Jakarta, Kabar SDGs – Empat mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia berhasil meraih posisi teratas dalam kategori Presentasi Poster Ilmiah pada konferensi East Asian Medical Students’ Conference 2025 yang diadakan oleh Asosiasi Mahasiswa Kedokteran Asia di Sharm El Sheikh, Mesir. Keempat mahasiswa tersebut adalah Tradygta Chantya Raissa Natanggi, William Matthew, Clara Inggrid Rouli Tambunan, dan Josh Nathaniel Jowono.
Dalam ajang ini, tim mahasiswa dari FKUI menyajikan karya penelitian yang berjudul “Rinse to Relief: Meta-Analysis on the Efficacy of Saline Irrigation to Improve Nasal Symptoms in Children with Allergic Rhinitis”. Anggota tim, Josh, menjelaskan, “Tema yang diangkat oleh konferensi ini adalah perubahan iklim. Oleh karena itu, kami menciptakan poster ilmiah yang membahas bagaimana perubahan iklim berdampak pada kesehatan. Ini adalah pengalaman pertama kami dalam menyusun poster ilmiah.”
Josh melanjutkan dengan menjelaskan bahwa penelitian mereka berfokus pada teknik irigasi saline, yang melibatkan pencucian atau penghilangan lendir hidung menggunakan larutan garam. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu mengatasi rhinitis alergi atau peradangan pada rongga hidung yang sering dialami anak-anak akibat reaksi alergi.
“Dalam penelitian kami, terungkap bahwa metode irigasi ini efektif sebagai penunjang pengobatan rhinitis alergi yang semakin parah seiring meningkatnya polusi udara,” kata William. Ia menambahkan, dia dan tim berharap temuan ini dapat berguna bagi orang tua dalam meredakan gejala rhinitis alergi pada anak dengan menggunakan irigasi saline sebagai pelengkap obat kortikosteroid yang diberikan oleh dokter.
William juga menceritakan bahwa mereka melakukan persiapan yang cukup panjang untuk kompetisi ini. Sebelumnya, tim FKUI telah berpartisipasi dalam konferensi di Mesir dan berhasil meraih juara kedua pada Kompetisi Pra-Konferensi AMSA Indonesia. Kemenangan ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk mewakili Indonesia di arena internasional. Selama proses persiapan, tim juga mendapatkan pelatihan serta penilaian dari AMSA Indonesia.
“Kami mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan delegasi dari berbagai negara, belajar dari para penilai, dan juga menikmati keindahan Mesir bersama teman-teman baru. Meskipun ini adalah sebuah kompetisi, suasana persahabatan tetap terjaga, tanpa ada persaingan yang berlebihan,” kata Clara.
Sejalan dengan Clara, Tradygta juga menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan terhadap prestasi yang telah diraih. “Menghadiri EAMSC 2025 di Mesir merupakan pengalaman yang akan selalu kami ingat. Meskipun ini adalah kompetisi pertama bagi kami, kami sangat bersyukur atas kemenangan yang kami dapatkan. Terimakasih kepada semua yang telah membantu kami,” kata Tradygta.
Kompetisi EASMC 2025: Egypt yang berlangsung dari 15 hingga 19 Januari 2025 diikuti oleh peserta dari berbagai negara, termasuk Mongolia, Taiwan, Thailand, Macau, dan Iran. Tim mahasiswa FKUI berhasil menjadi salah satu dari delapan finalis yang diberikan kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka di depan para juri yang ahli dalam riset dan kesehatan lingkungan.
Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB., juga memberikan penghargaan atas prestasi luar biasa yang diraih oleh tim mahasiswa FKUI. “Kami merasa sangat bangga dengan pencapaian gemilang yang diperoleh oleh mahasiswa FKUI di skala internasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FKUI dapat bersaing di tingkat global serta memberi kontribusi dalam dunia penelitian medis. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan meraih kehormatan bagi Indonesia di arena internasional,” ungkap Prof. Ari.









Discussion about this post