Musi Banyuasin, Kabar SDGs – Semangat membangun dari akar rumput menghangatkan ruang audiensi di Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu siang (2/7/2025), saat puluhan kepala desa dari DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Musi Banyuasin menggelar pertemuan strategis bersama Bupati Muba, H M Toha.
Lebih dari sekadar pertemuan formal, audiensi ini menjadi wujud praktik tata kelola pemerintahan yang inklusif dan partisipatif, sejalan dengan SDG 16: Lembaga yang tangguh dan inklusif.
“Audiensi ini menjadi wadah strategis bagi kami untuk menyampaikan aspirasi yang memperkuat tata kelola pemerintahan desa,” ujar Ketua DPC APDESI Muba, Surianto, di hadapan Bupati dan jajaran Pemkab Muba.
Dalam forum ini, Surianto menyampaikan berbagai harapan konkret yang mencerminkan kebutuhan riil masyarakat desa. Di antaranya: penyediaan sekretariat operasional, kendaraan dinas, hingga konsistensi dalam pelibatan kepala desa dalam penyusunan regulasi daerah.
“Kami ingin ada pemerataan pembangunan hingga ke pelosok, termasuk kejelasan batas wilayah dan evaluasi pelatihan yang menggunakan Dana Desa,” tambahnya.
Lebih dari itu, APDESI juga mendorong kesejahteraan perangkat desa dan tokoh masyarakat, seperti imam masjid, guru TPA, guru TK, dan marbot, agar pembangunan benar-benar menyentuh akar komunitas dan menjawab ketimpangan sosial — bagian dari implementasi SDG 10: Mengurangi Ketimpangan dan SDG 11: Pemukiman yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Salah satu poin menarik dari audiensi adalah usulan pertemuan catur wulan antara kepala desa, DPRD, OPD, dan kepala daerah sebagai forum koordinasi kebijakan secara periodik. Usulan ini mencerminkan model pemerintahan terbuka dan kolaboratif, selaras dengan tujuan SDGs untuk mendorong transparansi dan partisipasi warga dalam kebijakan publik.
Merespons seluruh aspirasi tersebut, Bupati H M Toha menyatakan dukungan dan apresiasi atas peran strategis desa dalam membangun Muba dari bawah.
“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Ketika desa kuat dan maju, maka daerah pun lebih cepat mencapai kesejahteraan,” tegasnya.
Bupati berkomitmen untuk mengkaji seluruh masukan dengan prinsip akuntabilitas dan sesuai peraturan. Ia juga menekankan pentingnya integritas dan sinergi lintas elemen dalam membangun Muba yang maju, cepat, dan merata.












Discussion about this post