• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 Juli 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Kalbar Masuk Prioritas Pengembangan Mineral Kritis Nasional Melalui Blok Melawi dan Boyan Hulu

by SDGS Admin
8 Juli 2026
Kalbar Masuk Prioritas Pengembangan Mineral Kritis Nasional Melalui Blok Melawi dan Boyan Hulu
20
SHARES
124
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Kalimantan Barat, Kabar SDGs – Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan mineral kritis nasional setelah Badan Industri Mineral (BIM) menetapkan Blok Melawi dan Blok Boyan Hulu sebagai kawasan yang memiliki potensi logam tanah jarang (LTJ) dan antimon. Penetapan tersebut membuka peluang bagi Kalimantan Barat untuk berperan dalam penguatan industri mineral strategis sekaligus mendukung pengembangan teknologi masa depan.

Kepala Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa kedua blok di Kalimantan Barat termasuk dalam delapan kawasan prioritas mineral kritis yang tengah dipetakan pemerintah.

BACA JUGA

Pemerintah Bakal Percepat Penerapan Energi Baru Terbarukan

Pemerintah Bakal Percepat Penerapan Energi Baru Terbarukan

14 Desember 2020

“Kemudian juga yang berikutnya itu adalah Blok Melawi, Blok Boyan Hulu, Blok Mamuju, dan Blok Bombana,” ujar Brian Yuliarto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI.

Blok Melawi menjadi kawasan dengan potensi logam tanah jarang terbesar di Indonesia. Wilayah seluas sekitar 54.000 hektare tersebut tercatat memiliki kandungan logam tanah jarang dengan kadar total mencapai 81.720 parts per million (ppm), sehingga berpotensi menjadi sumber bahan baku penting bagi industri kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Sementara itu, Blok Boyan Hulu yang memiliki luas sekitar 8.492 hektare dipetakan menyimpan kandungan antimon berkadar tinggi, yakni antara 70 hingga 95 persen. Mineral tersebut dibutuhkan dalam industri semikonduktor, baterai, komponen elektronik, serta berbagai material industri berteknologi tinggi.

Meski memiliki prospek ekonomi yang besar, pengembangan kedua kawasan tersebut tetap menghadapi tantangan dari sisi lingkungan. Sekitar 20 persen wilayah Blok Melawi berada di kawasan hutan lindung, sedangkan sekitar 15 persen area Blok Boyan Hulu juga termasuk kawasan yang memerlukan perlindungan. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar proses eksplorasi dan pengembangan dilakukan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan serta kelestarian lingkungan.

Pengembangan dua blok di Kalimantan Barat merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketersediaan mineral kritis. Selain Melawi dan Boyan Hulu, pemerintah juga memprioritaskan sejumlah kawasan lain di Bangka Belitung, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap logam tanah jarang yang menjadi bahan baku berbagai teknologi modern. Permintaan dunia terhadap unsur-unsur tanah jarang terus meningkat, sementara pasokan global masih didominasi oleh China, sehingga mendorong banyak negara memperkuat sumber daya mineral strategisnya.

Dengan potensi yang dimiliki, Kalimantan Barat dinilai memiliki peluang untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri teknologi global melalui pengembangan mineral kritis yang tetap memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Share8SendTweet5
Previous Post

Bandara I Gusti Ngurah Rai Hadirkan Parade Gebogan Meriahkan Libur Sekolah 2026

Next Post

Polinela Perluas Kemitraan Global Lewat Forum Pendidikan Tinggi Indonesia Prancis

Next Post
Polinela Perluas Kemitraan Global Lewat Forum Pendidikan Tinggi Indonesia Prancis

Polinela Perluas Kemitraan Global Lewat Forum Pendidikan Tinggi Indonesia Prancis

Kemenag Aceh Dorong Matamuda Jadi Sarana Pemetaan Bakat dan Karakter Murid Baru

Kemenag Aceh Dorong Matamuda Jadi Sarana Pemetaan Bakat dan Karakter Murid Baru

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Wagub Tinjau Pengembangan Shrimp Estate Sukamara

Wagub Tinjau Pengembangan Shrimp Estate Sukamara

12 Juli 2026
Museum Negeri Bengkulu Jadi Pusat Edukasi Sejarah

Museum Negeri Bengkulu Jadi Pusat Edukasi Sejarah

12 Juli 2026
Geopark Sangkulirang Mangkalihat Jalani Verifikasi Nasional

Geopark Sangkulirang Mangkalihat Jalani Verifikasi Nasional

12 Juli 2026
YBM PLN Salurkan Santunan untuk Anak Yatim

YBM PLN Salurkan Santunan untuk Anak Yatim

12 Juli 2026
Indonesia dan Singapura Sepakati 26 Kerja Sama Strategis

Indonesia dan Singapura Sepakati 26 Kerja Sama Strategis

11 Juli 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    860 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    862 shares
    Share 345 Tweet 216

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.