Jakarta Pusat, Kabar SDGs – Setelah hampir lima tahun terbengkalai akibat pandemi Covid-19, Pasar Kombongan Kemayoran akhirnya kembali beroperasi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan langsung pengaktifan kembali pasar yang berlokasi di Jalan Bungur Besar, Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Selasa (6/1/2026).
Pramono mengakui pasar tersebut sempat mangkrak dalam waktu yang cukup lama dan membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar kembali berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi warga. “Pasar Kombongan yang dulu mangkrak lama sekali, hampir 5 tahun,” ujar Pramono dalam sambutannya.
Selain menghidupkan kembali aktivitas perdagangan, Pasar Kombongan kini hadir dengan konsep yang lebih tertata dan modern. Pramono menekankan pentingnya menjaga kebersihan pasar sebagai kunci kenyamanan pengunjung sekaligus meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mendorong penerapan digitalisasi transaksi non-tunai melalui sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Menurut Pramono, langkah ini merupakan bagian dari transformasi pasar tradisional agar lebih aman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Ia menjelaskan, transaksi digital memberikan banyak manfaat, baik bagi pedagang maupun pembeli. Selain mempermudah proses pembayaran, sistem non-tunai juga dinilai mampu meningkatkan keamanan, mengurangi risiko pencopetan, serta menekan praktik pemalakan karena minimnya peredaran uang tunai di lingkungan pasar. “Dan yang paling penting adalah dengan digitalisasi yang ada ini akan semakin memudahkan para pembeli untuk berbelanja dengan aman, nyaman,” ungkapnya.
Dengan beroperasinya kembali Pasar Kombongan Kemayoran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap roda perekonomian masyarakat setempat kembali bergerak dan pasar tradisional mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan fungsinya sebagai ruang ekonomi rakyat.











Discussion about this post