Badung, Kabar SDGs – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mulai mengoperasikan Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik pada Senin (17/8/2026). Fasilitas baru tersebut dihadirkan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi penumpang yang melakukan penerbangan lanjutan melalui Bali.
Penumpang dari penerbangan Garuda Indonesia GA715 dengan rute Sydney (SYD)-Bali (DPS) menjadi pengguna pertama fasilitas tersebut. Pesawat yang tiba pada pukul 14.40 WITA itu membawa 16 penumpang transfer yang kemudian berpindah dari terminal kedatangan internasional menuju terminal keberangkatan domestik melalui jembatan penghubung. Para penumpang selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Cengkareng, Surabaya, dan Kulon Progo.
Pada hari yang sama, layanan transfer dari kedatangan domestik menuju keberangkatan internasional mulai digunakan pada malam hari. Sebanyak enam penumpang penerbangan Garuda Indonesia GA420 dari Cengkareng (CGK) ke Bali (DPS) menjadi pengguna pertama untuk rute transfer tersebut.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, mengatakan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan sekaligus memperlancar perpindahan penumpang antar terminal.
“Dalam momentum peringatan hari kemerdekaan, dengan bangga kami mempersembahkan fasilitas terbaru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang dihadirkan untuk semakin mempermudah proses transfer antar terminal, serta untuk meningkatkan pengalaman pelanggan atau customer experience,” ujar General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati.
Menurut Nugroho, keberadaan jembatan penghubung membuat penumpang yang telah memiliki boarding pass untuk penerbangan berikutnya tidak perlu meninggalkan gedung terminal kedatangan dan kembali menjalani proses masuk melalui terminal keberangkatan.
“Dengan fasilitas ini, penumpang transfer yang telah memiliki boarding pass lanjutan tidak perlu keluar gedung terminal kedatangan dan kembali masuk ke terminal keberangkatan. Demikian pula penumpang transfer tidak perlu mengambil bagasi tercatat, karena bagasi untuk penumpang transfer akan langsung diproses secara simultan oleh ground handling dan maskapai penerbangan untuk dibawa ke dalam penerbangan lanjutan. Tentunya hal ini merupakan inovasi yang cukup revolusioner, yang prinsipnya akan semakin menghadirkan seamless journey bagi penumpang transfer,” lanjut Nugroho Jati.
Pengoperasian fasilitas tersebut memberikan penghematan waktu yang cukup besar dalam proses perpindahan penumpang maupun bagasi. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk proses transfer penumpang kini menjadi sekitar 15 menit, sementara proses transfer bagasi dapat dilakukan dalam waktu sekitar 45 menit.
Sebelumnya, perpindahan dari terminal kedatangan internasional menuju keberangkatan domestik membutuhkan rata-rata 90 menit untuk penumpang dan 150 menit untuk bagasi. Sementara transfer dari kedatangan domestik menuju keberangkatan internasional membutuhkan sekitar 70 menit untuk penumpang dan 120 menit untuk bagasi.
Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, jembatan transfer dilengkapi sejumlah fasilitas pemeriksaan, antara lain konter Imigrasi, Bea Cukai, Badan Karantina, serta security check point. Fasilitas tersebut juga mendukung pemeriksaan kelengkapan dokumen penumpang, termasuk dokumen All Indonesia.
Jalur transfer dari terminal kedatangan internasional berada di area arrival hall dan mengarahkan penumpang menuju terminal keberangkatan domestik melalui Gate 1. Sementara jalur dari terminal kedatangan domestik berada di area depan pintu keluar kedatangan dan terhubung dengan Gate 1 di terminal keberangkatan internasional.
Dari sisi aksesibilitas, jembatan penghubung tersebut juga menyediakan eskalator dan lift. Fasilitas ini memungkinkan perpindahan penumpang berlangsung lebih mudah, termasuk bagi pengguna layanan khusus seperti penumpang yang menggunakan kursi roda.
Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali juga berencana memperluas cakupan layanan fasilitas tersebut kepada lebih banyak maskapai penerbangan. Perluasan tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan efisiensi perjalanan bagi penumpang yang melakukan penerbangan lanjutan melalui Bali.
“Ke depannya, kami menargetkan untuk secara berkesinambungan menambah jumlah maskapai penerbangan yang penumpangnya dapat dilayani fasilitas ini. Kami turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak terkait utamanya maskapai penerbangan, ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, dan Badan Karantina atas kolaborasi dari tahap penyusunan konsep hingga operasional jembatan transfer ini,“ pungkas Nugroho Jati.










Discussion about this post