• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
30 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Keterjangkauan Tiket dan Kesehatan Industri Harus Dijaga Bersama

Pengendalian Inflasi Perlu Sinergi Lintas Sektor

by Riski Yanti
30 Oktober 2026
Keterjangkauan Tiket dan Kesehatan Industri Harus Dijaga Bersama
15
SHARES
92
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs — Kepala Badan Kebijakan Transportasi (BKT), Dr. Capt. Hermanta, menekankan bahwa pengendalian inflasi kelompok transportasi memerlukan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga.

Dalam penerbangan, kebijakan perlu menjaga keterjangkauan harga tiket sekaligus kesehatan industri agar layanan dan konektivitas masyarakat tetap berkelanjutan.

BACA JUGA

Ditjen Hubdat Siapkan Langkah Strategi Hadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

Ditjen Hubdat Siapkan Langkah Strategi Hadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

30 Oktober 2026
Kemenhub Berikan Stimulus Penurunan Harga Tiket Pesawat pada Periode Nataru 2026/2027

Kemenhub Berikan Stimulus Penurunan Harga Tiket Pesawat pada Periode Nataru 2026/2027

30 Oktober 2026
Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Transportasi

Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Transportasi

30 Oktober 2026

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Focus Group Discussion Kebijakan Transportasi Udara dalam Mendukung Pengendalian Inflasi Nasional, yang membahas hasil kajian BKT bersama Institut Teknologi Bandung, di Jakarta, Kamis (29/10).

Kepala BKT menyoroti pentingnya membaca data inflasi secara tepat sebelum menerjemahkannya menjadi kebijakan.

Kelompok transportasi dalam penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencakup berbagai barang dan jasa yang pengaturannya melibatkan sejumlah instansi.

Berdasarkan bobot pengeluaran hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 yang disajikan dalam paparannya, kelompok transportasi memiliki bobot 11,94 persen terhadap total keranjang IHK nasional.

Cakupannya meliputi pembelian kendaraan, pengoperasian kendaraan pribadi, jasa angkutan penumpang, dan jasa pengiriman barang.

Komoditas di dalamnya, seperti bahan bakar kendaraan, pembelian kendaraan, suku cadang, dan biaya administrasi, melibatkan kewenangan lintas sektor.

“Dengan demikian, pergerakan inflasi kelompok transportasi tidak dapat seluruhnya dilekatkan sebagai tanggung jawab Kementerian Perhubungan tetapi melibatkan kewenangan lintas sektor, sehingga memerlukan koordinasi kebijakan yang jelas,” lanjutnya.

Dalam pemetaan yang disampaikan, jasa angkutan penumpang (1,95 persen) dan pengiriman barang (0,11 persen) yang dikaitkan dengan bidang layanan Kementerian Perhubungan memiliki bobot gabungan sekitar 2,06 persen terhadap total keranjang IHK nasional, sebagai bagian dari bobot kelompok transportasi sebesar 11,94 persen.

Angka tersebut merupakan bobot pengeluaran yang digunakan dalam penghitungan IHK, bukan besaran sumbangan terhadap inflasi pada bulan atau tahun tertentu.

Pemahaman ini diperlukan agar penentuan langkah dan pembagian peran kebijakan sesuai dengan sumber tekanan harga.

Kepala BKT juga menyoroti posisi angkutan udara yang memiliki bobot 0,72 persen terhadap total keranjang IHK nasional.

Hasil analisis yang disampaikan menunjukkan Hubungan linear yang sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik antara tingkat inflasi bulanan angkutan udara dan inflasi umum nasional, berdasarkan analisis korelasi Pearson periode Januari 2024-September 2026, dengan koefisien sebesar 0,009.

Paparan tim kajian memperlihatkan adanya perbedaan antar wilayah. Dari 77 kabupaten/kota yang dianalisis, 68 daerah tidak menunjukkan korelasi signifikan.

Enam daerah menunjukkan korelasi positif signifikan, yaitu Kota Jayapura, Timika, Manokwari, Jayawijaya, Ambon, dan Maumere, sedangkan tiga daerah menunjukkan korelasi negatif signifikan.

Hasil tersebut tidak berarti perubahan tarif angkutan udara tidak memiliki andil dalam penghitungan inflasi.

Temuan ini menunjukkan perlunya penanganan yang memperhatikan kondisi masing-masing wilayah, terutama daerah yang sangat bergantung pada layanan penerbangan.

