.
Tidak hanya proyek skala besar, aktivitas ekonomi penunjang juga mulai berkembang. Kehadiran berbagai usaha sektor makanan dan minuman menjadi salah satu tanda mulai tumbuhnya kehidupan ekonomi yang melayani kebutuhan pekerja, penghuni, dan pengunjung kawasan IKN.
Salah satu usaha yang menarik perhatian yakni kehadiran gerai Roti’O di kawasan Nusantara. Pihak pengelola mengaku respons masyarakat cukup tinggi sejak operasional perdana dimulai.
“Semenjak buka kemarin, antusiasme pengunjung lumayan ramai. Khusus untuk grand opening, itu ada lebih dari seratus orang yang datang. Kalau di sini (IKN), mungkin akan ramai, apalagi kemungkinan untuk orang-orang liburan segala macam mungkin bakal di sini, bakal ramai untuk ke depannya,” ujarnya.
Troy menilai meningkatnya investasi menjadi penanda bahwa IKN perlahan bergerak dari fase pembangunan fisik menuju terbentuknya kehidupan kota yang sesungguhnya. Menurutnya, hadirnya hunian, layanan publik, infrastruktur dasar, energi hingga aktivitas ekonomi akan mendorong terbentuknya ekosistem perkotaan secara bertahap.
“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” tutupnya












Discussion about this post