• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
23 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home UKM CORNER

Mahasiswa USK Kembangkan Produk dari Cangkang Tiram dan Minyak Nilam

by SDGS Admin
25 Mei 2025
Mahasiswa USK Kembangkan Produk dari Cangkang Tiram dan Minyak Nilam
24
SHARES
152
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Banda Aceh, Kabar SDGs – Mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (USK) yang terlibat dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) di Aceh menciptakan scrub menggunakan cangkang tiram dan minyak nilam. Produk ini, yang dinamai Scruber, adalah hasil kerja sama antara mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dengan arahan Dr. Vicky Prajaputra, yang merupakan dosen di Prodi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan USK.

Anggota tim ini termasuk Muhammad Ghufran, Ismail Husein, dan Maghfirah dari Prodi Ilmu Kelautan angkatan 2021, serta Rizky Rayhan Prasetyo dan Dila Puspita Sari Simbolon dari Prodi Ilmu Hukum angkatan 2021.

BACA JUGA

50 Produk UMKM Pekanbaru Dikurasi Indomaret

50 Produk UMKM Pekanbaru Dikurasi Indomaret

20 September 2026
Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

11 September 2026
Dekranasda Bali Dorong Perajin Jaga Orisinalitas Karya

Dekranasda Bali Dorong Perajin Jaga Orisinalitas Karya

7 September 2026

Ghufran, selaku ketua tim Scruber, mengungkapkan bahwa produk ini diciptakan sebagai solusi untuk dua isu utama yang dihadapi masyarakat. Pertama, akumulasi limbah cangkang tiram di Gampong Alue Naga. Kedua, kesulitan bagi petani nilam di Aceh dalam menjual minyak nilam mentah yang mereka hasilkan.

Dalam proses produksinya, Tim Scruber melakukan persiapan untuk menghasilkan kalsium oksida dari cangkang tiram. Cangkang tiram ini memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) yang sangat tinggi, mencapai 96 persen. Dengan metode kalsinasi pada suhu tinggi, cangkang tersebut kemudian diubah menjadi kalsium oksida (CaO).

“Kandungan CaO dalam Scruber telah diteliti dan terbukti bebas dari logam berat, serta memiliki keunggulan sebagai bahan abrasif yang efisien dalam mengangkat sel kulit mati dan merangsang regenerasi kulit,” tambah Ghufran.

Sementara itu, minyak nilam fraksi ringan yang ditambahkan ke dalam Scruber diperoleh dengan memurnikan minyak nilam mentah menggunakan teknologi distilasi molekuler. Proses ini memberikan berbagai manfaat tambahan.

Minyak nilam diketahui memiliki karakteristik antibakteri, antijamur, antioksidan, berfungsi sebagai fiksatif aroma, serta kemampuan anti-penuaan, sehingga sangat bermanfaat untuk mengharumkan, merawat, dan melindungi kulit.

“Diharapkan, produk Scruber ini bisa menjadi jawaban untuk dua persoalan utama di Aceh, yakni penumpukan limbah cangkang tiram dan kesulitan yang dihadapi petani nilam dalam memasarkan minyak nilam mentah mereka,” katanya.

Ghufran melanjutkan, produksi Scruber dimulai sejak Februari 2024 di laboratorium Atsiri Research Center USK yang memiliki sertifikat BPOM. Ini memastikan bahwa kualitas dan keamanan produk lebih terjamin, dengan mengandalkan bahan baku utama berupa kalsium oksida yang dihasilkan dari kalsinasi cangkang tiram yang dikumpulkan dari pesisir pantai Alue Naga.

Adapun minyak nilam fraksi ringan dihasilkan melalui proses distilasi molekuler dari minyak nilam mentah yang diperoleh dari petani lokal.

Berkat terobosan ini, tim Scruber mendapatkan undangan untuk berpartisipasi dalam acara Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2024 di Universitas Halu Oleo, Kendari, yang akan berlangsung dari 25 hingga 27 Oktober 2024. KMI Expo merupakan platform penting bagi para pengusaha muda untuk memperlihatkan produk mereka dan bersaing di tingkat nasional.

“Keberhasilan tim kami untuk berpartisipasi dalam KMI Expo XV 2024 adalah sebuah pencapaian yang signifikan. Ini tidak hanya menegaskan keunggulan produk Scruber, tetapi juga merupakan langkah penting dalam mendukung para petani nilam di Aceh serta memanfaatkan limbah cangkang tiram yang berlimpah,” ungkapnya.

Dosen pembimbing dan mentor Tim Scruber, Dr. Vicky Prajaputra, menyatakan bahwa selain Scruber, ada beberapa produk lain yang telah dikembangkan, seperti kolagen dari tulang ikan tuna, masker wajah untuk mengatasi jerawat, serum anti penuaan yang berbahan kolagen dari tulang tuna, lotion pengusir nyamuk, dan pelembap tangan yang terbuat dari kombinasi gelatin kulit tuna dan minyak nilam.

Lebih lanjut, Tim Scruber telah berhasil mendapatkan dukungan pendanaan untuk paten formulasi produk dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Semoga inovasi ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani nilam di Aceh,” kata Vicky.

Share10SendTweet6
Previous Post

Konten Kreator di Aceh Besar Didorong Promosikan Produk UMKM Lokal

Next Post

Investor Tertarik Kembangkan Manajemen Sampah Ramah Lingkungan di Tanjungpinang

Next Post
Investor Tertarik Kembangkan Manajemen Sampah Ramah Lingkungan di Tanjungpinang

Investor Tertarik Kembangkan Manajemen Sampah Ramah Lingkungan di Tanjungpinang

KAI Group: Kereta Bandara Perkuat Konektivitas Nasional

Tarif Promo Commuter Line Basoetta 3 Ribu Rupiah Masih Berlaku

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PLN Nusantara Power Raih 71 Penghargaan ENSIA 2026

PLN Nusantara Power Raih 71 Penghargaan ENSIA 2026

22 September 2026
BMKG: El Nino Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat

BMKG: El Nino Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat

22 September 2026
AMVESINDO Perkuat Akses Pendanaan Startup Lokal, Menuju Naik Kelas

AMVESINDO Perkuat Akses Pendanaan Startup Lokal, Menuju Naik Kelas

22 September 2026
19 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Riau Mulai Dikerjakan

19 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Riau Mulai Dikerjakan

22 September 2026
JUMBO X Discovery Ancol Hotel Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Lokal

JUMBO X Discovery Ancol Hotel Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Lokal

22 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3256 shares
    Share 1302 Tweet 814
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2929 shares
    Share 1172 Tweet 732
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2942 shares
    Share 1177 Tweet 736
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2898 shares
    Share 1159 Tweet 725
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2926 shares
    Share 1170 Tweet 732

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.