• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
5 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Indonesia–Tiongkok Perkuat Positioning Ekonomi Kreatif melalui Global Executive Nexus Program

by Riski Yanti
14 Januari 2026
Indonesia–Tiongkok Perkuat Positioning Ekonomi Kreatif melalui Global Executive Nexus Program
28
SHARES
175
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar, menyambut baik Global Executive Nexus Program (GENP) yang berfokus pada penguatan kolaborasi positioning ekonomi kreatif antara Indonesia dan Tiongkok.

Hal tersebut disampaikan dalam audiensi bersama delegasi GENP di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta.

BACA JUGA

Pelaku Ekraf IKN Didorong Kuasai Transaksi Digital

Pelaku Ekraf IKN Didorong Kuasai Transaksi Digital

15 Mei 2026
Indonesia Perkuat Konektivitas Udara di Tengah Tantangan Sektor Penerbangan

Indonesia Perkuat Konektivitas Udara di Tengah Tantangan Sektor Penerbangan

10 Mei 2026
Sektor Ekonomi Kreatif Relevan untuk Gen Z, Menteri Ekraf Spill 3 Jurus Bikin UMKM Naik Kelas

Sektor Ekonomi Kreatif Relevan untuk Gen Z, Menteri Ekraf Spill 3 Jurus Bikin UMKM Naik Kelas

25 April 2026

Dalam pertemuan itu, Wamen Ekraf menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam membuka peluang kerja sama, khususnya melalui pengembangan jejaring akademik berbasis riset internasional.

“Kami memahami bagaimana rantai pasok kedua negara, Indonesia dan Tiongkok dapat terintegrasi bersama dan kemudian menguasai pasar global. Dengan keahlian talenta atau demografi didalamnya, tentu masing-masing harus bisa melihat peluang internasional sehingga posisi ekonomi kreatif selalu jadi ruang dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas,” ucap Wamen Ekraf Irene.

Wamen Ekraf berharap, pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun tujuan bersama antara Indonesia dan Tiongkok untuk menguatkan riset dan kajian ekonomi kreatif bersama Fudan University.

Dengan demikian dukungan terhadap pengembangan kebijakan ekonomi kreatif berbasis data dan statistik terkait 17 subsektor ekraf bisa terpenuhi.

“Indonesia punya sumber daya dan keunggulan yang sangat besar sehingga Kementerian Ekraf harus membuat program yang sejalan dengan arah ekonomi kreatif nasional. Salah satunya, kami punya program Emak-Emak Matic supaya para ibu rumah tangga memahami teknologi baru dan kami melatih mereka jadi pemasar (afiliator) yang mumpuni serta bisa memulai berjualan online. Berarti, peningkatan kapasitas dan kemampuan digital mereka akan lebih terarah,” tambah Wamen Ekraf Irene.

Fudan University menjadi salah satu universitas riset terkemuka di Shanghai, Tiongkok yang berdiri sejak 1905. Menurut Times Higher Education (THE) World University Rangkings 2025, Fudan University berada dalam peringkat 36 dunia.

Melalui Center for Southeast Asia & Common Market (SEACM), Fudan University aktif mendorong riset ekonomi regional, kerja sama internasional, dan pertukaran antara akademisi untuk studi kawasan dan kebijakan publik.

Perwakilan GENP Indonesia Working Group, CHEN Chao menyebut, Indonesia memiliki budaya lokal yang kuat. Dengan adanya pertemuan ini menjadi fasilitas pemahaman mendalam tentang pasar dan budaya masing-masing negara.

“Kami siap mendorong kemitraan strategis bersama Kementerian Ekraf karena komitmen Fudan University yaitu mencetak profesional muda serta entrepreneur global secara luas,” jelasnya.

Share11SendTweet7
Previous Post

Kementerian Ekraf Dukung SOVLO Jadi Rumah Kolaborasi Ilustrator Lokal

Next Post

Air Bersih Sudah Mengalir di Masjid Simpang Lhee

Next Post
Air Bersih Sudah Mengalir di Masjid Simpang Lhee

Air Bersih Sudah Mengalir di Masjid Simpang Lhee

Penerbangan Perdana Subsidi Angkutan Udara Perintis Korwil Gorontalo Perkuat Konektivitas Wilayah Kepulauan

Penerbangan Perdana Subsidi Angkutan Udara Perintis Korwil Gorontalo Perkuat Konektivitas Wilayah Kepulauan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Fotografer Aceh Terpilih dalam Joop Swart Masterclass 2026

Fotografer Aceh Terpilih dalam Joop Swart Masterclass 2026

5 Juni 2026
SIER Bantu Penebusan Ijazah Dua Pelajar di Surabaya

SIER Bantu Penebusan Ijazah Dua Pelajar di Surabaya

5 Juni 2026
ABPEDNAS dan SUCOFINDO Resmikan Sumur Air Bersih di Lambleut

ABPEDNAS dan SUCOFINDO Resmikan Sumur Air Bersih di Lambleut

5 Juni 2026
Lima Perahu Bantuan Disalurkan untuk Nelayan Terdampak Bencana di Bireuen

Lima Perahu Bantuan Disalurkan untuk Nelayan Terdampak Bencana di Bireuen

5 Juni 2026
Saatnya Reformasi Kelembagaan BGN dan Tata Kelola MBG

Saatnya Reformasi Kelembagaan BGN dan Tata Kelola MBG

4 Juni 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    490 shares
    Share 196 Tweet 123
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    216 shares
    Share 86 Tweet 54
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    219 shares
    Share 88 Tweet 55
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    214 shares
    Share 86 Tweet 54
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    213 shares
    Share 85 Tweet 53

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.