• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
16 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Menteri Ekraf Siapkan KUR Berbasis KI hingga Rp10 Triliun untuk Pelaku Ekraf

by Riski Yanti
9 Maret 2026
Menteri Ekraf Siapkan KUR Berbasis KI hingga Rp10 Triliun untuk Pelaku Ekraf
35
SHARES
218
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ekraf menegaskan peran GEKRAFS sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

BACA JUGA

Monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ Suarakan Isu Perdagangan Orang Melalui Seni Pertunjukan

Monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ Suarakan Isu Perdagangan Orang Melalui Seni Pertunjukan

28 September 2026
Dari Museum Joang 45 ke Las Vegas, Menekraf Dorong Modifikasi Otomotif Nasional Mendunia

Dari Museum Joang 45 ke Las Vegas, Menekraf Dorong Modifikasi Otomotif Nasional Mendunia

20 Agustus 2026
Dari Rumput Laut hingga Batik Etnik, Menteri Ekraf Dorong Kaltara Jadi Mesin Ekonomi Baru

Dari Rumput Laut hingga Batik Etnik, Menteri Ekraf Dorong Kaltara Jadi Mesin Ekonomi Baru

22 Juli 2026

“Selama tujuh tahun terakhir, GEKRAFS sebagai mitra strategis pemerintah berbentuk komunitas berkembang menjadi gerakan nasional dengan lebih dari 38.000 anggota di 38 provinsi serta ratusan kabupaten dan kota,” ujar Teuku Riefky yang juga tergabung sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat DPP Gekrafs.

Rakernas GEKRAFS 2026 bertema “Astakarya: Akselerasi Karya, Transformasi Ekonomi Indonesia” digelar selama dua hari pada 6–7 Maret 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pimpinan GEKRAFS dari berbagai daerah dan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari akses pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, transformasi digital, hingga penguatan creative hub dan perluasan akses pasar agar produk kreatif Indonesia semakin mendunia.

Kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan GEKRAFS terus berkembang sejak penandatanganan nota kesepahaman pada Juli 2025.

Sejumlah inisiatif telah dijalankan bersama, mulai dari rangkaian kegiatan bulan kreatif bertajuk Oktoberkreasi menjelang Hari Ekonomi Kreatif Nasional hingga fasilitasi pertemuan pegiat ekonomi kreatif Indonesia dengan komunitas kreatif di Jepang dalam kegiatan di Osaka.

Menteri Ekraf juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).

Melalui skema ini, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.

“Kami sedang memperjuangkan kekayaan intelektual sebagai agunan pokok. Saat ini masih dalam masa transisi sehingga masih digunakan sebagai jaminan pendukung sambil membangun kepercayaan dengan institusi keuangan. Untuk mempercepatnya, Kementerian Ekraf akan membentuk Satgas bersama GEKRAFS sebagai mitra strategis pemerintah,” tegas Teuku Riefky.

Menteri Ekraf juga menyampaikan bahwa Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045 telah selesai disusun dan segera disahkan.

Ia berharap GEKRAFS dapat berperan dalam mengamplifikasi serta menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada para pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum GEKRAFS Kawendra Lukistian turut menyampaikan komitmen organisasinya dalam memperkuat pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif melalui delapan program utama Asta Karya.

“Kalau Presiden Prabowo punya Asta Cita, kami juga menghadirkan Asta Karya, delapan program untuk memberdayakan pegiat ekonomi kreatif. Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Ekraf yang telah melantik Penilai Kekayaan Intelektual, sehingga karya para kreator kini bisa menjadi kolateral untuk mendapatkan akses permodalan yang layak,” ujar Kawendra.

Dalam penutupan Rakernas ini, GEKRAFS juga menyerahkan laporan rekomendasi hasil Rakernas kepada Kementerian Ekraf sebagai masukan untuk memperkuat kebijakan dan program pengembangan sektor ekonomi kreatif.

Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menyelaraskan langkah para pegiat ekonomi kreatif dengan visi pembangunan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Ekonomi Kreatif juga menerima Anugerah Kolaborasi Strategis Terbaik dari GEKRAFS sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan dukungan kementerian dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Penghargaan ini menjadi simbol penguatan kemitraan antara pemerintah dan komunitas kreatif dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru perekonomian Indonesia.

Share14SendTweet9
Previous Post

Dedikasi Petugas Pemeriksa Jalan Rel di Balik Perjalanan Kereta Api

Next Post

Pelantikan Pengurus KADIN Kaltim Di IKN

Next Post
Pelantikan Pengurus KADIN Kaltim Di IKN

Pelantikan Pengurus KADIN Kaltim Di IKN

Wali Kota Balikpapan Imbau Warga Tidak Panic Buying

Wali Kota Balikpapan Imbau Warga Tidak Panic Buying

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Baketrans Rumuskan Prioritas Kebijakan Transportasi Nasional

Baketrans Rumuskan Prioritas Kebijakan Transportasi Nasional

16 Oktober 2026
Indonesia Perkuat Konektivitas Udara di Tengah Tantangan Sektor Penerbangan

Garuda Indonesia Mitigas Operasional Keselaamatan Penerbangan

16 Oktober 2026
Prashanti Hotel Lampung Gelar Topping Off Siap Hadirkan Konsep Wellness

Prashanti Hotel Lampung Gelar Topping Off Siap Hadirkan Konsep Wellness

14 Oktober 2026
Elnusa Bidik Pasar Internasional untuk Perkuat Pertumbuhan Bisnis

Elnusa Bidik Pasar Internasional untuk Perkuat Pertumbuhan Bisnis

14 Oktober 2026
Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System

Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System

14 Oktober 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3796 shares
    Share 1518 Tweet 949
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4086 shares
    Share 1634 Tweet 1022
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3788 shares
    Share 1515 Tweet 947
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3733 shares
    Share 1493 Tweet 933
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3698 shares
    Share 1479 Tweet 925

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.