Surabaya, Kabar SDGs – PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Direktorat Operasi menyelenggarakan pelatihan Basic Life Support (BLS) di Ruang Toba, Gedung Customer Service Lantai 2 Terminal Petikemas Surabaya (TPS), sebagai bagian dari dukungan terhadap Bulan Kesehatan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari berbagai unit kerja di wilayah Surabaya, termasuk PT Pelindo Terminal Petikemas, Terminal Petikemas Surabaya, Terminal Teluk Lamong, serta unit kerja terkait lainnya berdasarkan surat perintah resmi.
Pelatihan tersebut diikuti oleh personel Health, Safety, Security and Environment (HSSE) hingga petugas operasional yang memiliki peran penting dalam penanganan kondisi darurat di lingkungan kerja. Para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama yang efektif, seperti penanganan henti napas, henti jantung, serta penggunaan peralatan keselamatan dasar, yang dinilai krusial dalam mendukung aktivitas industri kepelabuhanan dengan tingkat risiko operasional yang tinggi.
Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan TPS, Pragola Jiwa Suryanto, menyampaikan bahwa pelatihan BLS merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya K3 di lingkungan kerja. “Dinamika operasional industri kepelabuhanan yang sangat tinggi mengharuskan setiap insan perusahaan memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat,” katanya kepada selalu.id, Jumat (30/1/2026).
Menurut Pragola, kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Pelindo Group dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional 2026. Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci untuk menciptakan operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan. “Kami akan terus mendorong peningkatan kompetensi pekerja agar standar keselamatan dan keamanan kerja terjaga dengan baik di seluruh area terminal,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, perusahaan berharap seluruh peserta dapat menerapkan keahlian yang diperoleh dalam situasi nyata di lapangan sekaligus menjadi penggerak penguatan budaya K3. Dengan demikian, operasional kepelabuhanan diharapkan dapat berjalan lebih aman, responsif terhadap kondisi darurat, dan berkelanjutan.












Discussion about this post