Bintan, Kabar SDGs – Menjawab tantangan krisis iklim global, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Tanjungpinang-Bintan menggelar aksi lingkungan bertajuk Gerakan Hijau Penanaman Mangrove yang dipusatkan di Kebun Bibit Rakyat Kelompok Dompak Mangrove Lestari, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi wujud keterlibatan langsung mahasiswa dalam menjawab isu perubahan iklim melalui aksi nyata di lapangan.
Sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam oleh kader HMI dari berbagai komisariat se-Kawasan Tanjungpinang-Bintan. Aksi ini menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa tersebut tidak hanya aktif dalam ruang diskusi, tetapi juga mengambil peran konkret dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir Kepulauan Riau.
Penjabat Ketua Umum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan, Tomi Suryadi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung misi besar bertema “Mangrove untuk Keberlanjutan”. Ia menilai ekosistem mangrove memiliki nilai strategis jangka panjang, baik dari sisi ekologis maupun sosial ekonomi masyarakat pesisir.
“Mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami dari ancaman erosi dan abrasi pantai. Selain itu, tanaman ini adalah penyerap karbon yang efektif serta menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir melalui kelestarian biota laut,” ujar Tomi.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui sinergi pengurus cabang dan kader komisariat yang turun langsung ke area berlumpur untuk menanam bibit bakau. Aksi tersebut dimaknai sebagai bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat sekaligus kepedulian terhadap kelestarian alam.
Melalui Gerakan Hijau Penanaman Mangrove, HMI Tanjungpinang-Bintan berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif mahasiswa dan pemuda akan pentingnya menjaga lingkungan hidup, sekaligus menjadi langkah mitigasi bencana di wilayah pesisir yang semakin rentan akibat perubahan iklim. “HMI hadir untuk memberikan solusi nyata. Kami ingin memastikan keberlanjutan lingkungan menjadi warisan terbaik bagi generasi mendatang,” tutup Tomi.












Discussion about this post