YOGYAKARTA, KabarSDGs – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki tugas utama untuk menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi. Dalam sebuah workshop di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada hari Jumat (23/06/20230, Kepala Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTDBBNLR) BRIN, Syaiful Bakhri menjelaskan, BRIN memiliki 12 organisasi riset dan 85 pusat riset yang menangani berbagai topik riset, termasuk bidang eksakta dan bidang sosial.
“BRIN memiliki banyak program kolaborasi dengan universitas, seperti Pusat Kolaborasi Riset (PKR), Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), Degree By Research (DBR), dan lain-lain. Dalam program pendanaan riset BRIN, mahasiswa dan alumni S1 serta S2 diharapkan dapat terlibat dalam riset BRIN dan mendapatkan beasiswa,” ujarnya dalam siaran tertulisnya.
Peneliti Ahli Muda dan Ketua Kelompok Riset Teknologi Pengelolaan Limbah Radioaktif PRTDBBNLR BRIN, Hendra Adhi Pratama menambahkan, program pendanaan riset dan beasiswa BRIN berada di bawah Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Deputi Bidang SDMI).
“Program beasiswa riset yang tersedia meliputi post-doctoral, visiting researcher, research assistant, Bantuan Riset Talenta Riset dan Inovasi (Barista), degree by research, MBKM, dan lainnya. Beasiswa ini dapat diperoleh oleh ASN dan non-ASN,” ungkapnya.
Ketua Departemen Pendidikan Kimia UNY, Arianingrum menjelaskan, BRIN memberikan banyak peluang riset dan beasiswa bagi ASN dan non-ASN, termasuk bagi alumni UNY.
Plt. Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja sama, Sistem Informasi, dan Usaha UNY, Edi Purwanta mengatakan, pihaknya mendorong para dosen untuk menyampaikan informasi mengenai peluang kerja sama riset dan beasiswa dari BRIN kepada mahasiswa dan alumni.
“Mendorong para dosen agar menyampaikan kepada mahasiswa dan alumni mengenai peluang kerja sama riset dan beasiswa dari BRIN,” ungkapnya.












Discussion about this post