• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Kemenparekraf-BRIN Kolaborasi Kaji Skema Pembiayaan Indonesia Spice up The World

by Riski Yanti
16 November 2023
Kemenparekraf-BRIN Kolaborasi Kaji Skema Pembiayaan Indonesia Spice up The World
24
SHARES
152
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs– Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian skema pembiayaan yang tepat bagi peserta program Indonesia Spice up The World (ISUTW).

Dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2023), Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Indonesia Spice Up the World adalah program unggulan Kemenparekraf yang bertujuan untuk mempromosikan kuliner Indonesia.

BACA JUGA

Bahasa dan Literasi Fondasi Karya Kreatif di Era AI

Bahasa dan Literasi Fondasi Karya Kreatif di Era AI

8 Februari 2026
Jelang Imlek, Indonesia Negara Paling Inklusif

Jelang Imlek, Indonesia Negara Paling Inklusif

8 Februari 2026
Pedoman Penerapan BGCE Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Pedoman Penerapan BGCE Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

22 Oktober 2024

Selain juga untuk meningkatkan jumlah ekspor rempah asal Indonesia ke seluruh dunia dengan target nilai ekspor sebesar 2 miliar dolar AS.

Dalam upaya mencapai target tersebut, diperlukan kajian skema pembiayaan dan apa saja yang dibutuhkan para peserta berdasarkan data dan bukti di lapangan.

Oleh karena itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf berkolaborasi dengan BRIN untuk mengkaji dan menentukan skema pembiayaan yang tepat untuk diterapkan dalam program ini.

“Ini ada beberapa aktivasi tapi kita perlu melandasi program ISUTW agar berbasis data dan evidence,” kata Sandiaga.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Dessy Ruhati menambahkan berdasarkan data-data yang telah diperoleh, sebaran restoran Indonesia terbanyak adalah di Belanda yang berjumlah 295 restoran.

Selain Belanda, restoran-restoran Indonesia ini juga tersebar di Australia sebanyak 162 restoran, 89 restoran di Amerika Serikat, 70 restoran di Malaysia, dan 66 restoran di Jepang.

“Berdasarkan kajian yang kami lakukan bersama BRIN bahwa usaha restoran yang ada di luar negeri ini masing-masing mempunyai tipologi yang khas, yaitu pemilik restoran juga berperan sebagai pengelola restoran. Kemudian usahanya berupa restoran itu sendiri, ada yang pop-up, all you can eat, food court, dan cloud kitchen,” kata Dessy.

Dessy juga menjabarkan fakta lain yang ditemukan oleh timnya di lapangan yakni para pengelola restoran ini cukup kesulitan memperoleh rempah-rempah asli Indonesia di negara masing-masing.

Sehingga, mereka terpaksa mengimpor sendiri rempah-rempah tersebut dari Indonesia dan membeli di toko-toko lokal yang tak jarang harganya mahal dan langka.

“Menggunakan rempah Indonesia pasti akan membuat cita rasa Indonesia terjaga. Ini menjadi suatu peluang bagi program ISUTW dalam meningkatkan ekspor rempah-rempah ke negara yang memiliki restoran dengan jumlah banyak,” kata Dessy.

Mengenai skema pembiayaan, Dessy menjelaskan 43 persen restoran Indonesia di luar negeri memiliki omzet rata-rata di bawah Rp300 juta per tahun. Sebanyak 29 persen, omzetnya Rp300 juta-Rp2,5 miliar, 19 persen omzetnya Rp2,5 miliar-Rp50 miliar, dan 9 persen omzetnya lebih dari Rp50 miliar.

Para pelaku usaha restoran itu membutuhkan pembiayaan yang beragam tergantung pada skala usaha mereka atau berkisar Rp500 juta-Rp5 miliar yang nantinya akan digunakan untuk membuka restoran baru dan untuk memperluas yang sudah ada.

“Tenor pembiayaan yang dikehendaki oleh masing-masing pemilik restoran yang juga merupakan pengelola restoran juga beragam namun sebagian besar menginginkan tenor satu sampai lima tahun dengan bunga sebesar satu sampai tiga persen,” katanya.

Oleh karena itu, kata Dessy, pihaknya akan berkoordinasi dengan Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, dan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf untuk mengembangkan pasar produk-produk herbal asli Indonesia ke seluruh dunia, khususnya ke Eropa. Hal ini juga dalam rangka pengembangan industri restoran Indonesia yang ada di luar negeri.

“Sinergi ini juga diharapkan mampu memberikan bentuk skema pembiayaan yang paling tepat di dalam pengembangan restoran yang kita harapkan di 2024 bisa mencapai 4.000 restoran Indonesia di seluruh dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, Zamroni Salim mengatakan dari hasil kajian yang telah dilakukan, perlu dibuat semacam hub bumbu di luar negeri baik diprakarsai oleh BUMN maupun diserahkan ke swasta, dan diperlukan kajian lebih lanjut terkait pembuatan Hub ini.

Selain itu yang tidak kalah penting juga Penugasan Khusus Ekspor (PKE) yang sangat dibutuhkan oleh eksportir maupun distributor rempah Indonesia untuk bisa ke luar negeri. Menurutnya, PKE merupakan skema yang tepat untuk memudahkan dan memperluas ekspor rempah Indonesia ke seluruh dunia.

“PKE melalui LPEI (lembaga pembiayaan ekspor indonesia) ini sangat dibutuhkan oleh dunia usaha khususnya eksportir, distributor rempah, termasuk juga restoran di dunia,” ucap Zamroni.

Share10SendTweet6
Previous Post

Kemenhub dan Djakarta LLoyd Distribusikan 7.800 Ton Semen Lewat Tol Laut

Next Post

Kemenparekraf Gelar Sales Mission di Uzbekistan Perkuat Eksistensi Pasar Asia Tengah

Next Post
Kemenparekraf Gelar Sales Mission di Uzbekistan Perkuat Eksistensi Pasar Asia Tengah

Kemenparekraf Gelar Sales Mission di Uzbekistan Perkuat Eksistensi Pasar Asia Tengah

Kurangi Dampak Emisi Karbon, Indonesia – Jerman Kerjasama Kembangkan Transportasi Hijau

Kurangi Dampak Emisi Karbon, Indonesia - Jerman Kerjasama Kembangkan Transportasi Hijau

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 Lewat Foto Lingkungan

Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 Lewat Foto Lingkungan

12 Mei 2026
Festival Egrang Ledokombo Kembali Meriah

Festival Egrang Ledokombo Kembali Meriah

12 Mei 2026
Abrasi Ancam Jembatan Air Martan di Seluma

Abrasi Ancam Jembatan Air Martan di Seluma

12 Mei 2026
Gebyar TK Pekanbaru Meriahkan Hari Kartini

Gebyar TK Pekanbaru Meriahkan Hari Kartini

12 Mei 2026
BPDP Promosikan Produk UMKM Sawit di PALMEX 2026

BPDP Promosikan Produk UMKM Sawit di PALMEX 2026

11 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Izin Bus ALS Berpotensi Dicabut Kemenhub

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BPDP Promosikan Produk UMKM Sawit di PALMEX 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Surabaya Perkuat Wisata Event Lewat HJKS 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.