Bengkulu, Kabar SDGs – Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional terus diperkuat sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, khususnya melalui pemenuhan serta pemantauan gizi ibu hamil.
Program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga menjadi ruang pendampingan intensif bagi ibu hamil agar lebih memahami pentingnya asupan gizi seimbang selama masa kehamilan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya kondisi kehamilan yang sehat sekaligus mencegah berbagai risiko kesehatan sejak dini.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, menyampaikan bahwa program ini memiliki peran penting dalam menekan angka stunting di masyarakat. “Yang lebih penting lagi program tersebut guna tercegahnya risiko stunting sejak dini di tengah masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H usai mengikuti zoom meeting pada TAMASYA di KERABAT yang mengangkat tema “Gizi Pada Kehamilan Dan Pemantauan Gizi Menuju Kehamilan Sehat” Kamis,(26/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, TAMASYA melibatkan berbagai unsur mulai dari tenaga kesehatan, petugas keluarga berencana, hingga kader di tingkat desa. Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan pelayanan kepada ibu hamil berjalan optimal dan berkelanjutan.
Program tersebut juga didukung oleh sejumlah mitra teknis seperti POGI Provinsi Bengkulu, Dinas Kesehatan, organisasi perangkat daerah bidang keluarga berencana, serta pemerintah kabupaten dan kota.
” Tenaga kesehatan berperan dalam melakukan pemeriksaan rutin, pemantauan status gizi, serta memberikan edukasi terkait kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak. Sementara itu, petugas KB turut memberikan pendampingan, termasuk konseling kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga yang sehat dan berkualitas”.
Selain itu, peran kader dan pemerintah daerah dinilai sangat penting dalam memperkuat implementasi program melalui edukasi langsung kepada masyarakat serta dukungan fasilitas layanan di lapangan. Sinergi lintas sektor ini memungkinkan intervensi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas.
Melalui keterlibatan berbagai pihak tersebut, program TAMASYA diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi mendatang. Pendekatan yang terintegrasi ini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi kesehatan keluarga sejak masa kehamilan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.









Discussion about this post