Batam, Kabar SDGs – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjalin kerja sama strategis dalam membentuk pondasi kuat bagi pertumbuhan industri kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 8 persen melalui percepatan transformasi digital dan adopsi teknologi AI di sektor industri.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat, 11 Juli 2025, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan sinergi antarkementerian yang sama-sama berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur industri AI di Indonesia.
Dalam diskusi yang berlangsung di Batam pada 10 Juli, Nezar menekankan pentingnya membangun ekosistem AI secara utuh, dari tahap awal produksi hingga pemanfaatan teknologi secara luas. Ia menyebut bahwa industri semikonduktor harus menjadi perhatian utama karena merupakan komponen kunci dalam pengembangan AI.
Sejalan dengan itu, Kemkomdigi mendorong penguatan industri semikonduktor di Batam dan memperluas program pelatihan digital melalui kemitraan dengan dunia usaha. Salah satu target utama dari program ini adalah mencetak 12 juta talenta digital nasional hingga 2030. Nezar juga mengapresiasi terbukanya peluang dari perusahaan-perusahaan teknologi untuk melatih generasi muda dalam penguasaan keterampilan digital terkini.
Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menekankan pentingnya menyusun peta jalan pembangunan industri AI secara inklusif. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk akademisi dan pelaku usaha, untuk terlibat dalam proses perumusan tersebut. Dalam forum diskusi yang didukung oleh Telkom, Faisol berharap peta jalan itu akan menjadi panduan strategis dalam pengembangan industri AI Indonesia di masa mendatang.












Discussion about this post