Mimika, Kabar SDGs – Keterbatasan fasilitas pendidikan dan kondisi keamanan di sejumlah wilayah pedalaman Papua Tengah tidak menyurutkan upaya Polsek Tembagapura dalam membantu anak-anak memperoleh akses pembelajaran. Melalui program bertajuk “Honai Belajar”, kepolisian menghadirkan alternatif ruang pendidikan bagi puluhan anak di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.
Kegiatan yang berlangsung di Honai Belajar Polsek Tembagapura tersebut diikuti 32 anak dari sejumlah kampung dan kawasan permukiman, meliputi Kampung Banti 1, Banti 2, Opitawak, Utikini, serta Kimbeli. Proses pembelajaran dimulai pukul 08.40 hingga 11.30 WIT.
Program ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi persoalan anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan secara memadai. Selama ini, kegiatan belajar di sejumlah wilayah terkendala keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan serta faktor keamanan, terutama di sekitar Kali Kabur dan perkampungan Waa Banti.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, Polsek Tembagapura menugaskan dua personel sebagai tenaga pengajar, yakni Bhabinkamtibmas Waa Banti Aipda Lebu Tadan dan Bintara Unit Binmas Briptu Willyam Kasminya.
Sebelum mengikuti pembelajaran utama, anak-anak terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai kebersihan dan kesehatan diri. Materi yang diberikan mencakup praktik mencuci tangan serta menyikat gigi dengan cara yang tepat.
Suasana belajar kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin salah seorang murid. Para peserta juga diajak menyanyikan lagu-lagu nasional dan menghafalkan Pancasila sebagai bagian dari pengenalan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.
Memasuki kegiatan akademik, kedua personel kepolisian memberikan pendampingan kepada peserta kelas A dan B. Materi pembelajaran difokuskan pada kemampuan matematika dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, dan perkalian sederhana. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berhitung, ketelitian, serta daya ingat anak-anak.
Aipda Lebu Tadan menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan menjadi sarana bagi anak-anak untuk tetap memperoleh pendidikan meskipun menghadapi berbagai kendala akses sekolah.
“Melalui kegiatan Honai Belajar ini, kami berharap anak-anak tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar meskipun menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Kami ingin mereka terus semangat belajar, bisa membaca, menulis, dan berhitung, serta memiliki masa depan yang lebih baik,” ucap Aipda Lebu Tadan, Sabtu (7/11/2026).
Tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, kegiatan Honai Belajar juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas melalui aktivitas keterampilan tangan. Dalam kesempatan tersebut, peserta diajak membuat kerajinan berbentuk pohon Natal dengan memanfaatkan bahan bekas, seperti kardus dan tutup botol.
Aktivitas tersebut menjadi sarana untuk melatih kreativitas, kesabaran, dan kemandirian anak. Selain itu, mereka diperkenalkan pada pentingnya memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai agar dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai guna.
Sebelum kegiatan berakhir, seluruh peserta turut membersihkan dan menata kembali ruang belajar. Kebiasaan tersebut ditanamkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan belajar.
Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 11.30 WIT dalam keadaan aman dan tertib. Berdasarkan agenda yang telah disusun, pembelajaran melalui program Honai Belajar dijadwalkan kembali berlangsung pada Senin (9/11/2026).
Polsek Tembagapura berharap program ini dapat membantu anak-anak di wilayah pedalaman Mimika tetap memperoleh pengetahuan dasar, khususnya dalam mengenal huruf, membaca, menulis, dan berhitung meskipun belum memiliki akses yang memadai terhadap sekolah formal.
Namun, keberlanjutan pendidikan di kawasan terpencil tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, lembaga non-pemerintah, kepolisian, dan orang tua dinilai penting untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan belajar yang layak.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan keterbatasan akses pendidikan di pedalaman Mimika dapat diatasi secara bertahap sehingga anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.











Discussion about this post