Kalimantan Timur, Kabar SDGs – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi rencana pengurangan Dana Transfer ke Daerah pada 2026 dengan mengarahkan fokus ekonomi menuju sektor yang lebih berkelanjutan. Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa ketergantungan daerah pada sumber daya alam tak terbarukan harus segera diakhiri dan digantikan dengan strategi baru berbasis ekonomi hijau, khususnya melalui hilirisasi kelapa varietas dalam.
“Penting bagi kita untuk membuka seluas-luasnya investasi pengembangan hilirisasi. Contohnya kelapa dalam. Potensi hilirisasinya sangat luar biasa,” ujar Gubernur dalam pernyataan resmi yang dikutip Sabtu, 22 November 2025. Ia menekankan bahwa kelapa dalam memiliki nilai strategis bukan hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan. Dengan posisi Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar di dunia, potensi tersebut dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan ekonomi daerah.
Dalam pemaparannya, Gubernur menyoroti sejumlah potensi yang dapat dikembangkan dari komoditas kelapa dalam, mulai dari produktivitas pohon yang mampu menghasilkan 50–80 butir per tahun hingga potensi pendapatan petani yang dapat mencapai Rp35 juta per hektare hanya dari penjualan kopra. Ia juga mengungkapkan bahwa valuasi industri hilirisasi kelapa secara nasional diperkirakan bisa menembus Rp2.400 triliun. Namun, ia menyayangkan kondisi saat ini ketika kelapa dari Indonesia masih banyak diekspor dalam bentuk mentah ke negara lain dengan harga sekitar Rp13.000 per butir, lalu diolah menjadi produk bernilai tinggi.
“Kaltim seharusnya mengambil peluang besar ini. Apalagi Kaltim memiliki potensi lahan yang masih sangat luas,” tegasnya. Gubernur memaparkan bahwa produk turunan kelapa yang bisa dikembangkan mulai dari sektor pangan seperti minyak kelapa, santan kemasan, dan nata de coco; sektor kesehatan seperti VCO; hingga sektor industri seperti coco fiber dan coco peat.
Untuk mendorong percepatan hilirisasi, Gubernur Rudy Mas’ud menginstruksikan seluruh instansi agar memangkas rantai birokrasi dan memberikan kemudahan maksimal bagi investor. “Demi memudahkan perizinan dan promosi, saya minta seluruh instansi mempermudah segala urusan agar investasi mudah masuk ke Kaltim,” instruksinya. Ia kembali menegaskan pentingnya pelayanan yang efisien dan responsif. “Kalau bisa dipermudah, mengapa dipersulit? Mari bekerja keras, cepat, dan tepat. Lakukan semuanya dengan ikhlas dan sepenuh hati,” pungkas Rudy Mas’ud.










Discussion about this post