• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Taman Wisata Alam Kerandangan, Destinasi Populer Dikunjungi di Lombok Barat

56 Jenis Burung Terdapat di Kawasan Ini

by SDGS Admin
19 Juni 2023
Taman Wisata Alam Kerandangan, Destinasi Populer Dikunjungi di Lombok Barat
44
SHARES
274
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

LOMBOK BARAT, KabarSDGs – Lombok begitu indah, sehingga tidak berlebihan jika pulau tersebut disebut sebagai salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Sebagai destinasi wisata, Lombok memiliki beragam daya tarik.

Mulai dari keindahan pantai, kekayaan bawah laut, warisan budaya, wisata olahraga, gunung, hingga petualangan alam. Di antara jenis wisata terakhir, terdapat satu destinasi yang wajib dikunjungi, yaitu Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan yang terletak di Desa Wisata Senggigi, Lombok Barat.

BACA JUGA

Petani Rasakan Manfaat Ganda Padat Karya PUPR di NTB

Petani Rasakan Manfaat Ganda Padat Karya PUPR di NTB

26 September 2025
Sekolah Rakyat Tahap Kedua di NTB Siap Dimulai September 2025

Sekolah Rakyat Tahap Kedua di NTB Siap Dimulai September 2025

16 Juli 2025
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Taman Kota yang Belum Ramah untuk Anak Difabel

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Taman Kota yang Belum Ramah untuk Anak Difabel

26 Juni 2025

Di tempat itu, wisatawan dapat menjelajahi kawasan hutan seluas 396,10 hektar dan menikmati keindahan alam yang memukau. Mereka dapat melintasi jalan setapak yang diliputi oleh pepohonan tinggi yang memberikan naungan sejuk, sambil ditemani dengan nyanyian alam yang menenangkan.

Sejak ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam pada tahun 1992, TWA Kerandangan telah dikelola dengan memperhatikan kebutuhan wisatawan, tetapi tetap mengutamakan prinsip pariwisata berkelanjutan. Oleh karena itu, taman wisata ini juga sangat ramah bagi anak-anak.

Air terjun Putri Kembar dan Goa Walet menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Aksesnya mudah, dengan pengunjung hanya perlu mengikuti jalan setapak berupa kombinasi paving dan tanah sejauh sekitar 2 kilometer.

Ketinggian tempat ini juga tidak terlalu tinggi. Oleh karena itu, berjalan-jalan bersama anak akan menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan.

Namun, bagi mereka yang ingin petualangan yang lebih mendalam, Taman Wisata Alam Kerandangan menawarkan pengalaman yang berbeda. Salah satunya adalah kegiatan birdwatching, yaitu mengamati burung-burung dalam habitat alami mereka.

Seorang petugas di TWA Kerandangan, Wahyudi Amin mengatakan,  beberapa spesies burung yang habitatnya terdapat di TWA Kerandangan. Beberapa di antaranya termasuk dalam kategori terancam punah, seperti Elang Flores (Nisaetus floris).

Selain itu, ia melanjutkan, ada pula Celepuk Rinjani (Otus jolandae) dan Cekakak Kalung-Cokelat (Todiramphus australasia), yang keduanya hampir terancam punah. Selain itu, terdapat juga Kehicap Ranting, Cekakak Sungai, Raja Udang Biru, dan masih banyak lagi.

“Sejauh ini, sudah terdata sebanyak 56 jenis burung di kawasan ini,” ujar Wahyudi dalam siaran tertulisnya.

Menurutnya, itulah yang menjadikan TWA Kerandangan semakin populer sebagai salah satu destinasi wisata yang dipilih oleh para pengunjung yang ingin menikmati wisata alam, terutama bagi mereka yang memiliki minat khusus atau ketertarikan terhadap satwa.

“Itu baru burung-burungnya saja, TWA Kerandangan juga menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa lainnya, seperti ular dan kupu-kupu. Kami sudah mendata sebanyak 11 jenis ular, di antaranya tiga jenis ular berbisa, seperti ular jenis viper dan kobra,” pungkas Wahyudi.

Share18SendTweet11
Previous Post

BRI Beri Sebuah Bus untuk Timnas Indonesia

Next Post

PT MPMX Lanjutkan Rehabilitasi Mangrove di Manggarai Barat

Next Post
PT MPMX Lanjutkan Rehabilitasi Mangrove di Manggarai Barat

PT MPMX Lanjutkan Rehabilitasi Mangrove di Manggarai Barat

Sempat Tertunda, Satelit SATRIA-1 Milik Indonesia Berhasil Diluncurkan ke Angkasa

Sempat Tertunda, Satelit SATRIA-1 Milik Indonesia Berhasil Diluncurkan ke Angkasa

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PLN dan Polda Kaltim Perkuat Pengamanan Kelistrikan

PLN dan Polda Kaltim Perkuat Pengamanan Kelistrikan

9 Mei 2026
Hotel Bintang Empat Pertama Hadir Di Probolinggo

Hotel Bintang Empat Pertama Hadir Di Probolinggo

9 Mei 2026
Kutim Buka Layanan Aduan Ketenagakerjaan Digital

Kutim Buka Layanan Aduan Ketenagakerjaan Digital

9 Mei 2026
Surabaya Perkuat Wisata Event Lewat HJKS 2026

Surabaya Perkuat Wisata Event Lewat HJKS 2026

9 Mei 2026
Monolog 3431 Hadirkan Semangat Teater di Cerenti

Monolog 3431 Hadirkan Semangat Teater di Cerenti

8 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Sidoarjo Percepat Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Izin Bus ALS Berpotensi Dicabut Kemenhub

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Olahan Singkong Sigmafood Mojokerto Tembus Pasar Nasional

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Pengendalian Banjir di Maluku Utara, KemenPU Bangun Sabo Dam dan Tanggul Sungai

    17 shares
    Share 7 Tweet 4

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.