Gresik, Kabar SDGs – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 dengan menggelar sejumlah kegiatan sosial bagi masyarakat dan insan maritim. Kegiatan berlangsung di Terminal Penumpang Pelabuhan Gresik, Jumat (18/9/2026).
Rangkaian kegiatan diisi dengan penyaluran bantuan sembako kepada buruh atau pekerja pelabuhan, penyerahan e-Pas Kecil dan grosse akta kapal kepada nelayan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta doa bersama untuk keselamatan pelayaran dan para korban kecelakaan laut.
Peringatan Harhubnas tahun ini tidak dilaksanakan dengan kegiatan berskala besar. KSOP Gresik memilih mengisinya melalui kegiatan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama para pekerja pelabuhan dan nelayan yang berkaitan dengan aktivitas pelabuhan serta pelayaran.
Sebelumnya, KSOP Gresik juga telah menggelar upacara dan kegiatan bersih laut di sejumlah wilayah kerja. Kegiatan tersebut melibatkan badan usaha pelabuhan (BUP), terminal khusus (Tersus), serta terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS).
Kepala KSOP Kelas II Gresik Capt Herbert EP Marpaung mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari arahan pemerintah pusat sekaligus bentuk kepedulian terhadap perkembangan kondisi di sektor transportasi laut.
“Tidak dilakukan acara besar-besaran. Kegiatan positif ini untuk memberikan kesadaran dan mengajak pemangku kepentingan serta masyarakat untuk aware terhadap keselamatan pelayaran,” ucapnya.
Menurut Herbert, keselamatan pelayaran menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan transportasi laut. Hal itu juga sejalan dengan pesan Menteri Perhubungan agar aspek keselamatan tidak dikompromikan.
“Utamakan keselamatan pelayaran. Sesuai pesan Menteri, tidak ada kompromi untuk keselamatan,” tegasnya.
Herbert juga menyoroti pelayanan transportasi laut pada rute Gresik-Bawean. Ia menjelaskan, kondisi cuaca dan gelombang menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan keberangkatan kapal.
Penundaan keberangkatan dapat dilakukan apabila kondisi pelayaran dinilai tidak memungkinkan. Langkah tersebut dapat berdampak pada terbatasnya akses transportasi masyarakat menuju Pulau Bawean, namun tetap dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.
“Kami memahami Gresik-Bawean terbatas. Kami lebih baik penundaan keberangkatan untuk keselamatan,” jelasnya.
Meski menghadapi pertimbangan kondisi cuaca dan keselamatan, KSOP Gresik memastikan tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
“Tentunya memberikan layanan prima kepada masyarakat,” imbuhnya.
Herbert turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh insan maritim yang selama ini berperan dalam mendukung kelancaran dan keselamatan aktivitas pelayaran di wilayah Gresik.
“Tidak ketinggalan kami turut berduka cita atas musibah KM Virgo Transport 8. Semoga selama pencarian semua korban ditemukan,” tuturnya.
Hari Perhubungan Nasional diperingati setiap 17 September. Pada 2026, peringatan Harhubnas mengangkat tema “Menghubungkan Indonesia Untuk Masa Depan Lebih Maju”.












Discussion about this post