• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
11 Juli 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Program TAMASYA Perkuat Kesehatan Ibu Hamil

by SDGS Admin
29 Maret 2026
Program TAMASYA Perkuat Kesehatan Ibu Hamil
20
SHARES
128
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Bengkulu, Kabar SDGs – Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional terus diperkuat sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, khususnya melalui pemenuhan serta pemantauan gizi ibu hamil.

Program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga menjadi ruang pendampingan intensif bagi ibu hamil agar lebih memahami pentingnya asupan gizi seimbang selama masa kehamilan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya kondisi kehamilan yang sehat sekaligus mencegah berbagai risiko kesehatan sejak dini.

BACA JUGA

No Content Available

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, menyampaikan bahwa program ini memiliki peran penting dalam menekan angka stunting di masyarakat. “Yang lebih penting lagi program tersebut guna tercegahnya risiko stunting sejak dini di tengah masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H usai mengikuti zoom meeting pada TAMASYA di KERABAT yang mengangkat tema “Gizi Pada Kehamilan Dan Pemantauan Gizi Menuju Kehamilan Sehat” Kamis,(26/3/2026).

Dalam pelaksanaannya, TAMASYA melibatkan berbagai unsur mulai dari tenaga kesehatan, petugas keluarga berencana, hingga kader di tingkat desa. Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan pelayanan kepada ibu hamil berjalan optimal dan berkelanjutan.

Program tersebut juga didukung oleh sejumlah mitra teknis seperti POGI Provinsi Bengkulu, Dinas Kesehatan, organisasi perangkat daerah bidang keluarga berencana, serta pemerintah kabupaten dan kota.

” Tenaga kesehatan berperan dalam melakukan pemeriksaan rutin, pemantauan status gizi, serta memberikan edukasi terkait kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak. Sementara itu, petugas KB turut memberikan pendampingan, termasuk konseling kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga yang sehat dan berkualitas”.

Selain itu, peran kader dan pemerintah daerah dinilai sangat penting dalam memperkuat implementasi program melalui edukasi langsung kepada masyarakat serta dukungan fasilitas layanan di lapangan. Sinergi lintas sektor ini memungkinkan intervensi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas.

Melalui keterlibatan berbagai pihak tersebut, program TAMASYA diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi mendatang. Pendekatan yang terintegrasi ini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi kesehatan keluarga sejak masa kehamilan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Share8SendTweet5
Previous Post

Kuliner Aci Bandung Kian Inovatif

Next Post

Xiaomi Hadirkan Smartphone Kamera Leica

Next Post
Xiaomi Hadirkan Smartphone Kamera Leica

Xiaomi Hadirkan Smartphone Kamera Leica

Film Pelangi di Mars Tembus Batas Imajinasi

Film Pelangi di Mars Tembus Batas Imajinasi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Prabowo Terima Kunjungan Thaksin di Kertanegara

Prabowo Terima Kunjungan Thaksin di Kertanegara

10 Juli 2026
Prambanan Jadi Simbol Kemitraan Indonesia dan India

Prambanan Jadi Simbol Kemitraan Indonesia dan India

10 Juli 2026
Dibangun di Kawasan Sejuk, Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung Dukung Kenyamanan Belajar Siswa

Dibangun di Kawasan Sejuk, Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung Dukung Kenyamanan Belajar Siswa

10 Juli 2026
M4CR Dorong Perempuan Pesisir Kaltara Berdaya Lewat Sekolah Lapang Livelihood

M4CR Dorong Perempuan Pesisir Kaltara Berdaya Lewat Sekolah Lapang Livelihood

10 Juli 2026
12 Akademisi Ajukan Amicus Curiae, Sebut Bank Tanah Solusi Kebuntuan Agraria

12 Akademisi Ajukan Amicus Curiae, Sebut Bank Tanah Solusi Kebuntuan Agraria

10 Juli 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1119 shares
    Share 448 Tweet 280
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    828 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    832 shares
    Share 333 Tweet 208

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.