• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
28 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Selat Malaka Dilewati 22% Perdagangan Dunia

Capai 100 ribu Kapal Per Tahun

by Riski Yanti
27 April 2026
Selat Malaka Dilewati 22% Perdagangan Dunia
53
SHARES
334
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia dengan estimasi lebih dari 100.000 kapal melintas setiap tahun dan mengangkut sekitar 22 persen perdagangan maritim dunia.

Jalur ini juga menjadi koridor utama distribusi energi dunia, di mana sekitar 23 juta barel minyak per hari melintasi kawasan ini.

BACA JUGA

Indonesia Logistics Awards 2026, SCI Tekankan Penguatan Rantai Pasok dan Ketahanan Energi Hadari 2027

Indonesia Logistics Awards 2026, SCI Tekankan Penguatan Rantai Pasok dan Ketahanan Energi Hadari 2027

12 Oktober 2026
Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Diproyeksikan Tumbuh 7,69 Persen

Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Diproyeksikan Tumbuh 7,69 Persen

22 September 2026
Ekspor Maret Turun 3,10 Persen

Ekspor Maret Turun 3,10 Persen

6 Mei 2026

Posisi strategis tersebut menempatkan Indonesia sebagai aktor kunci dalam sistem logistik global, terutama melalui keterkaitannya dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang menjadi jalur resmi pelayaran internasional lintas kepulauan.

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyatakan kontribusi ekonomi langsung yang diperoleh Indonesia dari lalu lintas tersebut masih terbatas, karena sebagian besar kapal hanya melintas tanpa melakukan aktivitas ekonomi.

Indonesia perlu melakukan pendekatan strategis dengan memanfaatkan intensitas lalu lintas tersebut sebagai peluang untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.

Indonesia perlu bertransformasi dari sekadar negara lintasan (pass-through economy) menjadi negara penyedia layanan (service-based maritime economy).

Dengan lebih dari 90.000 kapal yang melintas setiap tahun, bahkan jika hanya 5–10% kapal melakukan port call di Indonesia, potensi ekonomi yang tercipta sangat signifikan, baik dari sisi pendapatan pelabuhan, jasa logistik, maupun multiplier effect terhadap industri pendukung.

Pengalaman Singapura menunjukkan bahwa nilai ekonomi terbesar dari jalur pelayaran bukan berasal dari pungutan lintas, melainkan dari layanan bernilai tambah.

Singapura saat ini menjadi hub bunkering terbesar di dunia dengan volume lebih dari 50 juta ton bahan bakar kapal per tahun, serta menangani lebih dari 37 juta TEUs peti kemas per tahun.

Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memanfaatkan peluang tersebut, baik dari sisi kinerja pelabuhan maupun struktur arus muatan.

Kinerja beberapa pelabuhan utama masih tertinggal dalam hal turnaround time dan efisiensi dibandingkan hub regional, sementara keterbatasan layanan bernilai tambah seperti bunkering, ship repair, dan transshipment menyebabkan kapal internasional belum memiliki insentif kuat untuk singgah di Indonesia.

Selain itu, muatan ekspor-impor yang masih tersebar di berbagai pelabuhan membuat volume tidak terkonsolidasi, sehingga belum cukup menarik bagi mother vessel untuk melakukan direct call.

Kondisi tersebut mendorong operator pelayaran lebih memilih pelabuhan dengan volume besar dan stabil, sehingga arus ekspor-impor Indonesia masih banyak dilayani melalui skema transshipment di hub regional seperti Singapura atau Port Klang yang berdampak terhadap biaya logistik yang lebih tinggi, lead time yang lebih panjang, serta kehilangan potensi nilai tambah ekonomi yang seharusnya dapat ditangkap di dalam negeri.

Setijadi menilai bahwa penguatan peran Indonesia dalam rantai pasok global memerlukan perubahan paradigma kebijakan.

Pengembangan maritime logistics hub di sekitar Selat Malaka dan ALKI, peningkatan layanan pelabuhan, serta integrasi multimoda menjadi kunci untuk menarik aktivitas ekonomi ke dalam negeri.

Dengan strategi yang tepat, Selat Malaka dan ALKI dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia.

Pendekatan berbasis layanan tidak hanya sesuai dengan ketentuan hukum internasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Indonesia memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi pemain utama dalam sistem logistik maritim global, bukan hanya sebagai jalur lintasan, tetapi sebagai pusat aktivitas ekonomi yang bernilai tinggi.

Share21SendTweet13
Previous Post

Diskon Tiket Whoosh Hingga 50%

Next Post

Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, KAI Lakukan Evakuasi

Next Post
KAI Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan KA, Akses ke Yogyakarta, Solo, Cilacap, dan Bandung Semakin Fleksibel

Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, KAI Lakukan Evakuasi

Angkutan Perkotaan KAI Group Terus Meningkat Sepanjang 2025

KAI Sampaikan Permohonan Maaf, Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Kutai Timur Perluas Akses Modal Usaha hingga Pelosok Desa

Kutai Timur Perluas Akses Modal Usaha hingga Pelosok Desa

28 Oktober 2026
PGN Perluas Edukasi Jargas untuk Warga Surabaya

PGN Perluas Edukasi Jargas untuk Warga Surabaya

27 Oktober 2026
Penerapan Code Stroke, Sistem Penanganan Komprehensif untuk Stroke Akut

Penerapan Code Stroke, Sistem Penanganan Komprehensif untuk Stroke Akut

27 Oktober 2026
Innova Zenix 2026 Hadir dengan Fitur Kendali Jarak Jauh

Innova Zenix 2026 Hadir dengan Fitur Kendali Jarak Jauh

27 Oktober 2026
Creativillage di Kawasan SCBD, Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global

Creativillage di Kawasan SCBD, Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global

27 Oktober 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3420 shares
    Share 1368 Tweet 855
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4030 shares
    Share 1612 Tweet 1008
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4005 shares
    Share 1602 Tweet 1001
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4058 shares
    Share 1623 Tweet 1015
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4067 shares
    Share 1627 Tweet 1017

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.