Pekanbaru, Kabar SDGs – Polda Riau resmi meluncurkan program unggulan bertajuk JALUR (Jelajah Riau untuk Rakyat) sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, terutama wilayah perairan, pesisir, dan pedalaman sungai yang selama ini minim akses terhadap pelayanan publik.
Peluncuran program ini digelar di Rumah Singgah Tuan Kadi, Jalan Perdagangan, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, pada Rabu (26/6). Dalam sambutannya, Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan menegaskan bahwa program JALUR dirancang sebagai bentuk pendekatan humanis yang merespons kebutuhan dasar warga di wilayah yang rentan secara ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga keamanan.
“Polri hadir hingga ke pelosok perairan dan hulu sungai. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal dari jangkauan layanan negara,” ujar Kapolda.
Dipimpin oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau dengan dukungan dari Ditbinmas, Biddokes, dan Bidhumas, program ini memuat delapan kegiatan utama:
- Sambang Nusa Presisi – kunjungan langsung ke komunitas pesisir untuk membangun hubungan dan kepercayaan.
- Kapal Baca/Perpustakaan Apung – penyediaan buku dan bahan bacaan bagi anak-anak dan masyarakat.
- Klinik Terapung – layanan medis keliling untuk kawasan minim fasilitas kesehatan.
- Aksi Bersih Sungai dan Pantai – upaya menjaga lingkungan dan ekosistem perairan.
- Tanggap Darurat Bencana – kesiapan cepat dalam menghadapi musibah seperti banjir dan badai.
- Media Informasi Maritim – penyebaran informasi penting dan edukatif bagi warga pesisir.
- Pengamanan Wilayah Perairan – pencegahan serta penanganan kejahatan laut.
- Dukungan Ekonomi Masyarakat Pesisir – bantuan dan pemberdayaan usaha lokal untuk meningkatkan kesejahteraan.
Program JALUR menyasar masyarakat yang tergolong miskin ekstrem, terbatas akses ke pendidikan dan layanan kesehatan, serta korban bencana atau tindak kriminal di kawasan perairan.
Acara peluncuran diwarnai dengan simulasi penanganan kejahatan laut oleh tim Quick Response Ditpolairud, serta demonstrasi penyelamatan korban tenggelam oleh tim SAR.
Sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda Riau juga membagikan 79 paket sembako kepada masyarakat sepanjang aliran Sungai Siak. Aksi serupa dilakukan serentak di 8 wilayah perairan lainnya, seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Meranti, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hilir.
Kapolda Riau beserta rombongan meninjau langsung Perpustakaan Apung yang bersandar di Kampung Nelayan, dan disambut hangat oleh anak-anak PAUD, guru, serta warga. Selain itu, Klinik Apung yang dioperasikan Ditpolair bersama tim medis dari Biddokes dan Dinas Kesehatan Pekanbaru memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga setempat.
Sebagai simbol komitmen lingkungan, Kapolda juga menyerahkan secara simbolis 7 bibit pohon dari total 79 yang akan ditanam, menandai langkah pelestarian ekosistem pesisir.
Melalui Program JALUR, Polda Riau menunjukkan bahwa kehadiran negara dapat dirasakan hingga ke pelosok terpencil, memperkuat layanan kemanusiaan di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan keamanan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.










Discussion about this post