• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
23 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Ditjen Hubud Siap Melayani Angkutan Udara Nataru 2023

by Riski Yanti
5 Desember 2023
Ditjen Hubud Siap Melayani Angkutan Udara Nataru 2023
30
SHARES
190
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan rangkaian kegiatan angkutan udara Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) berjalan dengan baik, aman dan lancar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. Kristi Endah Murni, di Jakarta.

BACA JUGA

Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan Bantu Korban Gempa Bumi NTT

Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan Bantu Korban Gempa Bumi NTT

23 Agustus 2026
Transportasi Laut Dioptimalkan untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan Gempa NTT

Transportasi Laut Dioptimalkan untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan Gempa NTT

23 Agustus 2026
Dukung Pemulihan Masyarakat Terdampak Gempa Flores NTT, Kemenhub Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Dukung Pemulihan Masyarakat Terdampak Gempa Flores NTT, Kemenhub Salurkan Bantuan Kemanusiaan

23 Agustus 2026

“Kami pastikan sarana dan prasarana transportasi udara telah siap melayani pergerakan masyarakat pada periode Nataru kali ini,” kata Dirjen Kristi.

Untuk jumlah penumpang Periode Nataru 2023 ini, diprediksi sekitar 4 juta orang atau 19% lebih tinggi dibandingkan dengan periode Nataru 2022 sebanyak 3,4 juta orang.

Prediksi ini menunjukkan angka recovery rate penumpang angkutan udara telah mendekati Nataru 2019, yaitu 84,6% untuk penerbangan domestik, dan 93,5% untuk penerbangan internasional.

Diprediksi potensi rute domestik terpadat pada rute Jakarta (CGK) ke Denpasar (DPS), Makassar (UPG), Medan (KNO), dan Surabaya (SUB). Sedangkan untuk rute internasional terpadat pada rute Jakarta (CGK) – Singapura (SIN), dan Denpasar (DPS) – Singapura (SIN).

Dalam rangka pemantauan penyelenggaraan angkutan udara untuk periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) melakukan pengawasan terhadap 51 bandar udara untuk penerbangan dalam negeri (domestik), yaitu :
1. Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang;
2. Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta;
3. Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh;
4. Bandar Udara Kualanamu, Deli Serdang;
5. Bandar Udara Minangkabau, Padang;
6. Bandar Udara S. M. Badaruddin II, Palembang;
7. Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru;
8. Bandar Udara Sisingamangaraja XII, Siborong-Borong;
9. Bandar Udara R. H. Fisabilillah, Tanjung Pinang;
10. Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang;
11. Bandar Udara Sultan Thaha, Jambi;
12. Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu;
13. Bandar Udara Radin Inten II, Lampung;
14. Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung;
15. Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya;
16. Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan;
17. Bandar Udara Kertajati, Majalengka;
18. Bandar Udara Banyuwangi, Banyuwangi;
19. Bandar Udara Jenderal Sudirman, Purbalingga;
20. Bandar Udara Supadio, Pontianak;
21. Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar;
22. Bandar Udara Internasional Lombok, Lombok Praya;
23. Bandar Udara Eltari, Kupang;
24. Bandar Udara Juanda, Sidoarjo;
25. Bandar Udara Adi Soemarmo, Solo;
26. Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta
27. Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo;
28. Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani, Semarang;
29. Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar;
30. Bandar Udara Sultan Aji Muhamad Sulaiman, Balikpapan;
31. Bandar Udara Pattimura, Ambon;
32. Bandar Udara Syamsuddin Noor, Banjarmasin;
33. Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado;
34. Bandar Udara Frans Kaisiepo, Biak;
35. Bandar Udara Sentani, Jayapura;
36. Bandar Udara Hang Nadim, Batam;
37. Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Malang;
38. Bandar Udara Juwata, Tarakan;
39. Bandar Udara Kalimarau, Berau;
40. Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Samarinda;
41. Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri, Palu;
42. Bandar Udara Haluoleo, Kendari;
43. Bandar Udara Djalaluddin, Gorontalo;
44. Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate;
45. Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo;
46. Bandar Udara Sultan Mahmud Salahudin, Bima;
47. Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun;
48. Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong;
49. Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika;
50. Bandar Udara Rendani, Manokwari;
51. Bandar Udara Mopah, Merauke.

