Mojokerto, Kabar SDGs – Karang Taruna Trisula Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, menjalani verifikasi lapangan dalam ajang Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional 2026. Dalam penilaian yang berlangsung di Balai Desa Padangasri, Sabtu (10/10/2026), organisasi kepemudaan tersebut memperkenalkan tiga produk unggulan berbasis potensi lokal.
Tim verifikasi dipimpin Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Kementerian Sosial, Adrianus Alla, dengan melibatkan perwakilan Pengurus Nasional Karang Taruna, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, kalangan akademisi, serta Kementerian Sosial. Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Mojokerto turut hadir menyambut kedatangan tim penilai.
Karang Taruna Trisula mengembangkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi melalui usaha produktif. Tiga produk yang menjadi andalan organisasi ini meliputi rumah produksi helm, produksi jok kendaraan, dan kopi Excelsa Padangasri.
Di antara produk tersebut, kopi Excelsa menjadi salah satu potensi lokal yang mendapat perhatian. Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian menilai komoditas khas Padangasri itu memiliki peluang ekonomi karena karakteristiknya tidak ditemukan di setiap daerah. Pengelolaannya oleh generasi muda melalui Karang Taruna juga dinilai dapat memperkuat peran pemuda dalam mengembangkan potensi desa.
“Kopi Excelsa ini potensi yang sangat menarik. Potensi khas yang tidak dimiliki setiap daerah. Yang penting, sudah dikelola langsung oleh generasi muda melalui Karang Taruna,” jelas Rizal.
Nama Trisula sendiri berasal dari tiga dusun di Desa Padangasri, yakni Padangan, Padangasri, dan Ngerambut. Nama tersebut mencerminkan semangat persatuan pemuda dari seluruh wilayah desa dalam menjalankan kegiatan sosial maupun mengembangkan usaha.
Organisasi ini juga membawa slogan BERKAT, yang merupakan singkatan dari Berkarya, Kreatif, Agamis, Tanggung Jawab. Nilai tersebut menjadi landasan bagi para anggota untuk terus berinovasi sekaligus mempertahankan tanggung jawab dan prinsip moral dalam berkegiatan.
“Ada nilai yang ingin dibangun. Anak muda bisa berkarya dan berinovasi, tapi tetap punya tanggung jawab dan landasan moral,” kata Rizal.
Untuk mendukung pengembangan usaha, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyalurkan dukungan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Melalui Dinas Sosial, bantuan yang diberikan mencakup mesin sangrai kopi dan mesin espresso guna menunjang produksi kopi Excelsa.
Sementara itu, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemerintah daerah memberikan pendampingan untuk pengurusan sertifikat halal dan Standar Nasional Indonesia (SNI), pelatihan pemasaran digital, serta penguatan usaha ekonomi produktif.
“Dukungan ini bentuk komitmen Pemkab. Tidak hanya apresiasi, tapi juga menghadirkan bantuan agar potensi pemuda terus berkembang dan berkelanjutan,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, keberhasilan pemberdayaan pemuda tidak cukup dinilai dari keberadaan produk usaha, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat. Pengembangan Karang Taruna Trisula diharapkan mampu meningkatkan keterampilan pemuda Desa Padangasri, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan nilai jual produk lokal Kabupaten Mojokerto.
“Ketika pemuda diberi ruang untuk tumbuh dan berkarya, desa akan punya kekuatan untuk berkembang. Ketika potensi lokal dikelola sendiri dengan dukungan pemerintah yang tepat, pembangunan jadi gerakan bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pengurus Karang Taruna Trisula agar terus mengembangkan usaha meskipun telah meraih berbagai pencapaian. Peningkatan kualitas produk dan perluasan jaringan pemasaran menjadi langkah penting agar usaha yang dibangun dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Terus jaga semangat BERKAT. Kembangkan potensi, perkuat kualitas produk, perluas jejaring,” pesannya.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap produk helm, jok kendaraan, dan kopi Excelsa yang dikembangkan Karang Taruna Trisula dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Keberhasilan tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi bagi organisasi Karang Taruna lainnya di Jawa Timur untuk mengembangkan usaha produktif sesuai potensi daerah masing-masing.
Melalui verifikasi tingkat nasional ini, Karang Taruna Trisula Desa Padangasri berpeluang memperluas pengenalan produk dan kiprahnya di tingkat nasional. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kemandirian pemuda dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Mojokerto.










Discussion about this post