Cilegon, Kabar SDGs – PT Pertamina Tanjung Gerem telah memperkenalkan program CSR yang inovatif dengan nama “Urbanomics,” yang menggabungkan pertanian urban. Urbanomics menggabungkan pertanian tradisional dengan teknologi terkini, meliputi budidaya ikan, peternakan kambing, dan pengelolaan limbah rumah tangga.
Faries Fardian, SPV HSSE Fuel Terminal Manager Tanjung Gerem, menjelaskan bahwa Urbanomics didasarkan pada prinsip daur ulang limbah atau zero waste.
“Program ini memastikan bahwa semua limbah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses lainnya. Sebagai illustrasi, limbah organik dari kambing dan ikan diolah menjadi pupuk alami untuk meningkatkan kesuburan tanah, membuat sistem pertanian lebih ramah lingkungan,” ujar Faries pada hari Senin (21/10).
Faries menjelaskan bahwa Urbanomics tidak hanya mengatasi keterbatasan lahan, tetapi juga membantu menjaga lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Program ini bertujuan menciptakan ekosistem pertanian efisien dan berkelanjutan di kawasan industri, dengan menggunakan teknologi pertanian modern di lahan terbatas.
“PT Pertamina Tanjung Gerem berharap program ini bisa memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan lokal dan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.
Urbanomics, yang dimulai pada tahun 2022, tidak hanya fokus pada pengembangan pertanian, tetapi juga memberdayakan Kelompok Wanita Tani Cahaya Mandiri di Lingkungan Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada masyarakat agar bisa mengelola usaha pertanian mandiri, serta memperkenalkan model pertanian yang bisa diadopsi di kawasan industri dengan lahan terbatas.
“Melalui program ini, kami berharap menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” tambahnya.
Urbanomics hadir sebagai solusi cerdas menghadapi tantangan keterbatasan lahan di kawasan industri, dengan mengoptimalkan penggunaan lahan melalui teknologi pertanian konvensional, hidroponik, dan akuaponik. Dengan pendekatan ini, PT Pertamina Tanjung Gerem berhasil mengatasi hambatan terkait ruang yang terbatas dan mendukung keberlanjutan pertanian di kawasan industri.
Sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam mengembangkan integrasi pertanian di daerah perkotaan, program Urbanomics meraih penghargaan dari Wali Kota Cilegon Helldy Agustian. Terminal Bahan Bakar Tanjung Gerem dianggap sebagai pelopor dalam program integrasi pertanian perkotaan di Kota Cilegon.
Diketahui, penghargaan tersebut diterima pada 10 Agustus 2024 saat acara peresmian sumur bor di Lingkungan Sumur Wuluh, Kelurahan Gerem, yang merupakan program CSR PT Pertamina FT Tanjung Gerem.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa Urbanomics telah memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Cilegon,” ungkap Faries.












Discussion about this post