• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
5 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Perbandingan Varian COVID-19 XEC dan JN.1

by SDGS Admin
3 Juni 2025
Perbandingan Varian COVID-19 XEC dan JN.1
36
SHARES
224
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru-baru ini mengeluarkan sebuah edaran sebagai langkah pencegahan terhadap lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di sejumlah negara Asia, termasuk Thailand, Hongkong, Malaysia, dan Singapura.

Edaran ini ditujukan untuk memperkuat kewaspadaan terkait COVID-19 serta potensi wabah lainnya, sekaligus mengingatkan semua pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan stakeholder lainnya agar tetap waspada dan melakukan pengawasan yang ketat.

BACA JUGA

COVID-19 Meningkat di Asia, Riau Siaga dan Imbau Warga Waspada

COVID-19 Meningkat di Asia, Riau Siaga dan Imbau Warga Waspada

26 Mei 2025
Resmi Masuki Masa Endemi Covid-19, Presiden RI Menyarankan Tetap Hidup Sehat dan Bersih

Resmi Masuki Masa Endemi Covid-19, Presiden RI Menyarankan Tetap Hidup Sehat dan Bersih

22 Juni 2023
Jubir Penangan Covid-19: Saat Ini Waktu Tepat untuk Penyesuaian Kebijakan Protokol Kesehatan

Jubir Penangan Covid-19: Saat Ini Waktu Tepat untuk Penyesuaian Kebijakan Protokol Kesehatan

10 Juni 2023

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, diinformasikan bahwa varian COVID-19 yang paling banyak ditemui di negara-negara tersebut adalah sebagai berikut:

  • Thailand: Varian yang paling umum adalah XEC dan JN.1.
  • Singapura: Varian yang mendominasi adalah LF.7 dan NB.1.8, yang merupakan keturunan dari JN.1.
  • Hongkong: Varian yang dominan adalah JN.1.
  • Malaysia: Varian yang paling umum adalah XEC, yang juga merupakan keturunan dari JN.1.

Varian COVID-19 XEC dan JN.1 yang umum di Thailand dan Malaysia menunjukkan karakteristik yang berbeda, terutama dalam hal laju penularan dan dampaknya pada kelompok berisiko.

XEC adalah sublineage dari Omicron yang menyebar di Thailand dan Malaysia.

Varian ini dikenal dengan laju penyebaran yang sangat cepat, sekitar tujuh kali lipat dibandingkan dengan influenza biasa. XEC cenderung menyerang populasi rentan, termasuk orang tua dan anak-anak, meskipun gejalanya tergolong ringan.

Kementerian Kesehatan RI menginformasikan bahwa varian ini belum terdeteksi di Indonesia hingga pekan ke-20 tahun 2025, tetapi harus tetap diwaspadai karena potensi penyebarannya yang tinggi.

Gejala yang ditimbulkan oleh XEC mirip dengan flu atau pilek, seperti demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan, dan umumnya akan membaik dalam beberapa minggu.

JN.1 juga merupakan varian yang banyak ditemui di Thailand, Malaysia, dan Hongkong. Varian ini memiliki mutasi pada protein lonjakan, namun perubahan tersebut diperkirakan tidak memiliki dampak signifikan terhadap tingkat keparahan penyakit.

JN.1 tidak diketahui memiliki laju penularan setinggi XEC, dan gejala yang muncul cenderung lebih ringan. Varian ini juga menjadi nenek moyang bagi beberapa subvarian lain seperti NB.1.8 di Singapura dan XEC di Malaysia, menunjukkan adanya evolusi lebih lanjut dari JN.

Perbedaan tingkat keparahan infeksi antara varian XEC dan JN.1 menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok meskipun kedua varian tersebut memiliki kemampuan penularan yang tinggi.

XEC dikenal memiliki laju penyebaran yang sangat tinggi, bahkan tujuh kali lebih cepat dibandingkan dengan varian yang sebelumnya ada, yang menyebabkan peningkatan jumlah kasus yang cukup signifikan di beberapa negara, termasuk Thailand dan Malaysia.

Meskipun memiliki tingkat penularan yang cepat, gejala yang ditimbulkan oleh XEC pada umumnya sama dengan varian Omicron sebelumnya, yang terdiri dari gejala ringan hingga sedang, seperti demam, batuk, pilek, kelelahan, dan sakit tenggorokan.

Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa XEC menyebabkan tingkat keparahan penyakit yang lebih serius atau angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan varian lainnya. Vaksin yang tersedia saat ini diperkirakan masih efektif melawan varian ini.

JN.1 telah diidentifikasi sebagai Varian of Interest (VOI) oleh WHO dan dinilai tidak menghadirkan risiko kesehatan masyarakat yang lebih besar dibandingkan dengan varian lainnya yang beredar.

Varian ini terbukti lebih mudah menular dan mampu mengatasi sebagian dari sistem kekebalan tubuh, namun tidak menyebabkan peningkatan dalam hal keparahan penyakit atau angka rawat inap yang signifikan.

Gejala yang muncul akibat infeksi JN.1 umumnya juga bersifat ringan dan menyerupai varian COVID-19 lain, meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan kelelahan.

Walaupun terdapat laporan tentang kematian yang berhubungan dengan JN.1 di beberapa lokasi, tidak ada bukti yang kuat yang menunjukkan bahwa varian ini meningkatkan risiko kematian secara keseluruhan.

Share14SendTweet9
Previous Post

Sembilan Desainer Meriahkan Peragaan Busana Pengantin The Daughters of Eve di IFW 2025

Next Post

Indosat Bagi Dividen Lagi dalam RUPST 2025

Next Post
Indosat Bagi Dividen Lagi dalam RUPST 2025

Indosat Bagi Dividen Lagi dalam RUPST 2025

Dinkes Balikpapan Ingatkan Masyarakat Waspadai Flu dan DBD

Dinkes Balikpapan Ingatkan Masyarakat Waspadai Flu dan DBD

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Aceh Raih Penghargaan Transportasi Indonesia Award 2026

Aceh Raih Penghargaan Transportasi Indonesia Award 2026

4 Agustus 2026
Airbnb Catat Tren Wisata Kuliner Terus Meningkat di Bali

Airbnb Catat Tren Wisata Kuliner Terus Meningkat di Bali

4 Agustus 2026
Bandara Internasional Soekarno-Hatta Perluas Layanan Umrah

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Perluas Layanan Umrah

4 Agustus 2026
InJourney Perkuat SDM Pariwisata di Manggarai Barat

InJourney Perkuat SDM Pariwisata di Manggarai Barat

4 Agustus 2026
Sahate Kembangkan Camilan Sehat Berkat Pendampingan LinkUMKM

Sahate Kembangkan Camilan Sehat Berkat Pendampingan LinkUMKM

4 Agustus 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1365 shares
    Share 546 Tweet 341
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1645 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1356 shares
    Share 542 Tweet 339
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1365 shares
    Share 546 Tweet 341
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    1345 shares
    Share 538 Tweet 336

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.