Probolinggo, Kabar SDGs – Ribuan masyarakat memenuhi kawasan Alun-alun Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (29/8/2026) siang. Warga antusias menyaksikan Probolinggo Sae Carnival yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Berbeda dari karnaval pada umumnya, kegiatan tersebut menghadirkan parade dengan kostum berukuran megah dan memiliki nilai artistik yang tinggi. Penampilan para peserta dengan busana penuh kreativitas menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan sepanjang jalur parade.
Ainiatul Qomaria, salah seorang warga setempat, mengatakan dirinya sengaja datang lebih awal karena ingin melihat secara langsung kostum yang dikenakan para peserta.
“Kalau karnaval biasa kan kostumnya standar. Kalau ini acara Pemda, kostum sewanya pasti bagus dan bermodal. Ternyata memang benar, bagus-bagus sekali,” ujarnya.
Bupati Probolinggo Haris mengatakan kegiatan tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai perayaan tahunan. Menurutnya, momentum seperti ini dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus membangun sinergi dalam mendukung kemajuan daerah.
“Ini bukan hanya sekadar memperingati hari kemerdekaan. Acara seperti ini digelar agar kita semakin guyub, kompak, dan dapat bersinergi bersama untuk membangun negeri, khususnya Kabupaten Probolinggo agar lebih baik,” ungkapnya.
Haris menjelaskan, nama Probolinggo Sae sekaligus merepresentasikan visi yang ingin dibangun pemerintah daerah, yakni daerah yang Sejahtera, Amanah, dan Eksis serta memiliki daya saing. Ia meyakini pencapaian visi tersebut akan membuat Kabupaten Probolinggo semakin dikenal di tingkat yang lebih luas.
“Tagline Probolinggo Sae ini tidak boleh sekadar dipetikkan setiap kali kita punya agenda. Ada doa dan harapan besar bahwa nama Probolinggo kita besarkan bersama-sama,” jelas Bupati yang akrab disapa Gus Haris ini.
Menurutnya, perkembangan zaman juga harus diiringi dengan upaya mempertahankan budaya lokal. Tradisi perlu tetap menjadi identitas, sementara kreativitas dapat menjadi sarana untuk mengembangkan dan memperkenalkan kebudayaan kepada masyarakat secara lebih luas.
“Budaya ini memberi kita akar, tetapi kreativitas memiliki sayap, dan persatuan menentukan seberapa jauh kita dapat terbang,” tegasnya.
Pertunjukan dalam Probolinggo Sae Carnival digarap EHA Production dengan konsep street carnival. Konsep tersebut menggabungkan unsur budaya lokal Kabupaten Probolinggo dengan pendekatan pengelolaan seni pertunjukan yang lebih modern.
Direktur EHA Production Elok Hanifah mengatakan perpaduan antara tradisi daerah dan manajemen event modern dapat menghasilkan pertunjukan yang atraktif sekaligus memberikan kebanggaan bagi masyarakat.
Pemkab Probolinggo berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas. Selain itu, penyelenggaraan Probolinggo Sae Carnival diharapkan turut memperkuat upaya pelestarian tradisi daerah dan menjaga keberadaan cerita rakyat agar tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi berikutnya.










Discussion about this post