• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
26 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Menteri Ekraf Dukung Perluas Akses Pembiayaan bagi Pegiat Film, Animasi dan Gim

Kementerian Ekraf Siap Gandeng Lembaga Keuangan untuk Dukung Business Matching Subsektor Film, Animasi serta Gim

by Riski Yanti
1 Oktober 2025
Menteri Ekraf Dukung Perluas Akses Pembiayaan bagi Pegiat Film, Animasi dan Gim
25
SHARES
159
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) senantiasa memfasilitasi pegiat ekraf dalam memaparkan potensi usaha sekaligus memberi ruang bagi lembaga keuangan serta mitra strategis untuk menjajaki peluang kerja sama secara langsung, cepat, dan tepat terutama untuk subsektor film, animasi, maupun gim.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya memberi edukasi untuk mencapai pemahaman antara lembaga keuangan dan pegiat ekraf dalam memperluas akses pembiayaan dan investasi.

BACA JUGA

Aktivasi Creative Hub Perkuat 50 Talenta Kreatif di Banten

Aktivasi Creative Hub Perkuat 50 Talenta Kreatif di Banten

14 Oktober 2026
Gaya Archive, Angkat Budaya Lewat Fesyen

Gaya Archive, Angkat Budaya Lewat Fesyen

25 September 2026
Brand Fesyen Lokal Kuasai Pasar Internasional

Brand Fesyen Lokal Kuasai Pasar Internasional

21 September 2026

“Kami berharap kegiatan hari ini bisa memfasilitasi supaya akses pembiayaan dan investasi untuk subsektor film, animasi, dan gim semakin baik pertumbuhannya. Kami juga mengajak dari lembaga keuangan untuk melihat tiap subsektor tersebut punya potensi perkembangan bisnis Intellectual Property (IP) yang pendapatannya tak hanya dari film saja, tetapi bisa menjadi produk kreatif lain yang derivatif melalui merchandise, novel, dan beririsan dengan 17 subsektor ekraf lain yang profitable,” jelas Menteri Ekraf Teuku Riefky di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta pada Selasa, 30 September 2025.

Menteri Ekraf Teuku Riefky menyoroti pentingnya potensi IP untuk subsektor film, animasi, dan gim yang berdampak bagi kontribusi perekonomian nasional.

Kondisi ini sejalan dengan pertumbuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian Ekraf yang terkait sumbangan terhadap PDB, nilai ekspor, tenaga kerja, dan investasi.

Dampak ekonomi industri perfilman di Indonesia saat ini sangat berkembang pesat dan momentumnya sangat kuat.

Diproyeksikan pertumbuhan layar sinema Indonesia dengan tingkat compound annual growth rate (CAGR) mencapai 6,13 persen per tahun hingga 2027.

Sementara sebaran studio animasi saat ini sudah terdapat lebih dari 185 studio animasi yang pusatnya ada di beberapa kota seperti Jakarta, Tangerang, Batam, Malang, Yogyakarta, dan kota-kota lain yang menyerap 7.700 tenaga kerja.

“Untuk industri gim juga bukan lagi sekadar hiburan, tetapi menjadi penggerak ekonomi global dengan kontribusi sebesar 30 triliun untuk pasar Indonesia tahun 2024 dan mencatat 148 juta orang Indonesia aktif bermain gim,” terang Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Tujuan dari kegiatan ini tentu mendorong kolaborasi antara lembaga keuangan domestik dan subsektor kreatif yang sedang berkembang agar tercipta kerja sama saling menguntungkan.

Lembaga keuangan perlu memahami karakteristik serta model bisnis yang dijalankan tiap subsektor ekraf, sementara para pegiat ekraf perlu memahami syarat-syarat dan prosedur yang ditetapkan dari lembaga keuangan.

“Hari ini kami juga mengundang dari lembaga keuangan seperti OJK dan perwakilan perbankan supaya para pegiat industri kreatif bisa paham regulator, sementara mereka juga bisa dapat pemahaman terkait aspek bisnis untuk subsektor film, animasi, dan gim. Lembaga keuangan akan menjadi bagian krusial untuk skema pembiayaan dalam industri kreatif ini sehingga mereka bisa punya jaminan fixed asset sesuai kontekstual proyek yang akan diproduksi dan mendorong kolaborasi,” ungkap Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Kementerian Ekraf Restog Krisna Kusuma.

Dalam membangun sinergi ini, kegiatan dilanjutkan dengan business matching dan diskusi panel interaktif yang efektif melalui 3 sesi panel terdiri dari:

1. Topik subsektor film menghadirkan narasumber produser Film Believe, Celerina Judisari dan Chief of Staff Visinema, Mia Angelia Santosa. Dipandu moderator Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu.

2. Topik subsektor animasi menghadirkan narasumber CEO RUS Animation Studio, Roy Tok dan CEO BumiLangit Entertainment, Bismarka Kurniawan. Dipandu moderator Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, Anggara Hayun Anujuprana.

3. Topik subsektor gim menghadirkan narasumber Ketua Asosiasi Gim Indonesia (AGI), Shafiq Husein dan CEO Arsanesia, Adam Ardisasmita. Dipandu moderator Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam.

Melalui penguatan ekosistem secara hexahelix, Kementerian Ekraf meyakini tiap subsektor ekonomi kreatif bisa meraih pangsa pasar yang lebih besar sehingga ekraf bisa menjadi the new engine of growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Share10SendTweet6
Previous Post

Indonesia Berkarawo Warnai Karnaval Karawo 2025 Tampilkan Elegansi Budaya Gorontalo

Next Post

Kemenpar Bersama ISTC Gelar “STDev 2025 Series #3” Bahas Pariwisata Regeneratif

Next Post
Kemenpar Bersama ISTC Gelar “STDev 2025 Series #3” Bahas Pariwisata Regeneratif

Kemenpar Bersama ISTC Gelar “STDev 2025 Series #3” Bahas Pariwisata Regeneratif

Sambut Bulan Oktober, Whoosh Hadirkan Program Diskon Hingga Rp50 Ribu

Sambut Bulan Oktober, Whoosh Hadirkan Program Diskon Hingga Rp50 Ribu

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Kementerian PU Perkuat Tanggul Sungai Pasca Banjir di Tapanuli Tengah

Kementerian PU Perkuat Tanggul Sungai Pasca Banjir di Tapanuli Tengah

26 Oktober 2026
KemenEkraf & UN DESA Petakan Tantangan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang Inklusif

KemenEkraf & UN DESA Petakan Tantangan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang Inklusif

26 Oktober 2026
Camino de Flores Etape Tengah Resmi Dimulai

Camino de Flores Etape Tengah Resmi Dimulai

26 Oktober 2026
Camino de Flores Etape Tengah Hari Kedua, Perkuat Wisata Religi dan Solidaritas untuk Pemulihan Flores

Camino de Flores Etape Tengah Hari Kedua, Perkuat Wisata Religi dan Solidaritas untuk Pemulihan Flores

26 Oktober 2026
Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027

Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027

25 Oktober 2026

POPULAR

  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3962 shares
    Share 1585 Tweet 991
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3926 shares
    Share 1570 Tweet 982
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3987 shares
    Share 1595 Tweet 997
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3376 shares
    Share 1350 Tweet 844
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4024 shares
    Share 1610 Tweet 1006

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.