• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
10 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Aki Pemantau Anak Gunung Krakatau Hilang

by SDGS Admin
2 Oktober 2026
Aki Pemantau Anak Gunung Krakatau Hilang
18
SHARES
113
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Sebanyak delapan unit aki yang menjadi bagian dari perangkat pemantauan Gunung Anak Krakatau dilaporkan hilang sejak 16 September 2026. Kejadian tersebut sempat menyebabkan salah satu stasiun pemantauan dengan kode LV93 berhenti beroperasi.

Hilangnya komponen sumber daya tersebut berdampak pada sistem pengamatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Gangguan itu dapat memengaruhi ketersediaan data yang diperlukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api secara cepat, terutama dalam mendukung upaya perlindungan masyarakat.

BACA JUGA

Gunung Marapi Kembali Erupsi Abu Vulkanik Guyur Sejumlah Wilayah

Gunung Marapi Kembali Erupsi Abu Vulkanik Guyur Sejumlah Wilayah

30 September 2026
Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

11 September 2026
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Bandara SIM Menuju Jakarta

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Bandara SIM Menuju Jakarta

8 September 2026

Anggota Ikatan Ahli Bencana, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa instrumen pemantauan merupakan bagian penting dalam pengawasan aktivitas gunung api. Berbagai perangkat digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai gempa vulkanik, tremor, kondisi visual, serta perubahan aktivitas gunung melalui sejumlah teknologi pengamatan.

“Aki merupakan alat esensial untuk mendapatkan informasi keaktifan gunung api, khususnya gunung yang sedang mengalami erupsi. Karena ada pengamatan terkait dengan gempa vulkanik, tremor, satelit, peralatan visual, dan CCTV,” ujar Daryono dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Menurut Daryono, tidak berfungsinya salah satu stasiun dapat membatasi kemampuan analis untuk memperoleh data secara menyeluruh mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau. Informasi yang sebelumnya dapat dikirimkan dari lapangan secara langsung atau real-time menjadi berkurang.

“Kalau stasiun pemantauan seluruh gunung itu mati, dampaknya kemampuan observasi secara langsung akan berkurang. Artinya kita tidak bisa mendapatkan data real-time,” katanya.

Pengamatan Gunung Anak Krakatau tidak hanya mengandalkan data kegempaan. Kondisi gunung juga dipantau secara visual melalui CCTV dan perangkat lainnya. Apabila sebagian instrumen mengalami gangguan, pengamatan terhadap sejumlah aktivitas seperti letusan, lontaran material, kepulan asap, abu vulkanik, maupun perubahan kawah dapat menjadi lebih terbatas.

Dalam situasi tersebut, analis perlu memaksimalkan perangkat pemantauan lain yang masih berfungsi. Namun, semakin sedikit sumber data yang tersedia, semakin terbatas pula informasi yang dapat digunakan untuk menganalisis perubahan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Daryono mengatakan gangguan terhadap sistem pemantauan dapat memberikan dampak secara tidak langsung kepada masyarakat. Keterbatasan informasi lapangan dapat berpengaruh terhadap proses analisis dan kecepatan penyusunan rekomendasi ketika terdapat perubahan aktivitas vulkanik.

“Matinya satu stasiun pemantau dapat mengurangi kecepatan informasi mengenai perubahan aktivitas Anak Krakatau. Jika penilaian tidak optimal, itu memengaruhi kecepatan pemberian rekomendasi-rekomendasi penting untuk masyarakat,” ujarnya.

Menurut Daryono, hilangnya aki juga berdampak pada aspek redundansi dalam sistem pemantauan yang menggunakan berbagai instrumen. Apabila semakin banyak perangkat tidak dapat digunakan, pilihan sumber data untuk memastikan kondisi Gunung Anak Krakatau juga semakin terbatas.

Untuk mengurangi risiko kejadian serupa, ia menyarankan pengamanan fasilitas pemantauan dilakukan dengan beberapa lapisan perlindungan. Upaya tersebut dapat berupa penyimpanan aki yang lebih aman, penguatan fondasi perangkat, penggunaan kamera dengan sumber daya berbeda, hingga pemasangan sistem alarm.

“Kamera keamanan sebaiknya memiliki sumber daya dan jalur komunikasi terpisah sehingga tetap mendapatkan rekaman ketika sistem power supply rusak. Kalau semua alat jadi satu, saat aki hilang, alatnya mati semua,” jelasnya.

Selain perlindungan secara fisik, sistem pemantauan juga dinilai perlu mempunyai mekanisme pemberitahuan gangguan secara real-time. Sistem tersebut dapat membantu petugas mengetahui lebih cepat apabila perangkat mengalami kerusakan, kehilangan sumber daya, maupun gangguan lainnya.

Daryono turut mengingatkan bahwa pencurian komponen perangkat pemantauan tidak sebatas menyebabkan kerugian terhadap aset negara. Gangguan pada instrumen tersebut juga dapat memengaruhi sistem peringatan dini aktivitas gunung api dan pada akhirnya berkaitan dengan aspek keselamatan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Share7SendTweet5
Previous Post

Saham SEMA Melonjak di Tengah Kontrak Data Center

Next Post

Kenduri Sastra Hidupkan Kembali Karya Maestro Aceh

Next Post
Kenduri Sastra Hidupkan Kembali Karya Maestro Aceh

Kenduri Sastra Hidupkan Kembali Karya Maestro Aceh

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Praktik Restorasi Naskah Kuno

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Praktik Restorasi Naskah Kuno

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

10 Oktober 2026
Kemkomdigi Siapkan Aturan Transparansi Harga Layanan Antar Barang dan Makanan

Kemkomdigi Siapkan Aturan Transparansi Harga Layanan Antar Barang dan Makanan

10 Oktober 2026
Mengenal Thomas Oentoro, Eks Eksekutif INA

Mengenal Thomas Oentoro, Eks Eksekutif INA

10 Oktober 2026
TPS 3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Menjadi Bernilai Guna

TPS 3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Menjadi Bernilai Guna

10 Oktober 2026
Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif

Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif

10 Oktober 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3657 shares
    Share 1463 Tweet 914
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3659 shares
    Share 1464 Tweet 915
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3630 shares
    Share 1452 Tweet 908
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3601 shares
    Share 1440 Tweet 900
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3951 shares
    Share 1580 Tweet 988

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.