• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
27 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Pentingnya Pengelolaan Sampah di Kawasan Monkey Forest untuk Pariwisata Berkelanjutan

by Riski Yanti
20 Januari 2025
Pentingnya Pengelolaan Sampah di Kawasan Monkey Forest untuk Pariwisata Berkelanjutan
36
SHARES
225
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Ubud, KabarSDGs – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi inisiatif warga Desa Adat Padangtegal, Kabupaten Gianyar, Bali, yang konsisten melakukan pengolahan sampah yang ada di lingkungannya menjadi pupuk kompos.

“Kesadaran masyarakat Desa Padangtegal dalam mengolah sampah menjadi kompos ini merupakan upaya nyata mewujudkan pariwisata berkelanjutan,” ujar Ni Luh usai mengunjungi Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal yang berada di dalam Kawasan Monkey Forest, Ubud, Sabtu (18/1/2025).

BACA JUGA

Drone Show Malam Merdeka Bawa Cerita Indonesia dari Keberagaman hingga Masa Depan

Drone Show Malam Merdeka Bawa Cerita Indonesia dari Keberagaman hingga Masa Depan

19 Agustus 2026
Karnaval Kendaraan Hias Tunjukkan Kreativitas dan Semangat Persatuan di HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Karnaval Kendaraan Hias Tunjukkan Kreativitas dan Semangat Persatuan di HUT ke-81 Kemerdekaan RI

19 Agustus 2026
#PrayForNTT Hadir dalam Video Mapping Monas, Pesan Solidaritas di Malam Merdeka

#PrayForNTT Hadir dalam Video Mapping Monas, Pesan Solidaritas di Malam Merdeka

19 Agustus 2026

Ia menilai pengolahan sampah yang dilakukan di Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal ini tak hanya bisa menjaga keberlanjutan lingkungan kawasan, namun juga bermanfaat bagi sektor pertanian masyarakat.

“Desa juga mensubsidi masyarakatnya terkait dengan pembiayaan (pengelolaan) sampah. Kecuali (kuota sampah) melebihi batas yang sudah ditentukan,” katanya.

Dalam kesempatan serupa, perwakilan pengelola Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal, Ni Wayan Anggie Giovanda menjelaskan Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal telah berdiri sejak bulan Februari tahun 2012.

Sampah yang diolah di Rumah Kompos ini berasal dari berbagai sumber, salah satunya dari kawasan Monkey Forest.

“Pengelolaan sampahnya bermula dari sumber (sampah). Jadi dari sumber mereka sudah harus memilah sampah, sampai di sini kita kelola dan kita olah dengan bertanggung jawab,” jelas Anggie.

Selain mengunjungi Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal, Wamenpar Ni Luh Puspa juga mengunjungi kawasan Monkey Forest dan melihat-lihat suasana di sana.

Desa Wisata Taro

Usai mengunjungi Kawasan Monkey Forest, Wamenpar Ni Luh Puspa melanjutkan kunjungan ke Desa Wisata Taro.

Wamenpar didampingi Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Florida Pardosi, dan Direktur Poltekpar Bali Ida Bagus Putu Puja melihat langsung beberapa potensi wisata yang ada di sana.

Potensi-potensi tersebut di antaranya sentra kerajinan perak dan keris, konservasi bambu petung dan terasering Semara Ratih, serta pengelolaan konservasi Lembu Putih.

Lembu putih yang berjumlah 56 ekor ini merupakan hewan yang disakralkan oleh masyarakat setempat.

Share14SendTweet9
Previous Post

Wamenpar Tekankan Pentingnya Kebersihan Destinasi untuk Ciptakan Pariwisata Berkualitas

Next Post

Bakti untuk Indonesia, KAI Salurkan TJSL Senilai Rp22,8 Miliar Selama 2024 Dukung Keberlanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat

Next Post
KAI telah merealisasikan penyaluran dana sebesar Rp22.801.522.216 untuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada tahun 2024.

Bakti untuk Indonesia, KAI Salurkan TJSL Senilai Rp22,8 Miliar Selama 2024 Dukung Keberlanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat

Kesenian Indonesia Ambil Bagian dalam Travel Expo 2025 di Norwegia

Kesenian Indonesia Ambil Bagian dalam Travel Expo 2025 di Norwegia

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Air Bersih Disalurkan bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jawa Tengah

Air Bersih Disalurkan bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jawa Tengah

26 Agustus 2026
Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 103 Orang

Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 103 Orang

26 Agustus 2026
29.000 Liter Air Bersih Dialirkan bagi Warga Terdampak Kekeringan di Wilayah Sungai Bengawan Solo

29.000 Liter Air Bersih Dialirkan bagi Warga Terdampak Kekeringan di Wilayah Sungai Bengawan Solo

26 Agustus 2026
Tindak Lanjut Koordinasi Pascagempa, Menteri Dody Tinjau Kondisi Danau Kelimutu

Tindak Lanjut Koordinasi Pascagempa, Menteri Dody Tinjau Kondisi Danau Kelimutu

26 Agustus 2026
Jonatan Christie Jadi Nomor Satu Dunia

Jonatan Christie Jadi Nomor Satu Dunia

26 Agustus 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2359 shares
    Share 944 Tweet 590
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    2044 shares
    Share 818 Tweet 511
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2051 shares
    Share 820 Tweet 513
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2097 shares
    Share 839 Tweet 524
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2060 shares
    Share 824 Tweet 515

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.