Boalemo, Kabar SDGs – Program Pengabdian kepada Masyarakat yang digagas oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berlangsung sukses di SMA Negeri 3 Wonosari, Desa Sari Tani, Kabupaten Boalemo, Kamis (23/10/2025). Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program “Peningkatan Kapasitas Guru Fisika/IPA/IPAS di Wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal)” dalam skema Top-Down Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB.
Tim ITB yang terdiri dari Dr. Getbogi Hikmawan, Dr. Galih Restu Fardian Suwandi, Muhammad Rizqie Arbie, Ph.D., Dr. Muhammad Arief Mustajab, Dr. Fitri Aulia Permatasari, serta Dr. Silvia Jannatul Fajar dari Teknik Geofisika FTTM, berkolaborasi dengan tim UNG dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang dipimpin Drs. Asri Arbie, M.Si., bersama Dewa Gede Eka Setiawan, M.Sc., Dr. Supartin, M.Pd., Dr. Trisnawaty J. Buhungo, M.Pd., Syafril Agustion Tomayahu, M.T., dan Melki Hasan, S.Pd. Mereka dibantu lima mahasiswa pendamping dalam menjalankan pelatihan yang memadukan teori dan praktik langsung.
Kegiatan diisi dengan workshop interaktif, eksperimen sederhana berbasis bahan lokal, serta demonstrasi pembelajaran sains kontekstual yang bisa diterapkan di sekolah-sekolah pedesaan. Para guru dan siswa peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat berdiskusi tentang penerapan ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari, seperti fenomena tanah, air, dan energi terbarukan di lingkungan sekitar.
Ketua tim ITB, Dr. Getbogi Hikmawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep fisika, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar sains dengan cara sederhana dan bermakna meski dengan keterbatasan fasilitas laboratorium.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sains bisa diajarkan dan dipraktikkan dengan alat dan bahan yang ada di sekitar, sehingga tidak ada alasan bagi sekolah di daerah 3T untuk tertinggal dalam pembelajaran sains,” ujarnya.
Sebagai wujud keberlanjutan program, tim ITB juga menyerahkan hibah alat dan kit pembelajaran sains kepada satuan pendidikan di Desa Sari Tani. Kit tersebut berisi perangkat eksperimen dasar untuk mendukung pembelajaran fisika dan sains terapan berbasis kontekstual. Hibah ini diserahkan secara simbolis kepada SMA Negeri 3 Wonosari dan akan digunakan bersama oleh sekolah-sekolah di sekitar desa. Langkah ini diharapkan dapat menjadi awal terbentuknya jejaring kolaborasi antar sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran sains di wilayah 3T.
Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boalemo, Yakop Yusuf Musa, S.Sos., M.M.; Camat Wonosari, Said Nikmatul Amri, S.T.; Kaur Perencanaan Desa Sari Tani, Haryon Abas, S.E.; Kepala SMA Negeri 3 Wonosari, Asriyanto J. Pakaya, S.Pd., M.Pd.; serta perwakilan guru dari SMAN 2 Wonosari dan SMPN 6 Wonosari.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, penyerahan plakat dan cendera mata simbolis, serta penandatanganan notula kerja sama lanjutan untuk pengembangan kegiatan serupa di masa depan.
Selain pelatihan, tim ITB juga memperkenalkan aplikasi DesaNesha ITB, sebuah platform digital yang berfungsi sebagai media pelaporan dan komunikasi dua arah antara desa dan pakar ITB. Melalui aplikasi ini, perangkat desa dapat melaporkan potensi dan permasalahan di wilayahnya untuk kemudian ditindaklanjuti melalui program pengabdian masyarakat berbasis data.
Melalui kolaborasi ini, ITB dan UNG tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di daerah 3T, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4, 9, 11, dan 17, yakni pendidikan berkualitas, inovasi dan infrastruktur, pembangunan berkelanjutan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.












Discussion about this post