Bandung, Kabar SDGs – Dalam upaya mempercepat akses perumahan bagi masyarakat, terutama pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bank bjb melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat mengenai Dukungan Pembiayaan Perumahan untuk Pegawai Pemerintah melalui Program Pembiayaan Tapera dan Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera.
Secara bersamaan, juga dilaksanakan MoU antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Badan Pusat Statistik dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta sebelas Pemerintah Daerah kabupaten/kota di wilayah Jawa Barat. Kerjasama ini berkaitan dengan Penyediaan dan Pembaruan Data atau Informasi Statistik serta Penyelenggaraan Perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan Aparatur Sipil Negara di Provinsi Jawa Barat. Acara tersebut bertempat di Gedung Pakuan 4/6, Bandung, melibatkan bank bjb sebagai mitra strategis dalam penyaluran pembiayaan perumahan.
Sinergi ini merupakan langkah penting untuk memperluas dan mempermudah akses terhadap skema pembiayaan perumahan yang terjangkau serta berkelanjutan. Program Pembiayaan Tapera dan Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera dirancang untuk memberikan solusi konkret bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan ASN dalam mencapai kepemilikan rumah yang layak. Program ini ditargetkan untuk mengurangi beban pembiayaan sembari meningkatkan kualitas hidup pegawai pemerintah serta keluarganya. Kerjasama strategis antara BP Tapera, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan bank bjb menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat realisasi hak atas hunian yang layak bagi ASN. Dengan menyediakan akses mudah ke KPR Sejahtera dan dukungan dana bergulir dari Tapera, inisiatif ini juga mendorong percepatan pembangunan perumahan yang inklusif dan adil.
Kemudian, kolaborasi yang melibatkan Kemen PKP, BPS, Pemprov Jabar, serta sebelas pemerintahan daerah di Jawa Barat diharapkan dapat menyatukan penyediaan data yang tepat dan terkini demi mendukung pelaksanaan program perumahan yang lebih efisien dan terarah. Terutama bagi MBR dan ASN di lingkungan Pemda Jawa Barat, inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat basis data yang mendasari kebijakan perumahan nasional.
Acara dibuka dengan sambutan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Menteri PKP Maruarar Sirait, dilanjutkan dengan penandatanganan resmi nota kesepahaman yang menandai kerjasama lintas lembaga. Upacara simbolis penyerahan kunci rumah kepada lima debitur terpilih berlangsung sebagai momen yang menegaskan pencapaian nyata dari kolaborasi ini.
Penyerahan kunci secara simbolis dilakukan kepada lima ASN yang menerima manfaat, antara lain Rina Rachmawati (Guru SDN Rancamalang 1 Bandung), Mulyana (Guru SDN Melong Mandiri 5), Titim Hotimah (Guru Yayasan Pembangunan Muslim Indonesia), Rizal Hidayatullah S (Guru SDN Celak), dan Yeti Nurhaeti (Guru SDN Cileles). Mereka adalah perwakilan dari segmen MBR yang kini berkesempatan memiliki rumah melalui skema pembiayaan FLPP.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto, unsur Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Barat (Wali Kota dan Bupati), Direktur Utama bank bjb Terpilih, Yusuf Saadudin, Direktur Konsumer dan Retail bank bjb Terpilih Nunung Suhartini, serta pimpinan lainnya dari bank bjb. Peran aktif bank bjb dalam acara ini menandakan komitmen institusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses yang lebih baik terhadap kepemilikan rumah.
Nota kesepahaman yang ditandatangani merupakan awal dari agenda kerja nyata antar institusi. Pembaruan data dan kolaborasi kebijakan akan menjadi landasan sukses program perumahan di masa yang akan datang, khususnya di Provinsi Jawa Barat yang memiliki tingkat urbanisasi yang tinggi.
Coordination selanjutnya juga akan dilaksanakan bank bjb dengan beberapa asosiasi pengembang perumahan di Jawa Barat. Hal ini bertujuan untuk memetakan jumlah pasokan rumah subsidi yang ada dan menyesuaikan skema penyaluran KPR agar lebih responsif terhadap kebutuhan di lapangan.
Bank bjb, sebagai lembaga keuangan yang dimiliki oleh daerah, berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menciptakan ekosistem pembiayaan yang sehat, transparan, dan berpihak kepada masyarakat yang kurang mampu.
Dengan sinergi yang kuat antara Kementerian PKP, Pemprov Jabar, BPS, serta semua pemerintah daerah kabupaten/kota, diharapkan pembangunan perumahan di masa mendatang dapat lebih responsif, berbasis data, dan sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang daerah.
Dukungan yang penuh terhadap pembaruan data statistik akan semakin memperkuat legitimasi kebijakan perumahan serta mempermudah dalam pemantauan, evaluasi, dan penyesuaian program mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.
Penandatanganan kesepakatan ini menjadi langkah signifikan dalam perkembangan sektor perumahan di Jawa Barat. Bank bjb percaya bahwa dengan semangat kerja sama dan inovasi, tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kepemilikan rumah akan lebih cepat terwujud.
Sejak menjadi distributor Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) pada tahun 2016, bank bjb telah merealisasikan pembiayaan untuk 37.636 unit rumah dengan total mencapai Rp4,6 triliun. Penerima manfaatnya tersebar luas di seluruh Jawa Barat dan sekitarnya.
Dalam situasi ekonomi yang menantang, bank bjb tetap mengupayakan pencapaian program FLPP sesuai yang direncanakan oleh Kementerian PKP. Kerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan BP Tapera merupakan fondasi penting untuk menjayakan inisiatif ini, meskipun tetap diperlukan penyesuaian dan dukungan kebijakan yang menguntungkan.
Bank bjb mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas kepercayaan yang terus diberikan. Dengan kepercayaan ini, bank bjb berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam produk dan layanan demi memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai lembaga perbankan daerah, bank bjb memiliki keunggulan di bidang geografis dan jaringan yang solid di Jawa Barat. Keunggulan ini menjadikan bank bjb sebagai mitra strategis dalam mengakses calon debitur di berbagai daerah, baik di lingkungan perkotaan maupun desa yang masih menghadapi hambatan akses perumahan.
Dengan menjalin sinergi bersama berbagai pihak, termasuk asosiasi pengembang dan pemerintah setempat, bank bjb akan terus mendorong percepatan realisasi Program 3 Juta Rumah, tidak hanya dari segi jumlah, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hunian sesuai dengan standar yang layak huni.












Discussion about this post