Kepala BKT menyampaikan perlunya menempatkan tarif yang terjangkau, efisiensi biaya operasional, konektivitas antarwilayah, kualitas pelayanan, dan keberlanjutan usaha sebagai sasaran yang perlu dijaga secara bersamaan.

Arah tersebut menegaskan bahwa kebijakan penerbangan perlu mencakup lebih dari upaya menekan harga tiket.

Penanganan faktor pembentuk biaya dan ketersediaan armada juga diperlukan agar maskapai mampu mempertahankan kapasitas angkut, jaringan rute, serta layanan yang selamat dan andal.

Kesehatan industri penerbangan pada akhirnya berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat untuk memperoleh layanan yang tersedia dan berkesinambungan.

Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Odo Manuhutu, menekankan pentingnya efisiensi pemanfaatan ruang udara, penguatan tata kelola, integrasi layanan dan data, serta peningkatan ketersediaan armada untuk memperkuat konektivitas nasional.

Odo juga menempatkan keterjangkauan konektivitas, kualitas pelayanan, dan dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat sebagai ukuran keberhasilan kebijakan transportasi udara.

Penekanan tersebut sejalan dengan arah yang disampaikan Kepala BKT mengenai perlunya menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan penyediaan layanan penerbangan.

Melalui forum ini, Kepala BKT mendorong masukan dari kementerian dan lembaga, BPS, akademisi, serta industri penerbangan untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat dilaksanakan dan terukur manfaatnya.

Kerja bersama diperlukan karena perubahan harga suatu komoditas dapat memengaruhi biaya dan harga komoditas lainnya.

“Perubahan harga pada sektor energi, misalnya, dapat meningkatkan biaya operasional transportasi, yang selanjutnya dapat memengaruhi biaya distribusi dan harga barang bagi masyarakat. Besaran dampaknya berbeda menurut wilayah dan kondisi pasar. Karena itu, kebijakan transportasi perlu didukung kebijakan energi, fiskal, perdagangan, dan industri yang saling selaras. Penanganan diarahkan pada sumber tekanan biaya sesuai kewenangan masing-masing instansi,” jelas Hermanta.

Sebagai bahan tindak lanjut, kajian merekomendasikan penguatan data penerbangan terpadu, evaluasi efektivitas stimulus jangka pendek, serta kajian mendalam atas kebijakan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah.

Kepala BKT menekankan agar rekomendasi mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat, kemampuan pelaksanaan, dan keberlanjutan sistem transportasi nasional.

Dengan landasan tersebut, pengendalian inflasi diharapkan berjalan seiring dengan penguatan industri dan konektivitas yang semakin terjangkau.

Hadir dalam diskusi hari ini, Direktur Statistik Harga, Badan Pusat Statistik; Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Bank Indonesia; Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri; Direktur Angkutan Udara, Kemenhub; Perwakilan Direktur Strategi Stabilitas Ekonomi, Kementerian Keuangan; serta Staf Ahli INACA.

Share6SendTweet4
Previous Post

Lampung Raih Mandaya Award 2026 atas Penurunan Kemiskinan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Keterjangkauan Tiket dan Kesehatan Industri Harus Dijaga Bersama

Keterjangkauan Tiket dan Kesehatan Industri Harus Dijaga Bersama

30 Oktober 2026
Lampung Raih Mandaya Award 2026 atas Penurunan Kemiskinan

Lampung Raih Mandaya Award 2026 atas Penurunan Kemiskinan

30 Oktober 2026
Menhub Dudy Bertemu Perwakilan USABC, Dorong Investasi di Sektor Transportasi

Menhub Dudy Bertemu Perwakilan USABC, Dorong Investasi di Sektor Transportasi

30 Oktober 2026
Ditjen Hubdat Siapkan Langkah Strategi Hadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

Ditjen Hubdat Siapkan Langkah Strategi Hadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

30 Oktober 2026
Progres PLTS Terapung Karangkates Capai 70 Persen

Progres PLTS Terapung Karangkates Capai 70 Persen

30 Oktober 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4079 shares
    Share 1632 Tweet 1020
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4053 shares
    Share 1621 Tweet 1013
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3469 shares
    Share 1388 Tweet 867
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    4018 shares
    Share 1607 Tweet 1005
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4107 shares
    Share 1643 Tweet 1027

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.