Denpasar, Kabar SDGs – Gubernur Bali Wayan Koster melakukan kunjungan resmi ke Zhang Zhisheng untuk membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis. Pertemuan yang berlangsung di Kediaman Resmi Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar, Kamis (14/5), membicarakan sejumlah isu mulai dari pengolahan sampah menjadi energi listrik, keamanan warga negara asing, digitalisasi Bali hingga pengembangan ekspor produk pertanian ke pasar Tiongkok.
Dalam pertemuan tersebut, Konjen Zhang menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan pembangunan di Bali. Ia mengaku melihat perubahan cukup signifikan dibandingkan saat pertama kali bertugas di Pulau Dewata sekitar dua tahun lalu.
“Saya melihat perubahan yang sangat baik. Jalan dan berbagai fasilitas berkembang pesat. Saya juga sempat ke Buleleng. Tahun 2024 saya mengunjungi Ubud dan beberapa tempat lain, saat itu jalannya masih cukup rusak. Sekarang banyak perkembangan positif yang terlihat nyata,” ujar Konjen Zhang.
Menurutnya, sejumlah pihak sering menyoroti berbagai persoalan di Bali. Namun dari sudut pandang diplomatik, ia menilai banyak capaian pembangunan yang berhasil diwujudkan, termasuk dalam aspek keamanan.
“Kasus-kasus yang menimpa warga Tiongkok juga dapat diselesaikan dengan baik. Dari kami yang bergerak di bidang diplomasi, saya melihat banyak hasil nyata dari kepemimpinan Pak Gubernur selama ini,” katanya.
Selain membahas hubungan bilateral, Zhang juga menegaskan dukungan terhadap pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. Ia menyebut telah meninjau PLTU Celukan Bawang dan menilai kebutuhan energi yang stabil menjadi hal penting bagi Bali.
Ia optimistis proyek PSEL dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di Bali.
“Saya pastikan investor Zhejiang Weiming yang menggarap proyek PSEL ini profesional dan memiliki pengalaman sukses di berbagai tempat. Kami juga memastikan seluruh proses mematuhi aturan hukum yang berlaku di Bali,” tegasnya.
Menurut Zhang, Tiongkok juga siap mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif, pertanian, perikanan, hingga transformasi digital di Bali. Ia menilai sejumlah komoditas lokal memiliki peluang besar untuk masuk pasar Tiongkok.
“Manggis Bali memiliki potensi ekspor yang sangat besar ke Tiongkok. Salak juga sangat diminati, bahkan masih kekurangan pasokan. Rasanya khas dan sangat disukai masyarakat Tiongkok,” ujarnya.
Selain sektor perdagangan, Zhang turut menyoroti kerja sama sistem pembayaran digital melalui QRIS yang dinilai mempermudah aktivitas transaksi wisatawan dan hubungan ekonomi lintas negara.
Dalam kesempatan tersebut, Zhang juga mengundang Gubernur Koster untuk melakukan kunjungan ke Republik Rakyat Tiongkok, termasuk ke Shenzhen, guna memperluas kerja sama investasi dan memperkuat transformasi digital Bali.









Discussion about this post