Banda Aceh, Kabar SDGs – Universitas Syiah Kuala (USK) menerima pengajuan pengembangan Program Studi Pendidikan Profesi Entomologi Kesehatan sebagai upaya menyiapkan tenaga profesional yang memiliki keahlian di bidang kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan vektor penyakit dan persoalan lingkungan.
Pengajuan tersebut disampaikan Ketua Kolegium Entomologi Kesehatan, Dr. Endah Setyaningrum, M.Biomed., kepada Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, dalam pertemuan yang berlangsung di kampus USK, Darussalam, Banda Aceh, Selasa (22/9/2026).
Pengembangan pendidikan profesi ini dinilai dapat mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga profesional yang memiliki kompetensi khusus di bidang Entomologi Kesehatan. Keilmuan tersebut mencakup pemahaman mengenai vektor penyakit serta berbagai faktor lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Endah menekankan pentingnya perguruan tinggi turut berperan dalam pengembangan pendidikan profesi Entomologi Kesehatan.
”Kehadiran program studi ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan, penelitian, dan kebutuhan pelayanan kesehatan di masyarakat,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers USK, Rabu, 23 Septeber 2026.
Rektor USK menyatakan dukungannya terhadap pengajuan pengembangan program studi tersebut. Ia menilai pendidikan dan pelayanan kesehatan perlu dibangun dalam satu sistem yang saling terhubung agar lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi dapat memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pelayanan.
“Pendidikan dan pelayanan itu tidak mungkin berjalan sendiri-sendiri. Harus bersama-sama. Pendidikan ada di universitas, sementara pelayanan ada di rumah sakit. Keduanya harus terintegrasi untuk melatih tenaga kesehatan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan,” ujar Mirza.
Menurut Mirza, pengembangan pendidikan profesi tersebut juga membutuhkan kerja sama lintas lembaga, termasuk perguruan tinggi, pemerintah, dan institusi pelayanan kesehatan.
”Kolaborasi tersebut diperlukan agar pendidikan yang diberikan dapat selaras dengan kebutuhan pelayanan kesehatan sekaligus menghasilkan lulusan dengan kompetensi profesional yang relevan,” kata Mirza.
Selain mempersiapkan tenaga profesional, program tersebut diharapkan turut memperluas kontribusi USK dalam penelitian serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan Entomologi Kesehatan.
Keilmuan Entomologi Kesehatan memiliki keterkaitan dengan upaya memahami dan menangani persoalan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi keberadaan vektor penyakit maupun faktor lingkungan.
Dalam tahap pengembangan program studi, USK perlu mempersiapkan sejumlah komponen pendukung. Beberapa di antaranya mencakup ketersediaan sumber daya manusia, perbandingan jumlah dosen dan mahasiswa, pemenuhan standar pendidikan, kesiapan fasilitas pendukung, serta sistem penjaminan mutu dan akreditasi.
Pengembangan Program Studi Pendidikan Profesi Entomologi Kesehatan tersebut juga akan diselaraskan dengan kebijakan pemerintah serta kebutuhan tenaga profesional dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.










Discussion about this post