Jakarta, Kabar SDGs – PT Elnusa Petrofin mengorganisir ulang lahan kosong yang dimiliki perusahaan, yang berbatasan langsung dengan permukiman masyarakat di RW 09, Kelurahan Rawabadak Selatan, Jakarta Utara.
“Pembersihan dan pemindahan ini kami lakukan sebagai tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Putiarsa Bagus Wibowo, Manajer Komunikasi Perusahaan dan Hubungan PT Elnusa Petrofin, pada hari Selasa di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa selama proses ini, berbagai kontainer serta kemasan operasional yang terletak di lahan tersebut telah dipindahkan dengan menggunakan alat berat.
Menurutnya, tindakan ini merupakan respons perusahaan terhadap keluhan warga mengenai bau yang pernah tercium di area tersebut.
Sebelumnya, perusahaan juga sudah melakukan pertemuan dengan warga untuk secara langsung memahami aspirasi yang ada.
Selain penanganan lahan kosong, perusahaan juga tengah memperbaiki dan meningkatkan ketinggian pagar di sisi yang berbatasan dengan permukiman.
Ia menjelaskan bahwa proyek perbaikan ini dimulai sejak pertengahan bulan April dan ditargetkan untuk selesai paling lambat pada pertengahan tahun ini.
Pagar baru akan memiliki tinggi sekitar 2,7 meter sebagai langkah keamanan tambahan.
“Pagar ini juga akan dilengkapi dengan penerangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat dan perangkat setempat dilibatkan dalam proses tersebut sebagai bentuk kerja sama yang baik.
“Kami berharap dapat terjalin sinergi dengan warga dalam merawat aset perusahaan,” tuturnya.
Sebagai wujud komitmen perusahaan untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan melaksanakan inisiatif sosial berkelanjutan.
Perusahaan juga memberikan 190 paket sembako dan multivitamin kepada warga yang tinggal di sekitar area operasional, terutama di lima RT di RW 09.
Kegiatan ini berlangsung di lokasi perusahaan dan dihadiri oleh Lurah Rawabadak Selatan serta perwakilan RW dan RT setempat.
“Kami berkomitmen untuk memelihara hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. Ke depan, kami juga sedang menyiapkan program CSR lainnya yang bisa memberikan keuntungan langsung bagi warga,” kata Putiarsa.
Warga menyambut positif langkah-langkah tersebut.
“Syukurlah, sekarang sudah tidak ada lagi bau. Kami menghargai reaksi cepat ini dalam menanggapi aspirasi warga,” kata Abdus Syakur, Ketua RW 09 Rawabadak Selatan.
Sebelumnya, empat Rukun Tetangga (RT) di Rukun Warga (RW) 09 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, terpengaruh oleh aroma menyengat akibat limbah kimia yang berasal dari perusahaan tersebut.
“Bau yang paling berdampak adalah bagi warga di RW 09, khususnya RT1, RT2, RT3, dan RT5 yang terletak langsung di dekat lokasi penyimpanan limbah tersebut,” ujar Wijaya Sudrajat, Sekretaris RT 02, RW 09.
Ia menjelaskan bahwa limbah pabrik yang mengandung cairan tersebut disimpan dalam drum biru dan diletakkan di area perusahaan.
Lapangan itu berada tepat di hadapan perumahan warga. Limbah dari pabrik tersebut mengeluarkan bau menyengat jika terhembus angin.
Selain itu, bau limbah itu juga masuk ke rumah-rumah warga dan mengganggu kenyamanan mereka.
“Jika angin kencang bertiup, aroma dari limbah yang disimpan dalam drum biru di tengah lapangan perusahaan banyak dikeluhkan oleh warga,” jelasnya.












Discussion about this post