Serta pemantauan 16 bandar udara untuk penerbangan luar negeri (internasional), yaitu :
1. Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang;
2. Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta;
3. Bandar Udara Kertajati, Majalengka;
4. Bandar Udara Kualanamu, Deli Serdang;
5. Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh;
6. Bandar Udara Minangkabau, Padang;
7. Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru;
8. Bandar Udara Juanda, Sidoarjo;
9. Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo;
10. Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar;
11. Bandar Udara Internasional Lombok, Lombok Praya;
12. Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar;
13. Bandar Udara Sultan Aji Muhamad Sulaiman, Balikpapan;
14. Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado;
15. Bandar Udara Sentani, Jayapura.
16. Bandar Udara Hang Nadim, Batam.

“Pemantauan di sejumlah bandara ini dilakukan terkait aspek keselamatan, keamanan, pelayanan penerbangan, peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat, kendala teknis, dan faktor lainnya,” ujarnya.

Dirjen Kristi juga menyatakan bahwa kesiapan penyelenggaraan transportasi udara untuk periode Nataru ini telah dilakukan sejak awal tahun 2023.

“Kesiapan armada, peralatan ground handling, pemeriksaan fasilitas/peralatan terkait, pemeriksaan personil, dan lain sebagainya, sudah dilakukan oleh inspektur penerbangan baik yang ada di Kantor Pusat maupun di Kantor Otoritas Bandar Udara,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, untuk puncak arus mudik pada transportasi udara diprediksikan terjadi 2 (dua) periode yaitu: puncak arus Natal tanggal 22 Desember 2023, dan puncak arus Tahun Baru tanggal 29 Desember 2023. Sedangkan puncak arus balik Natal dan Tahun Baru terjadi pada tanggal 2 Januari 2024.

Koordinasi untuk kesiapan penyelenggaraan transportasi udara untuk periode Nataru juga telah dilakukan dengan stakeholder terkait seperti Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU), Badan Usaha Bandar Udara (BUBU), Perum LPPNPI (AirNav Indonesia), Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Kantor Imigrasi, dan lainnya.

“Mari bersama-sama kita berkolaborasi mewujudkan penerbangan Nataru Tahun 2023 ini dengan Selamat, Aman, Nyaman dan berkesan,” ujar Kristi.

Share12SendTweet8
Previous Post

Kolaborasi Dengan Garasi Performance Institute, Kemendikbudristek Gelar Pertunjukan Silang Media “Waktu Batu, Rumah yang Terbakar”

Next Post

Disiapkan 3.600 kursi dan angkutan 120 sepeda motor, untuk Mudik Gratis Nataru 2023/2024

Next Post
Disiapkan 3.600 kursi dan angkutan 120 sepeda motor, untuk Mudik Gratis Nataru 2023/2024

Disiapkan 3.600 kursi dan angkutan 120 sepeda motor, untuk Mudik Gratis Nataru 2023/2024

Dirut KAI Raih Penghargaan The Best Industry Marketing Champion 2023 Sektor Transportasi

Dirut KAI Raih Penghargaan The Best Industry Marketing Champion 2023 Sektor Transportasi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Gerak Jalan Merah Putih Mojokerto Diikuti Hingga 120 Regu

Gerak Jalan Merah Putih Mojokerto Diikuti Hingga 120 Regu

23 Agustus 2026
Kementerian PU tangani 1.229 Lokasi Kekeringan, 41 Ribu Hektare Sawah dan 616 Ribu Jiwa

Kementerian PU tangani 1.229 Lokasi Kekeringan, 41 Ribu Hektare Sawah dan 616 Ribu Jiwa

23 Agustus 2026
PKK Balikpapan Perkuat Kebersamaan Lewat Berkebaya

PKK Balikpapan Perkuat Kebersamaan Lewat Berkebaya

23 Agustus 2026
Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan Bantu Korban Gempa Bumi NTT

Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan Bantu Korban Gempa Bumi NTT

23 Agustus 2026
Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing, Dukung Penanganan Karhutla

Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing, Dukung Penanganan Karhutla

23 Agustus 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2260 shares
    Share 904 Tweet 565
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    1945 shares
    Share 778 Tweet 486
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2005 shares
    Share 802 Tweet 501
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1952 shares
    Share 781 Tweet 488
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1966 shares
    Share 786 Tweet 492

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.