• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

BMKG Buka Pelatihan Climate Field School di Bogor

by SDGS Admin
12 Juli 2023
BMKG Buka Pelatihan Climate Field School di Bogor
42
SHARES
265
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BOGOR, KabarSDGs – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, secara resmi membuka acara Pelatihan Pelatih Sekolah Lapang Iklim (Climate Field School/SLI) atau ToT (Training of Trainers) yang diselenggarakan untuk negara-negara anggota Colombo Plan. Acara ini diadakan di Gedung Auditorium BMKG dan dihadiri oleh pejabat dari BMKG dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KTSST) antara pemerintah Republik Indonesia, yaitu Kemensesneg dan BMKG, dengan Sekretariat Colombo Plan. Pelatihan ini akan berlangsung selama 7 hari di Regional Training Center (RTC) BMKG, Citeko – Bogor.

BACA JUGA

Kementerian PU Jamin Pasokan Air Lahan Pertanian Merata di Bogor

Kementerian PU Jamin Pasokan Air Lahan Pertanian Merata di Bogor

30 Juni 2026
Kemenhub Prediksi Pemudik Terbesar Berasal dari Jawa Barat

Kemenhub Prediksi Pemudik Terbesar Berasal dari Jawa Barat

25 Februari 2026
BMKG Peringatkan Potensi Karhutla Awal Februari

BMKG Peringatkan Potensi Karhutla Awal Februari

1 Februari 2026

Dalam sambutannya, Dwikorita menyatakan bahwa perubahan iklim global adalah ancaman terbesar yang menakutkan bagi masyarakat dunia saat ini, lebih dari pandemi atau perang.

“Peningkatan suhu rata-rata global yang terus berlanjut mempercepat siklus hidrologi dan menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, terjadi di negara maju, negara berkembang, dan negara kepulauan tanpa memandang kondisi negara tersebut,” ungkapnya.

Dwikorita menyoroti, berbagai bencana ini berdampak pada titik air global atau “global water hotspot,” yang mengakibatkan krisis air. Krisis air ini juga menimbulkan tantangan bagi ketahanan pangan. Menurut organisasi meteorologi, pada tahun 2050 hampir semua wilayah di dunia akan menghadapi masalah ketahanan pangan. Oleh karena itu, mitigasi terhadap dampak perubahan iklim perlu dilakukan, dan petani perlu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.

“Dengan demikian, tujuan dari Sekolah Lapang Iklim (SLI) ini adalah memberdayakan petani dan sektor pertanian untuk beradaptasi dengan dampak perubahan iklim, menjaga produksi tanaman, dan mencegah tantangan terhadap ketahanan pangan. SLI menjadi wadah bagi kita untuk saling belajar, berbagi pengalaman, pembelajaran, dan kisah kegagalan guna mengurangi risiko dampak perubahan iklim. Dengan begitu, kita dapat mencegah krisis pangan,” jelas Dwikorita.

Peserta pelatihan ini terdiri dari para pengambil kebijakan, pengamat cuaca/iklim, dan penyuluh pertanian dari 8 negara anggota Colombo Plan dan Timor Leste. Total ada 19 peserta dari Bangladesh (3 orang), Bhutan (1 orang), Indonesia (4 orang), Myanmar (2 orang), Nepal (2 orang), Papua New Guinea (1 orang), Sri Lanka (2 orang), Filipina (2 orang), dan Timor Leste (2 orang).

Pelatihan ini mengusung tema “Pembelajaran pemahaman dan praktek informasi iklim untuk mendukung ketahanan pangan.” Metode pembelajarannya terdiri dari metode asynchronous, yang meliputi webinar, tugas individu, dan proyek kelompok kolaboratif di Learning Management System (LMS) BMKG berbasis Moodle pada tanggal 4-7 Juli 2023. Selain itu, juga dilakukan metode synchronous berupa pelatihan tatap muka di Jakarta dan Citeko pada tanggal 10-17 Juli 2023.

Dwikorita menuturkan, BMKG telah melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian sejak tahun 2011. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang informasi iklim serta pemanfaatannya dalam sektor pertanian kepada penyuluh pertanian dan petani dengan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh mereka di wilayah masing-masing.

“Keberhasilan SLI di Indonesia telah dijadikan sebagai contoh dan telah dilakukan TOT SLI untuk negara-negara Asia Pasifik, Timor Leste, dan Pakistan. Pelatihan ini merupakan tahap ketiga dari SLI setelah tahap pertama yang dilakukan secara tatap muka pada Juni 2019 di Pusdiklat BMKG, Citeko, Bogor, Jawa Barat, dan tahap kedua yang dilaksanakan secara daring pada Agustus 2021,” ungkapnya.

Ia menerrangkan, hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah peserta (pelatih) dapat memahami dan mengembangkan pengetahuan tentang informasi iklim serta dapat menyampaikannya kembali kepada penyuluh pertanian dalam bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh petani.

“Para peserta diharapkan dapat menyusun rencana tindakan (action plan) untuk masing-masing negara selama mengikuti pelatihan dan dapat mengimplementasikannya setelah kembali ke negara masing-masing,” pungkas Dwikorita.

Share17SendTweet11
Previous Post

BRIN dan Universitas Hasanuddin Lakukan Perjanjian Kerja Sama terkait Analisis Makro Alga

Next Post

Presiden Jokowi Pastikan Pembangunan Ibu Kota Negara Sesuai Jadwal

Next Post
Presiden Jokowi Pastikan Pembangunan Ibu Kota Negara Sesuai Jadwal

Presiden Jokowi Pastikan Pembangunan Ibu Kota Negara Sesuai Jadwal

BEDIL, Program untuk Mendukung Percepatan Informasi Digital Para Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Indonesia

BEDIL, Program untuk Mendukung Percepatan Informasi Digital Para Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Indonesia

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Menteri Dody Siapkan Sabo dan Perkuatan Tanggul Untuk Tangani Banjir Agam

Menteri Dody Siapkan Sabo dan Perkuatan Tanggul Untuk Tangani Banjir Agam

6 Agustus 2026
Tol Prosiwangi Seksi 1 dan 2 Rampung

Tol Prosiwangi Seksi 1 dan 2 Rampung

6 Agustus 2026
Menteri Dody Pastikan Kementerian PU Tangani 492 Titik Kekeringan

Menteri Dody Pastikan Kementerian PU Tangani 492 Titik Kekeringan

6 Agustus 2026
18.000 Liter Air dan 9 Pompa Air di Salurkan Ke Aceh Besar

18.000 Liter Air dan 9 Pompa Air di Salurkan Ke Aceh Besar

6 Agustus 2026
Jayapura Siapkan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

Jayapura Siapkan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

6 Agustus 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1683 shares
    Share 673 Tweet 421
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1402 shares
    Share 561 Tweet 351
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1394 shares
    Share 558 Tweet 349
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1382 shares
    Share 553 Tweet 346
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1403 shares
    Share 561 Tweet 351

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.